Krisis Memori AI Bisa Membuat Smartphone Makin Mahal
Harga smartphone diperkirakan naik hingga setidaknya 2026–2027 karena pusat data AI menyerap sebagian besar pasokan chip memori global, sehingga DRAM dan NAND menjadi jauh lebih mahal dan lebih langka untuk perangkat... Harga memori melonjak tajam pada awal 2026—DRAM naik lebih dari 50% dan NAND sekitar 90%, dengan...
Harga smartphone diperkirakan naik hingga setidaknya 2026–2027 karena pusat data AI menyerap sebagian besar pasokan chip memori global, sehingga DRAM dan NAND menjadi jauh lebih mahal dan lebih langka untuk perangkat...
Harga memori melonjak tajam pada awal 2026—DRAM naik lebih dari 50% dan NAND sekitar 90%, dengan beberapa kategori memori meningkat 80–90% secara keseluruhan.[2][4][17]
Kenaikan harga komponen membuat biaya produksi smartphone naik sekitar 11–25%, memaksa sebagian produsen menaikkan harga atau menerima margin keuntungan yang lebih tipis.[2]
What is causing global smartphone prices to rise over the next few years according to Xiaomi CEO Lei Jun, how is AI-driven demand for memoryRising demand for memory chips from AI data centers is tightening global supply and pushing up smartphone component costs.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is causing global smartphone prices to rise over the next few years according to Xiaomi CEO Lei Jun, how is AI-driven demand for memory. Article summary: According to Lei Jun, the main driver is a multiyear rise in memory-chip costs, especially DRAM and NAND, as AI infrastructure absorbs more of the industry’s output and leaves less supply for phones and other consumer de. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "### Price rises of nearly US$30 reflect surging memory costs, with analysts pointing to AI-driven demand and tight supply across the chip sector. Xiaomi said on Friday that prices" source context "Xiaomi lifts handset prices as memory chip crunch ripples through ..." Reference image 2: visual subject "### Price rises of nearly U
openai.com
Smartphone generasi berikutnya kemungkinan akan semakin mahal—dan penyebabnya bukan hanya inflasi atau fitur baru. Lonjakan permintaan chip memori yang dipicu oleh ledakan industri kecerdasan buatan (AI) kini mulai memengaruhi harga perangkat elektronik konsumen di seluruh dunia.
Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, memperingatkan bahwa harga smartphone bisa terus naik selama beberapa tahun ke depan karena biaya chip memori semakin tinggi. Komponen utama seperti DRAM dan NAND flash, yang berfungsi sebagai RAM dan penyimpanan di ponsel, mengalami kenaikan harga tajam ketika perusahaan AI menyerap porsi besar dari pasokan global.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Krisis Memori AI Bisa Membuat Smartphone Makin Mahal"?
Harga smartphone diperkirakan naik hingga setidaknya 2026–2027 karena pusat data AI menyerap sebagian besar pasokan chip memori global, sehingga DRAM dan NAND menjadi jauh lebih mahal dan lebih langka untuk perangkat...
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Harga smartphone diperkirakan naik hingga setidaknya 2026–2027 karena pusat data AI menyerap sebagian besar pasokan chip memori global, sehingga DRAM dan NAND menjadi jauh lebih mahal dan lebih langka untuk perangkat... Harga memori melonjak tajam pada awal 2026—DRAM naik lebih dari 50% dan NAND sekitar 90%, dengan beberapa kategori memori meningkat 80–90% secara keseluruhan.[2][4][17]
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Kenaikan harga komponen membuat biaya produksi smartphone naik sekitar 11–25%, memaksa sebagian produsen menaikkan harga atau menerima margin keuntungan yang lebih tipis.[2]
Masalah Utamanya: Pusat Data AI Menyerap Pasokan Memori
Model AI modern membutuhkan kapasitas memori yang sangat besar untuk melatih dan menjalankan sistem seperti model bahasa besar. Akibatnya, perusahaan cloud dan pengembang AI membangun pusat data skala raksasa yang membeli memori dalam jumlah besar.
