Ia sedang mendukung pendirian sebuah lab kecerdasan buatan yang berdiri sepenuhnya terpisah dari Airbnb . Detail mengenai pendanaan, tim, dan arah teknisnya belum diumumkan. Namun, gagasan di balik proyek ini mulai terlihat jelas: Chesky tidak yakin chatbot berbasis teks adalah bentuk akhir AI untuk konsumen .
Lab baru tersebut akan menjadi entitas terpisah, bukan anak perusahaan Airbnb . Chesky akan tetap menjabat sebagai CEO Airbnb, tetapi tidak diperkirakan menjadi CEO lab itu .
Karena proyeknya masih berada pada tahap awal, belum ada informasi publik mengenai siapa yang akan direkrut, berapa besar modal yang disiapkan, atau model AI seperti apa yang hendak dikembangkan .
Meski begitu, sumber yang mengetahui proyek tersebut mengatakan bahwa interaksi pengguna dan desain kemungkinan menjadi fokus penting . Dua bidang ini memang konsisten dengan pendekatan Chesky di Airbnb, yang sejak awal banyak menekankan pengalaman pengguna, tampilan produk, dan detail desain.
Keputusan Chesky bukan muncul dari ketidaktertarikan terhadap AI. Justru sebaliknya, ia telah mengamati perkembangan teknologi tersebut dari jarak yang sangat dekat—dan menyimpulkan bahwa antarmuka chatbot tidak selalu cocok untuk kebutuhan konsumen.
Chesky berulang kali mengatakan bahwa layanan berbasis percakapan seperti ChatGPT dan Claude kurang ideal untuk bidang kompleks seperti perjalanan dan e-commerce . Dalam pernyataan kepada analis pada Februari 2025, ia mengatakan AI belum benar-benar “siap untuk penggunaan utama” dalam perencanaan perjalanan .
Dalam sebuah podcast pada Mei 2026, ia memperluas pandangan itu. Menurut Chesky, chatbot saat ini bukan antarmuka yang tepat untuk masa depan perjalanan dan perdagangan digital. Gelombang besar inovasi AI berikutnya, menurutnya, akan datang dari “produk konsumen imersif, antarmuka visual, dan pengalaman agentic”—bukan sekadar perangkat lunak perusahaan generasi berikutnya atau jendela obrolan baru .
Yang menarik, Airbnb telah menerapkan AI dengan pendekatan berbeda. Perusahaan itu lebih dulu menggunakannya untuk layanan pelanggan, sebuah pekerjaan yang menuntut pemahaman terhadap sengketa dan situasi unik, bukan hanya kemampuan menghasilkan teks yang terdengar meyakinkan .
Agen layanan pelanggan bertenaga AI Airbnb telah menangani porsi besar interaksi layanan di Amerika Serikat. Chesky bahkan menyebutnya sebagai “agen layanan pelanggan terbaik di seluruh industri perjalanan” .
Lab baru Chesky tampaknya dibangun untuk mengembangkan gagasan tersebut lebih jauh. Ada tiga kemungkinan area yang saling berkaitan:
Perubahan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam industri AI: dari asisten yang memberi saran menuju agen yang menyelesaikan pekerjaan. Jika model AI adalah “mesin”, Chesky tampaknya ingin berfokus pada “kendaraan” yang benar-benar dipakai konsumen.
Dengan kata lain, pertarungannya bukan semata-mata tentang siapa yang memiliki model terbesar. Chesky bertaruh bahwa desain dan pengalaman pengguna akan menentukan apakah AI benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari .
Rencana ini sulit dipahami tanpa melihat hubungan Chesky dengan Sam Altman dan OpenAI. Keduanya telah dekat sejak masa Y Combinator, akselerator perusahaan rintisan tempat mereka pernah beraktivitas .
