Tujuannya adalah mengabstraksi kompleksitas teknis blockchain sehingga bank dapat meluncurkan layanan berbasis stablecoin tanpa membangun infrastruktur kripto dari nol.
Checker telah mengumpulkan total $8 juta dari putaran pendanaan tahap awal. Investor utama yang memimpin putaran ini antara lain:
Selain itu, beberapa investor lain dari sektor kripto dan fintech juga ikut berpartisipasi, termasuk Bitso, Airtm, DFS Lab, Onigiri Capital, SNZ Capital, dan Velocity.
Dana ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan produk dan memperluas infrastruktur jaringan likuiditas Checker untuk klien institusional di berbagai wilayah dunia.
Saat bank atau fintech ingin menggunakan stablecoin, mereka biasanya menghadapi ekosistem yang sangat terfragmentasi.
Integrasi sering kali melibatkan:
Checker mencoba menyatukan semua komponen tersebut melalui satu lapisan integrasi berbasis API. Dengan begitu, lembaga keuangan tidak perlu membangun koneksi teknis terpisah ke setiap layanan.
Pendekatan ini berpotensi mempercepat peluncuran produk seperti:
Checker mengklaim pertumbuhan yang cukup cepat sejak produk likuiditas stablecoin mereka diluncurkan.
Dalam 12 bulan terakhir, platform ini berkembang dari nol hingga memproses lebih dari $3 miliar total volume transaksi.
Perusahaan juga melaporkan telah melayani lebih dari 30 institusi keuangan teregulasi di seluruh dunia.
Beberapa klien institusional yang disebutkan secara publik termasuk Rail dan Braza Bank, sementara mitra lainnya tidak diungkapkan secara terbuka.
Dengan pendanaan baru ini, Checker berencana memperluas jangkauan geografis sekaligus menambah fitur baru pada platformnya.
Ekspansi pasar yang ditargetkan:
Wilayah‑wilayah tersebut dipilih karena memiliki aktivitas pembayaran lintas negara yang tinggi serta meningkatnya penggunaan stablecoin dalam transaksi dan likuiditas.
Selain ekspansi wilayah, Checker juga mengembangkan beberapa kemampuan baru di platformnya, termasuk:
Fitur‑fitur ini dirancang untuk membantu institusi keuangan mengotomatisasi proses operasional sekaligus membangun produk keuangan berbasis stablecoin dengan lebih cepat.
Semakin banyak bank dan perusahaan fintech bereksperimen dengan aset digital, tetapi integrasi langsung ke ekosistem kripto sering kali mahal dan rumit.
Karena itu, muncul kategori perusahaan infrastruktur stablecoin seperti Checker yang berperan sebagai lapisan penghubung antara sistem keuangan tradisional dan pasar kripto.
Jika penggunaan stablecoin untuk pembayaran global, settlement, dan manajemen likuiditas terus meningkat, platform yang menyederhanakan integrasi melalui API seperti ini berpotensi menjadi komponen penting dalam infrastruktur keuangan digital generasi berikutnya.
Comments
0 comments