Dalam beberapa minggu terakhir, Bitcoin sempat naik sekitar 37% dari titik terendah April sebelum akhirnya tertahan di sekitar $82.400, tepat di area MA 200 hari. Setelah itu harga kembali turun ke kisaran pertengahan $70.000.
CryptoQuant menilai pola ini sangat mirip dengan Maret 2022, ketika Bitcoin sempat naik sekitar 43% dari titik terendah siklus sebelum ditolak di level teknikal yang sama dan melanjutkan tren turun yang lebih luas.
Karena preseden historis tersebut, kawasan $82K kini dianggap sebagai garis pembatas penting antara pembalikan tren yang nyata dan sekadar pantulan sementara.
Sinyal lain yang membuat analis berhati‑hati datang dari Bull Score Index milik CryptoQuant, indikator gabungan yang mengukur kesehatan pasar menggunakan berbagai metrik on‑chain.
Nilai terbaru indeks tersebut turun ke sekitar 20 dari 100, level yang dikategorikan sebagai wilayah sentimen sangat bearish.
Angka serendah ini biasanya menunjukkan beberapa kondisi berikut:
Secara historis, pembacaan seperti ini lebih sering muncul pada periode harga yang lemah daripada pada fase awal bull market yang kuat.
Permintaan dari investor institusional juga mulai menunjukkan tanda pelemahan.
Data terbaru menunjukkan ETF Bitcoin spot di AS beralih menjadi net outflow, dengan laporan yang mencatat sekitar 4.000 BTC dalam penjualan bersih selama periode tersebut.
Dalam data pasar yang lebih luas, beberapa pekan bahkan mencatat sekitar $1 miliar penarikan bersih dari ETF Bitcoin AS.
Hal ini penting karena sejak ETF Bitcoin spot diluncurkan, instrumen tersebut menjadi salah satu sumber utama aliran modal institusional ke pasar kripto. Ketika arus dana berbalik keluar, pasar sering kehilangan salah satu penopang harga utamanya.
Selain faktor internal kripto, kondisi ekonomi global juga menambah tekanan.
Beberapa perkembangan makro yang relevan antara lain:
Ketika yield obligasi meningkat, investor dapat memperoleh imbal hasil yang lebih menarik dari instrumen yang relatif lebih aman seperti obligasi pemerintah atau kas. Hal ini meningkatkan opportunity cost untuk memegang aset berisiko seperti kripto, sehingga sebagian modal bisa berpindah sementara ke aset yang lebih defensif.
Dengan harga Bitcoin masih berada di bawah resistensi utama, analis kini fokus pada beberapa level support yang dapat menentukan arah pasar berikutnya.
1. $76.000 — Support jangka pendek
Area $76K beberapa kali menahan penurunan terbaru, menjadikannya level dukungan terdekat yang paling penting.
2. Sekitar $70.000 — Support on‑chain utama
Analisis CryptoQuant menunjukkan area sekitar $70K sebagai zona support signifikan yang berkaitan dengan metrik harga realisasi dan biaya rata‑rata trader di jaringan.
Jika kedua level tersebut gagal bertahan, sebagian analis memperingatkan bahwa Bitcoin bisa memasuki koreksi yang lebih dalam—mirip dengan kelanjutan tren turun setelah reli gagal pada tahun 2022.
Secara keseluruhan, Bitcoin saat ini berada pada fase yang rapuh di mana resistensi teknikal kuat, melemahnya aliran dana institusional, dan tekanan makro ekonomi terjadi bersamaan.
Variabel utama yang kini diperhatikan pasar adalah apakah pembeli mampu mempertahankan support di sekitar $76K dan kemudian $70K. Jika zona tersebut bertahan, pasar masih berpeluang stabil dan mencoba menembus resistensi kembali.
Namun jika support tersebut gagal, kemiripan struktur pasar dengan bear market 2022 bisa menjadi semakin jelas.
Untuk saat ini, Bitcoin masih terjebak di antara resistensi besar di sekitar moving average 200 hari dan support penting tepat di bawah harga saat ini, membuat pasar berada di titik penentuan arah berikutnya.
Comments
0 comments