Altman pernah mengatakan bahwa Chesky adalah salah satu dari sedikit orang yang benar-benar turun tangan ketika ChatGPT mendadak menjadi fenomena global pada akhir 2022. Chesky membantunya membahas strategi, perekrutan, dan desain organisasi. Dalam salah satu percakapan, ia bahkan memberi arahan langsung kepada Altman: “Diam dan ikuti instruksi saya” .
Pengaruh Chesky juga menyentuh cara ChatGPT diperkenalkan kepada publik. Pada tahap awal pengembangan, ia menyarankan Altman untuk memosisikan ChatGPT sebagai alat, bukan sebagai sosok yang menyerupai manusia .
Ketika Altman secara mendadak diberhentikan oleh dewan OpenAI pada November 2023, Chesky menjadi salah satu orang pertama yang dihubunginya . Dalam hari-hari penuh ketidakpastian setelahnya, Chesky berperan sebagai pendukung, penasihat strategi, dan penghubung informal.
Ia pernah menceritakan bahwa salah satu momen terburuk terjadi sekitar tengah malam. Altman mengira dirinya akan dikembalikan ke posisi semula, tetapi dewan justru mengumumkan Emmett Shear sebagai CEO sementara. Ketika Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman mulai mempertimbangkan pindah ke Microsoft, hubungan Chesky dengan Shear membantu menjaga jalur komunikasi tetap terbuka .
Chesky kemudian mengatakan bahwa ia cukup terlibat dalam OpenAI secara tidak resmi dan mungkin merupakan salah satu orang kepercayaan terdekat Altman . Altman juga memuji Chesky dan investor Ron Conway karena membantu mencegahnya mengambil beberapa keputusan keliru selama krisis tersebut .
Kedekatan personal itu tidak otomatis membuat Airbnb bergantung pada OpenAI. Chesky pernah mengatakan bahwa perangkat pengembangan ChatGPT saat itu belum cukup untuk kebutuhan Airbnb. Perusahaan tersebut juga memilih tidak membuat plug-in Airbnb di dalam ChatGPT, meski sejumlah platform perjalanan lain mengambil langkah serupa .
Lab baru ini secara efektif membuka jalur paralel: Chesky tetap dekat dengan Altman secara pribadi, tetapi membangun kendali sendiri atas lapisan aplikasi dan antarmuka—dua bidang yang ia nilai masih memiliki banyak kekurangan .
Situasi ini menempatkan Chesky dalam posisi yang tidak biasa. Ia dekat dengan CEO salah satu laboratorium AI paling berpengaruh di dunia, tetapi pada saat yang sama mendukung usaha yang berpotensi bersaing di tingkat produk. Hubungan tersebut mengingatkan pada dinamika persahabatan dan persaingan platform di industri teknologi, ketika hubungan pribadi para pemimpin tidak menghapus kompetisi bisnis.
Lab Chesky akan memasuki ekosistem yang sudah dipenuhi pemain besar seperti OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind. Namun, sejauh informasi yang tersedia, ia tidak tampak berniat menantang mereka secara langsung dalam perlombaan membangun model fondasi serbaguna berukuran semakin besar.
Fokusnya lebih mungkin berada pada lapisan aplikasi dan desain antarmuka . Ini merupakan strategi produk yang cukup jelas: ketika perusahaan lain berlomba membuat mesin terbaik, Chesky ingin merancang kendaraan yang paling mudah dan menyenangkan untuk digunakan.
Latar belakangnya mendukung pendekatan tersebut. Sebelum mendirikan Airbnb, Chesky mempelajari desain industri di Rhode Island School of Design. Kariernya kemudian banyak dibentuk oleh perhatian terhadap detail pengalaman pengguna—hal yang kerap tidak menjadi prioritas utama dalam pengembangan teknologi .
Di tengah dunia AI yang masih didominasi antarmuka teks, pengalaman desain itu bisa menjadi keunggulan. Tantangannya adalah membuktikan bahwa antarmuka yang lebih visual dan intuitif dapat bekerja pada skala besar, tetap akurat, serta mampu menangani tugas-tugas rumit.
