Beberapa analisis pasar memperkirakan persediaan minyak global turun sekitar 8,7 juta barel per hari sejak awal Mei, salah satu penurunan tercepat yang pernah tercatat. Sekitar 20% pasokan minyak dunia biasanya melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan kecil sekalipun dapat langsung memperketat pasar energi global.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is causing global oil inventories to fall at a record pace, how much have stockpiles declined (such as the reported 8.7 million barrels. Article summary: I can’t verify the core premise from high-authority sources. The best official source I found says the Strait of Hormuz is a major chokepoint for nearly 20% of global oil supply, but also says it was “not physically bloc. Topic tags: general, government, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "* [UK bond recovery fizzles out on report Streeting ‘preparing to resign’](?filterKeyEvents=false&page=with%3Ablock-6a0450708f0801a1fb0a5c93#block-6a0450708f0801a1fb0a5c93). * [Glo" source context "Global oil inventories falling at record pace amid Iran war" Reference image 2: visual subject "* [UK bo
Persediaan minyak dunia saat ini menyusut dengan sangat cepat—salah satu laju penurunan paling tajam dalam sejarah pasar energi modern. Penyebab utamanya adalah gangguan pasokan yang berkaitan dengan ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia, khususnya di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi global.
Ketika aliran minyak dari kawasan tersebut terganggu, pasar global harus menutup kekurangan dengan menarik minyak dari stok yang tersimpan. Akibatnya, persediaan global menurun dengan cepat, sementara risiko kenaikan harga dan ketidakstabilan pasokan meningkat.
Selat Hormuz adalah salah satu "chokepoint" energi paling kritis di dunia. Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global ini biasanya dilalui oleh sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Jika terjadi gangguan—baik karena konflik militer, pembatasan asuransi kapal tanker, atau kapal yang menghindari wilayah berisiko—aliran minyak global dapat langsung terpengaruh. Bahkan tanpa penutupan total, ancaman keamanan saja sudah cukup untuk memperlambat pengiriman dan mengurangi produksi dari negara‑negara penghasil minyak di kawasan tersebut.
Beberapa laporan pasar energi menunjukkan bahwa stok minyak global turun sangat cepat selama gangguan pasokan terbaru.
Salah satu perkiraan yang sering dikutip menyebutkan bahwa sejak awal Mei, persediaan minyak global menyusut sekitar 8,7 juta barel per hari, tingkat penurunan tercepat dalam data pasar yang tersedia.
Analisis lain juga memperingatkan bahwa stok minyak dunia mendekati level terendah dalam beberapa tahun terakhir setelah pasar berubah dari surplus menjadi defisit akibat gangguan pasokan di Timur Tengah.
Penurunan seperti ini terjadi ketika permintaan global lebih tinggi daripada pasokan yang tersedia. Dalam situasi saat ini, hilangnya produksi, gangguan jalur pengiriman, dan hambatan logistik di kawasan Teluk membuat pasar harus mengandalkan minyak yang tersimpan untuk memenuhi konsumsi.
Sejumlah analisis memperkirakan produksi dan ekspor minyak dari negara‑negara Teluk mengalami pembatasan besar selama krisis ini.
Beberapa laporan menyebut jutaan barel per hari produksi minyak tidak dapat dikirim atau terpaksa dihentikan karena produsen tidak dapat menyalurkan minyak secara stabil melalui Selat Hormuz.
Bahkan pembatasan sebagian saja dapat berdampak besar. Para analis memperingatkan bahwa jika gangguan di sekitar selat ini terus berlanjut, pasar global dapat menghadapi kekurangan pasokan hingga beberapa juta barel per hari.
Inilah alasan utama mengapa persediaan global turun begitu cepat: minyak yang tersimpan sedang digunakan untuk menggantikan ekspor yang hilang dari kawasan Teluk.
Sekilas, jumlah persediaan minyak global terlihat sangat besar. Dunia diperkirakan memasuki tahun 2026 dengan sekitar 8,4 miliar barel minyak tersimpan di berbagai tempat—mulai dari stok komersial hingga cadangan pemerintah.
Namun tidak semua stok tersebut dapat digunakan dengan cepat. Analisis memperkirakan hanya sekitar 800 juta barel yang benar‑benar bisa ditarik dengan cepat tanpa menyebabkan gangguan operasional seperti masalah pasokan ke kilang atau hambatan logistik.
Artinya, jika penarikan stok berlangsung terus‑menerus, "bantalan" pasokan global sebenarnya bisa menyusut jauh lebih cepat daripada yang terlihat dari angka total persediaan.
Untuk menghadapi krisis pasokan, banyak negara memiliki Strategic Petroleum Reserve (SPR) atau cadangan minyak strategis. Cadangan ini dirancang sebagai penyangga darurat agar pemerintah dapat melepas minyak ke pasar ketika pasokan global terganggu.
Beberapa laporan menyebut adanya pelepasan cadangan strategis dalam skala besar oleh negara‑negara besar guna menstabilkan pasar energi selama krisis. Namun detail pasti mengenai jumlah dan waktunya tidak selalu dikonfirmasi secara konsisten oleh sumber resmi tingkat tinggi dalam laporan yang tersedia.
Yang jelas, para analis sepakat pada satu hal: cadangan strategis hanya bisa memberi waktu tambahan, bukan menggantikan produksi minyak yang hilang dalam jangka panjang.
Sistem energi global bergantung pada keseimbangan antara produksi, transportasi, dan konsumsi. Ketika sebuah jalur utama seperti Selat Hormuz terganggu, pasar global langsung kehilangan sebagian besar pasokan.
Jika kondisi ini berlangsung lama, stok minyak akan terus menurun sampai salah satu dari tiga hal terjadi:
Karena porsi minyak yang melewati Hormuz sangat besar, gangguan berkepanjangan dapat dengan cepat mengubah krisis pasokan sementara menjadi kekurangan struktural di pasar energi global.
Persediaan minyak global menurun dengan cepat terutama karena gangguan geopolitik di kawasan Teluk Persia yang mempengaruhi aliran minyak melalui Selat Hormuz—jalur yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Perkiraan penurunan stok hingga sekitar 8–9 juta barel per hari menunjukkan betapa cepatnya cadangan global dapat terkuras ketika produksi dan jalur pengiriman terganggu.
Namun penting dicatat bahwa beberapa klaim paling dramatis mengenai skala gangguan dan proyeksi defisit berasal dari laporan pasar sekunder, sehingga perlu ditafsirkan dengan hati‑hati. Yang pasti, stabilitas Selat Hormuz tetap menjadi salah satu faktor paling penting bagi keamanan energi global.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Beberapa analisis pasar memperkirakan persediaan minyak global turun sekitar 8,7 juta barel per hari sejak awal Mei, salah satu penurunan tercepat yang pernah tercatat.
Beberapa analisis pasar memperkirakan persediaan minyak global turun sekitar 8,7 juta barel per hari sejak awal Mei, salah satu penurunan tercepat yang pernah tercatat. Sekitar 20% pasokan minyak dunia biasanya melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan kecil sekalipun dapat langsung memperketat pasar energi global.
Pemerintah mulai melepas cadangan minyak strategis untuk menstabilkan pasar, tetapi analis memperingatkan cadangan darurat ini hanya memberi waktu sementara.