Namun, data kuartal II 2026 dari perusahaan yang sama menceritakan kisah yang berbeda: Indeks Bitwise 10 Large Cap Crypto turun 15,4%, menandai kuartal ketiga berturut-turut dengan return negatif — rekor terpanjang sejak 2022 . ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar kuartalan terburuk dalam sejarah sebesar $4,9 miliar . Bitcoin sendiri turun sekitar 52% dari all-time high-nya di sekitar $124.739 ke level terendah di dekat $58.566 .
Artikel ini mengupas setiap argumen utama dalam proyeksi akhir 2026 dari Hougan — sisi bullish, argumen bearish, dan apa yang masih belum pasti.
Tesis sentral Hougan adalah bahwa permintaan institusional meningkat secara struktural. Dalam kerangka alokasi portofolio konvensional 1%, Hougan mengatakan eksposur Bitcoin institusional efektif telah naik mendekati 4–5%, naik signifikan dari tahun-tahun sebelumnya . Ia berargumen bahwa triliunan dolar akan mengalir dari dana pensiun, dana kekayaan negara (sovereign wealth funds), keluarga kaya (family offices), dan penasihat keuangan dalam dekade berikutnya . Dalam wawancara dengan CoinDesk, Hougan memprediksi bahwa investor profesional pertama yang akan melakukan alokasi besar-besaran adalah penasihat keuangan dan family offices, diikuti oleh kumpulan dana yang lebih besar seperti yayasan, dana abadi, perusahaan asuransi, dan bank sentral .
Target harga jangka panjang terkait dari Hougan termasuk Bitcoin mencapai antara $250.000 hingga $400.000 dalam siklus bullish berikutnya, $1,3 juta pada tahun 2035, dan bahkan $6,5 juta dalam 20 tahun . Perkiraan ini harus diperlakukan sebagai skenario, bukan tujuan yang dijamin, karena Hougan sendiri mengakui bahwa target harga Bitcoin sebelumnya dari Bitwise dan pihak lain pernah meleset atau direvisi secara tajam .
Sinyal waktu pasar yang paling sering dikutip Hougan bersifat perilaku: 'Berita buruk sudah tidak lagi menggerakkan pasar. Para penjual sudah pergi. Ketika berita buruk berhenti menggerakkan pasar, itu menandai dasar (bottom)' . Ia berpendapat bahwa basis penjual sudah kelelahan sementara pemegang jangka panjang dan dompet paus (yang memegang setidaknya 10.000 BTC) melakukan akumulasi pada tingkat tertinggi dalam enam bulan, memperketat pasokan .
Peristiwa besar yang membentuk pandangan Hougan pada Agustus 2026 adalah eksploitasi dompet perangkat keras (hardware wallet) Coldcard. Sebuah bug firmware yang diperkenalkan pada Maret 2021 oleh produsen asal Kanada, Coinkite, secara diam-diam melemahkan keacakan yang digunakan untuk menghasilkan seed phrase pada perangkat Coldcard yang terpengaruh, memungkinkan penyerang menguras lebih dari $130 juta dari dompet yang dikelola sendiri (self-custody) . Galaxy Research melacak lebih dari 2.000 BTC dicuri dari lebih dari 5.200 alamat .
Hougan dan analis lain berpendapat bahwa hal ini merusak kepercayaan terhadap self-custody dan mempercepat pergeseran perilaku menuju ETF Bitcoin spot yang teregulasi sebagai alternatif yang lebih aman . Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, mencatat bahwa lonjakan arus masuk terjadi bersamaan dengan berita Coldcard, meskipun ia tidak berani menyimpulkan hubungan sebab-akibat: 'Saya tidak mengatakan ini terkait, kami hanya belum tahu' .