Langkah ini juga berjalan beriringan dengan agenda AI Airbnb. Pada awal 2026, Airbnb merekrut Ahmad Al-Dahle, mantan kepala Generative AI Meta, sebagai CTO baru . Chesky sebelumnya mengatakan bahwa Airbnb sedang menjadi aplikasi yang mengutamakan AI dan mengembangkan pengalaman “AI-native”—aplikasi yang tidak hanya mencari informasi untuk pengguna, tetapi juga memahami kebutuhan mereka .
Dengan demikian, Chesky tampaknya menjalankan dua taruhan sekaligus: mempercepat transformasi Airbnb menjadi perusahaan berbasis AI, sambil mendukung lab terpisah yang dapat mengeksplorasi bentuk baru produk dan antarmuka AI.
Untuk saat ini, banyak pertanyaan penting belum terjawab. Belum diketahui siapa anggota timnya, bagaimana struktur pendanaannya, dan apakah lab tersebut akan membuat model AI sendiri atau berfokus pada produk serta pengalaman pengguna .
Sebagian analis juga mempertanyakan apakah proyek pribadi itu dapat mengalihkan perhatian Chesky dari tanggung jawabnya memimpin Airbnb. Kekhawatiran tersebut disebut ikut tercermin dalam sedikit penurunan harga saham Airbnb setelah kabar mengenai proyek itu beredar .
Namun, arah strategisnya cukup terang. Setelah bertahun-tahun menyaksikan perkembangan AI dari dekat, Chesky tampaknya menyimpulkan bahwa chatbot—produk yang membawa AI ke arus utama—belum tentu menjadi antarmuka terbaik bagi konsumen.
Kini, ia menaruh sumber daya dan reputasinya di balik keyakinan tersebut. Jika berhasil, lab ini tidak hanya akan menawarkan model AI baru, tetapi juga cara berbeda bagi manusia untuk berinteraksi dengan teknologi itu.
Ia sedang mendukung pendirian sebuah lab kecerdasan buatan yang berdiri sepenuhnya terpisah dari Airbnb . Detail mengenai pendanaan, tim, dan arah teknisnya belum diumumkan. Namun, gagasan di balik proyek ini mulai terlihat jelas: Chesky tidak yakin chatbot berbasis teks adalah bentuk akhir AI untuk konsumen .
Lab baru tersebut akan menjadi entitas terpisah, bukan anak perusahaan Airbnb . Chesky akan tetap menjabat sebagai CEO Airbnb, tetapi tidak diperkirakan menjadi CEO lab itu .
Karena proyeknya masih berada pada tahap awal, belum ada informasi publik mengenai siapa yang akan direkrut, berapa besar modal yang disiapkan, atau model AI seperti apa yang hendak dikembangkan .
Meski begitu, sumber yang mengetahui proyek tersebut mengatakan bahwa interaksi pengguna dan desain kemungkinan menjadi fokus penting . Dua bidang ini memang konsisten dengan pendekatan Chesky di Airbnb, yang sejak awal banyak menekankan pengalaman pengguna, tampilan produk, dan detail desain.
Keputusan Chesky bukan muncul dari ketidaktertarikan terhadap AI. Justru sebaliknya, ia telah mengamati perkembangan teknologi tersebut dari jarak yang sangat dekat—dan menyimpulkan bahwa antarmuka chatbot tidak selalu cocok untuk kebutuhan konsumen.
Chesky berulang kali mengatakan bahwa layanan berbasis percakapan seperti ChatGPT dan Claude kurang ideal untuk bidang kompleks seperti perjalanan dan e-commerce . Dalam pernyataan kepada analis pada Februari 2025, ia mengatakan AI belum benar-benar “siap untuk penggunaan utama” dalam perencanaan perjalanan .