Permintaan ini mengubah dinamika pasar semikonduktor. Produsen chip cenderung memprioritaskan produk memori yang paling menguntungkan—terutama yang digunakan untuk AI—sehingga sebagian kapasitas produksi dialihkan dari perangkat konsumen seperti smartphone, PC, atau konsol game.
Dampaknya adalah perebutan pasokan. Karena smartphone, laptop, mobil, dan pusat data menggunakan ekosistem memori yang sama, lonjakan permintaan dari sektor AI membuat produsen perangkat harus bersaing mendapatkan chip yang semakin terbatas.
Bukti: Harga DRAM dan NAND Melonjak
Data industri menunjukkan betapa cepat perubahan ini terjadi:
Pada kuartal pertama 2026, harga DRAM naik lebih dari 50%, sementara NAND flash melonjak sekitar 90%.
Beberapa kategori chip memori yang digunakan dalam rantai pasok perangkat naik sekitar 80–90% pada awal 2026.
Harga kontrak DRAM standar bahkan meningkat sekitar 30% dibanding kuartal sebelumnya pada akhir 2025 menurut analis yang dikutip Reuters.
Lonjakan ini mencerminkan ketidakseimbangan klasik antara permintaan dan pasokan. Ketika infrastruktur AI menyerap kapasitas produksi, persediaan memori menipis dan harga naik di seluruh rantai pasok semikonduktor.
Dampaknya bagi Produsen Smartphone
Memori merupakan salah satu komponen termahal dalam sebuah smartphone, terutama pada model dengan RAM besar dan penyimpanan tinggi. Ketika harga chip memori naik tajam, biaya produksi perangkat juga ikut meningkat.
Beberapa laporan rantai pasok menunjukkan dampaknya sudah terasa:
Biaya bill of materials (BOM) smartphone meningkat sekitar 11% hingga 25% pada banyak model.
Untuk ponsel kelas premium, kenaikan komponen bisa mencapai US$100–US$150 per unit.
Situasi ini memaksa produsen mengambil keputusan sulit: menanggung biaya tambahan dan mengorbankan margin, atau menaikkan harga jual. Beberapa merek smartphone besar, termasuk produsen asal Tiongkok, sudah mulai menyesuaikan harga atau strategi produk mereka.
Bahkan perusahaan besar seperti Xiaomi memperingatkan bahwa lonjakan harga memori dapat menekan profitabilitas jika tren ini terus berlanjut.
Mengapa Tekanan Ini Bisa Berlangsung Lama
Berbeda dengan kelangkaan chip jangka pendek, para analis memperkirakan krisis memori kali ini bisa berlangsung beberapa tahun. Penyebabnya adalah investasi infrastruktur AI meningkat jauh lebih cepat dibanding kemampuan industri semikonduktor untuk menambah kapasitas produksi.
Lembaga riset dan analis industri memperkirakan ketidakseimbangan pasokan ini bisa bertahan setidaknya hingga 2026 dan berpotensi sampai 2027.
Membangun pabrik semikonduktor baru membutuhkan waktu bertahun‑tahun. Sementara itu, perusahaan teknologi global terus memperluas pusat data AI mereka, menjaga permintaan memori tetap sangat tinggi.
Apa Artinya bagi Pembeli Smartphone
Bagi konsumen, krisis chip memori ini bisa terlihat dalam beberapa tren dalam beberapa tahun ke depan:
Harga ritel smartphone baru cenderung lebih tinggi
Peningkatan kapasitas penyimpanan antar generasi mungkin lebih kecil
Perbedaan harga antara ponsel kelas menengah dan premium makin lebar
Jika produksi memori akhirnya mampu mengejar permintaan AI, harga bisa stabil kembali. Namun sampai saat itu, smartphone—bersama PC dan perangkat elektronik lainnya—kemungkinan masih akan merasakan dampak dari ledakan investasi AI.
Singkatnya, perlombaan membangun infrastruktur AI global kini mengubah rantai pasok semikonduktor, dan perangkat sehari‑hari seperti smartphone mulai merasakan efeknya.
Memory Chip Surge Forces Chinese Smartphone Makers to Raise ...