Pada pekan yang berakhir 7 Agustus, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar $853,54 juta, pekan terkuat mereka sejak pertengahan April . IBIT milik BlackRock menyumbang sekitar $693 juta, atau sekitar 81% dari total arus . Angka ini membalikkan arus keluar sebesar $61,5 juta pada pekan sebelumnya dan membawa total arus masuk bersih kumulatif sejak peluncuran menjadi $52,18 miliar . Arus masuk mingguan ini kira-kira lima kali lipat total arus masuk di bulan Juli yang hanya $172,4 juta .
Namun, dominasi satu dana ini menimbulkan pertanyaan. Seperti yang dicatat Yahoo Finance, 'pemulihan ini tampak kurang seperti keterlibatan kembali institusional yang luas dan lebih seperti satu dana yang melakukan sebagian besar pekerjaan berat' .
Pada pertengahan Agustus 2026, Bitcoin telah diperdagangkan dalam kisaran yang sempit di sekitar $65.000 dengan volatilitas yang menurun. Hougan dan analis lain menunjukkan bahwa rezim volatilitas rendah seperti ini secara historis mendahului pergerakan arah yang besar .
Argumen tandingan terkuat datang dari data Review Pasar Kripto Q2 2026 milik Bitwise sendiri. Indeks Bitwise 10 Large Cap Crypto turun 15,4%, dengan 8 dari 10 konstituennya mengalami penurunan . ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar kuartalan terburuk dalam sejarah sebesar $4,9 miliar . Ini menandai penurunan kuartalan ketiga berturut-turut — rekor terpanjang sejak 2022 . Aktivitas on-chain, volume perdagangan, dan aset DeFi semuanya merosot, sementara korelasi kripto dengan saham meningkat .
Bitcoin jatuh sekitar 52–53% dari harga tertinggi sepanjang masa di sekitar $124.739 (yang dicapai pada Oktober 2025) ke level terendah di dekat $58.566 pada Juni 2026 . Harga sempat turun di bawah $60.000, level terendah sejak 2024 .
Bitcoin telah berjuang untuk menembus dan bertahan di atas level $70.000, dengan $65.000 bertindak sebagai zona konsolidasi, bukan landasan peluncuran . Pasar prediksi hanya memberikan Bitcoin peluang 16% untuk menembus $100.000 pada tahun 2026 .
Kejelasan regulasi kripto di AS, termasuk CLARITY Act yang mandek, masih belum terselesaikan, menciptakan bayang-bayang yang terus-menerus menghantui jadwal adopsi institusional . Hougan sendiri telah menyatakan bahwa kemajuan dalam regulasi AS adalah salah satu dari tiga kondisi esensial agar Bitcoin dapat mencapai rekor tertinggi baru .
Volume derivatif yang tinggi dibandingkan volume spot menandakan spekulasi berlebihan dan potensi risiko likuidasi berantai, bukan permintaan spot yang asli. Pola ini telah mendahului koreksi di siklus sebelumnya.
Meskipun terjadi minggu arus masuk baru-baru ini, arus keluar bersih tahun berjalan (year-to-date) dari ETF Bitcoin spot masih sekitar $4,5 miliar pada awal Agustus . Arus masuk Agustus, meskipun kuat, hanya mewakili satu minggu setelah berbulan-bulan arus keluar yang persisten.
Tesis Hougan bertumpu pada gagasan bahwa aliran adopsi institusional akan segera mengalahkan hambatan siklis. Namun, data Q2 2026 — termasuk indeks Bitwise sendiri — menunjukkan sebaliknya: arus keluar ETF yang memecahkan rekor, harga yang menurun, dan rekor terpanjang penurunan sejak 2022.
Minggu arus masuk ETF yang terkait dengan insiden Coldcard memang menggembirakan, tetapi hanya mewakili satu titik data setelah berbulan-bulan arus keluar. Apakah ini menandai perubahan rezim yang sesungguhnya atau hanya rotasi sementara masih menjadi pertanyaan terbuka. Seperti yang dicatat Hougan sendiri, jalur Bitcoin sangat bergantung pada faktor makroekonomi dan regulasi yang sejalan .