Dalam sebuah podcast pada Mei 2026, ia memperluas pandangan itu. Menurut Chesky, chatbot saat ini bukan antarmuka yang tepat untuk masa depan perjalanan dan perdagangan digital. Gelombang besar inovasi AI berikutnya, menurutnya, akan datang dari “produk konsumen imersif, antarmuka visual, dan pengalaman agentic”—bukan sekadar perangkat lunak perusahaan generasi berikutnya atau jendela obrolan baru .
Yang menarik, Airbnb telah menerapkan AI dengan pendekatan berbeda. Perusahaan itu lebih dulu menggunakannya untuk layanan pelanggan, sebuah pekerjaan yang menuntut pemahaman terhadap sengketa dan situasi unik, bukan hanya kemampuan menghasilkan teks yang terdengar meyakinkan .
Agen layanan pelanggan bertenaga AI Airbnb telah menangani porsi besar interaksi layanan di Amerika Serikat. Chesky bahkan menyebutnya sebagai “agen layanan pelanggan terbaik di seluruh industri perjalanan” .
Lab baru Chesky tampaknya dibangun untuk mengembangkan gagasan tersebut lebih jauh. Ada tiga kemungkinan area yang saling berkaitan:
Perubahan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam industri AI: dari asisten yang memberi saran menuju agen yang menyelesaikan pekerjaan. Jika model AI adalah “mesin”, Chesky tampaknya ingin berfokus pada “kendaraan” yang benar-benar dipakai konsumen.
Dengan kata lain, pertarungannya bukan semata-mata tentang siapa yang memiliki model terbesar. Chesky bertaruh bahwa desain dan pengalaman pengguna akan menentukan apakah AI benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari .
Rencana ini sulit dipahami tanpa melihat hubungan Chesky dengan Sam Altman dan OpenAI. Keduanya telah dekat sejak masa Y Combinator, akselerator perusahaan rintisan tempat mereka pernah beraktivitas .
Altman pernah mengatakan bahwa Chesky adalah salah satu dari sedikit orang yang benar-benar turun tangan ketika ChatGPT mendadak menjadi fenomena global pada akhir 2022. Chesky membantunya membahas strategi, perekrutan, dan desain organisasi. Dalam salah satu percakapan, ia bahkan memberi arahan langsung kepada Altman: “Diam dan ikuti instruksi saya” .
Pengaruh Chesky juga menyentuh cara ChatGPT diperkenalkan kepada publik. Pada tahap awal pengembangan, ia menyarankan Altman untuk memosisikan ChatGPT sebagai alat, bukan sebagai sosok yang menyerupai manusia .
Ketika Altman secara mendadak diberhentikan oleh dewan OpenAI pada November 2023, Chesky menjadi salah satu orang pertama yang dihubunginya . Dalam hari-hari penuh ketidakpastian setelahnya, Chesky berperan sebagai pendukung, penasihat strategi, dan penghubung informal.
Ia pernah menceritakan bahwa salah satu momen terburuk terjadi sekitar tengah malam. Altman mengira dirinya akan dikembalikan ke posisi semula, tetapi dewan justru mengumumkan Emmett Shear sebagai CEO sementara. Ketika Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman mulai mempertimbangkan pindah ke Microsoft, hubungan Chesky dengan Shear membantu menjaga jalur komunikasi tetap terbuka .
Chesky kemudian mengatakan bahwa ia cukup terlibat dalam OpenAI secara tidak resmi dan mungkin merupakan salah satu orang kepercayaan terdekat Altman . Altman juga memuji Chesky dan investor Ron Conway karena membantu mencegahnya mengambil beberapa keputusan keliru selama krisis tersebut .
Kedekatan personal itu tidak otomatis membuat Airbnb bergantung pada OpenAI. Chesky pernah mengatakan bahwa perangkat pengembangan ChatGPT saat itu belum cukup untuk kebutuhan Airbnb. Perusahaan tersebut juga memilih tidak membuat plug-in Airbnb di dalam ChatGPT, meski sejumlah platform perjalanan lain mengambil langkah serupa .
