Italia menjadi sorotan karena beberapa tekanan bertemu di sana: pembatasan bahan bakar, gangguan tenaga kerja, dan efek berantai jaringan penerbangan. Euronews melaporkan pembatasan perjalanan udara di beberapa bandara Italia, terkait kekhawatiran kekurangan avtur akibat konflik di Timur Tengah, memunculkan kekhawatiran bahwa tren serupa bisa menyebar ke bandara lain di Uni Eropa .
Laporan sekunder yang lebih rinci menyebut Bandara Milan Linate, Bologna, Venice Marco Polo, dan Treviso sebagai lokasi yang dilaporkan membatasi pengisian avtur hingga maksimum 2.000 liter per pesawat sampai setidaknya 9 April . Rincian ini penting untuk memahami risiko operasional, tetapi perlu dibaca sebagai laporan yang belum sepenuhnya dapat diverifikasi dari paket sumber yang tersedia di sini, karena tidak ada NOTAM primer atau pernyataan langsung bandara dalam sumber yang disertakan.
Dalam operasi penerbangan, batas pengisian avtur bisa mengubah banyak hal. Maskapai mungkin perlu membawa bahan bakar ekstra dari bandara sebelumnya, menyesuaikan rute, memprioritaskan penerbangan tertentu, atau mengurangi jadwal. Satu laporan menyebut penerbangan jarak jauh, penerbangan negara, dan ambulans udara diprioritaskan, sementara maskapai jarak pendek diminta membawa tambahan bahan bakar dari sektor sebelumnya .
Aksi mogok di Italia tidak membuat pasar avtur menjadi lebih langka. Dampaknya lebih bersifat operasional: jaringan penerbangan menjadi kurang lentur pada saat maskapai justru butuh ruang lebih besar untuk menyesuaikan pesawat, awak, slot, dan rencana bahan bakar.
AirHelp melaporkan aksi mogok transportasi udara nasional di Italia, yang melibatkan awak kabin dan staf darat, berkontribusi pada setidaknya 164 pembatalan dan lebih dari 1.200 keterlambatan. Dampaknya menjalar ke Italia, Prancis, Britania Raya, Spanyol, Jerman, dan Portugal .
Mekanismenya sederhana. Pembatasan atau mahalnya avtur membuat maskapai harus merencanakan operasi lebih ketat: mengisi bahan bakar di tempat berbeda, memangkas penerbangan yang paling tidak menguntungkan, atau mengubah rotasi pesawat. Ketika pada saat yang sama terjadi aksi mogok, antrean, perubahan rute, dan keterlambatan, ruang untuk memulihkan jadwal makin sempit . Satu pesawat yang terlambat tiba bisa membuat penerbangan berikutnya ikut terlambat; awak yang tidak berada di posisi tepat dapat mengganggu rotasi berikutnya; dan koneksi penumpang bisa ikut berantakan.
Tidak semua pembatalan bisa disebut akibat avtur. AirHelp melaporkan Badai Dave membawa angin kencang dan hujan lebat ke Eropa utara dan barat pada 7 April 2026, memengaruhi 1.669 penerbangan dan menyebabkan sedikitnya 1.469 keterlambatan serta lebih dari 200 pembatalan .
Bandara seperti London Heathrow, Dublin, Paris Charles de Gaulle, dan Amsterdam Schiphol mengurangi kapasitas landasan, menambah jarak antarpesawat, dan menghentikan sementara pekerjaan di apron saat kondisi terburuk . Dalam kondisi normal, maskapai biasanya memulihkan gangguan cuaca dengan memindahkan pesawat dan awak ke posisi yang tepat. Namun ketika avtur mahal atau terbatas dan aksi mogok sudah menimbulkan antrean, proses pemulihan itu menjadi jauh lebih sulit.
Bagi penumpang, pertanyaannya bukan hanya apakah bandara buka. Yang lebih penting adalah apakah maskapai bisa menjaga pesawat, awak, slot, dan rencana bahan bakar tetap sinkron sepanjang hari.
Rute yang menyentuh bandara Italia utara yang disebut dalam laporan pembatasan avtur layak dipantau lebih ketat, terutama jika perjalanan bergantung pada koneksi singkat . Penerbangan pada hari aksi mogok, atau melalui bandara yang terdampak cuaca ekstrem, juga lebih rentan terkena efek berantai
.
Sebelum berangkat ke bandara, cek pemberitahuan dari maskapai, pantau perubahan jadwal proaktif, dan hindari koneksi mandiri yang terlalu mepet bila memungkinkan. AirHelp melaporkan beberapa maskapai menawarkan perubahan jadwal gratis atau pengalihan rute selama gangguan akibat aksi mogok di Italia, sehingga penumpang sebaiknya mencari kebijakan keringanan dari maskapai masing-masing sebelum membeli tiket pengganti yang mahal .