Dengan porsi kendaraan elektrifikasi yang bisa mencapai 70%, jelas bahwa EV dan plug‑in hybrid akan menjadi motor utama pertumbuhan ekspor perusahaan.
Manajemen Chery menilai bahwa kondisi pasar energi dunia turut mempercepat pergeseran menuju kendaraan listrik. Kenaikan harga minyak dan kekhawatiran soal keamanan energi membuat kendaraan hemat energi dan berbasis baterai semakin menarik bagi konsumen di berbagai negara.
Presiden Chery International, Zhang Guibing, mengatakan bahwa permintaan kendaraan energi baru di luar negeri berkembang sangat cepat dan menunjukkan pertumbuhan yang "sangat mengesankan".
Tren ini juga sejalan dengan perubahan global yang lebih luas: banyak negara mendorong transisi ke kendaraan rendah emisi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan biaya energi jangka panjang.
Chery saat ini merupakan salah satu eksportir mobil terbesar dari Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan semakin menekankan pengembangan kendaraan listrik dan teknologi hybrid sebagai bagian utama dari ekspansi internasionalnya.
Jika proyeksi 2026 tercapai, Chery akan mencatat lebih dari satu juta penjualan kendaraan listrik di luar negeri dalam satu tahun, sebuah tonggak penting yang mencerminkan percepatan adopsi transportasi elektrifikasi di pasar global.
Comments
0 comments