Lab baru ini secara efektif membuka jalur paralel: Chesky tetap dekat dengan Altman secara pribadi, tetapi membangun kendali sendiri atas lapisan aplikasi dan antarmuka—dua bidang yang ia nilai masih memiliki banyak kekurangan .
Situasi ini menempatkan Chesky dalam posisi yang tidak biasa. Ia dekat dengan CEO salah satu laboratorium AI paling berpengaruh di dunia, tetapi pada saat yang sama mendukung usaha yang berpotensi bersaing di tingkat produk. Hubungan tersebut mengingatkan pada dinamika persahabatan dan persaingan platform di industri teknologi, ketika hubungan pribadi para pemimpin tidak menghapus kompetisi bisnis.
Lab Chesky akan memasuki ekosistem yang sudah dipenuhi pemain besar seperti OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind. Namun, sejauh informasi yang tersedia, ia tidak tampak berniat menantang mereka secara langsung dalam perlombaan membangun model fondasi serbaguna berukuran semakin besar.
Fokusnya lebih mungkin berada pada lapisan aplikasi dan desain antarmuka . Ini merupakan strategi produk yang cukup jelas: ketika perusahaan lain berlomba membuat mesin terbaik, Chesky ingin merancang kendaraan yang paling mudah dan menyenangkan untuk digunakan.
Latar belakangnya mendukung pendekatan tersebut. Sebelum mendirikan Airbnb, Chesky mempelajari desain industri di Rhode Island School of Design. Kariernya kemudian banyak dibentuk oleh perhatian terhadap detail pengalaman pengguna—hal yang kerap tidak menjadi prioritas utama dalam pengembangan teknologi .
Di tengah dunia AI yang masih didominasi antarmuka teks, pengalaman desain itu bisa menjadi keunggulan. Tantangannya adalah membuktikan bahwa antarmuka yang lebih visual dan intuitif dapat bekerja pada skala besar, tetap akurat, serta mampu menangani tugas-tugas rumit.
Langkah ini juga berjalan beriringan dengan agenda AI Airbnb. Pada awal 2026, Airbnb merekrut Ahmad Al-Dahle, mantan kepala Generative AI Meta, sebagai CTO baru . Chesky sebelumnya mengatakan bahwa Airbnb sedang menjadi aplikasi yang mengutamakan AI dan mengembangkan pengalaman “AI-native”—aplikasi yang tidak hanya mencari informasi untuk pengguna, tetapi juga memahami kebutuhan mereka .
Dengan demikian, Chesky tampaknya menjalankan dua taruhan sekaligus: mempercepat transformasi Airbnb menjadi perusahaan berbasis AI, sambil mendukung lab terpisah yang dapat mengeksplorasi bentuk baru produk dan antarmuka AI.
Untuk saat ini, banyak pertanyaan penting belum terjawab. Belum diketahui siapa anggota timnya, bagaimana struktur pendanaannya, dan apakah lab tersebut akan membuat model AI sendiri atau berfokus pada produk serta pengalaman pengguna .
Sebagian analis juga mempertanyakan apakah proyek pribadi itu dapat mengalihkan perhatian Chesky dari tanggung jawabnya memimpin Airbnb. Kekhawatiran tersebut disebut ikut tercermin dalam sedikit penurunan harga saham Airbnb setelah kabar mengenai proyek itu beredar .
Namun, arah strategisnya cukup terang. Setelah bertahun-tahun menyaksikan perkembangan AI dari dekat, Chesky tampaknya menyimpulkan bahwa chatbot—produk yang membawa AI ke arus utama—belum tentu menjadi antarmuka terbaik bagi konsumen.
Kini, ia menaruh sumber daya dan reputasinya di balik keyakinan tersebut. Jika berhasil, lab ini tidak hanya akan menawarkan model AI baru, tetapi juga cara berbeda bagi manusia untuk berinteraksi dengan teknologi itu.