Berikut adalah cara kerja noRecognition, apa yang sebenarnya terjadi dalam demo Def Con, dan bagaimana Anda bisa membeli pola-pola ini dalam bentuk pakaian.
noRecognition adalah proyek riset anti-pengawasan yang digagas oleh Bill Swearingen, seorang profesional keamanan siber asal Kansas City dan pendiri komunitas meetup SecKC serta perusahaan SIXCYBER. Proyek ini menghasilkan pola visual adversarial yang dirancang untuk mencegah sistem pengawasan otomatis mendeteksi orang, wajah, kendaraan, dan objek . Pola-pola ini dicetak pada kain atau vinil dan diaplikasikan ke pakaian atau permukaan kendaraan. Pola ini tidak menghentikan perekaman video biasa—fungsinya khusus untuk mengelabui perangkat lunak deteksi dan klasifikasi objek yang berjalan di kamera tersebut .
Swearingen menjelaskan pendekatannya kepada TechCrunch: pola-pola ini mengeksploitasi lapisan klasifikasi jaringan saraf tiruan (neural network), menciptakan sinyal visual yang tidak bisa diurai oleh model menjadi kategori yang dikenali . Bagi mata manusia, polanya terlihat seperti desain abstrak dan semrawut. Namun bagi AI, objek tersebut pada dasarnya tidak terlihat.
Swearingen membangun model pembelajaran penguatan yang secara berulang menghasilkan pola dan mengujinya terhadap 11 algoritma deteksi visi komputer sumber terbuka yang berbeda . Dalam setiap pengujian, model belajar fitur visual mana yang menyebabkan deteksi gagal dan kemudian menyempurnakan polanya.
Setelah sekitar 31 juta pengujian (beberapa sumber menyebut 31,7 juta) yang berlangsung selama kurang lebih setahun, model tersebut berhasil menemukan desain yang secara konsisten membuat algoritma-algoritma itu gagal mengklasifikasikan apa pun yang ditutupi pola tersebut . Swearingen menggambarkan proses ini seperti mengajari model "cara melukis"—sistem belajar menghasilkan tekstur yang memaksimalkan kebingungan pada perangkat lunak deteksi .
Dalam uji digital terkontrol menggunakan bobot model asli yang diekstrak, tekstur noRecognition yang menutupi penuh objek berhasil mendorong detektor pengawasan f-YOLOv5 ke tingkat non-deteksi sebesar 61,7% pada 240 gambar pakaian yang diuji, dengan peningkatan +0,537 dibandingkan baseline tanpa pola .
Apa yang berhasil dikalahkan pola-pola ini dalam pengujian laboratorium:
Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Swearingen melakukan uji coba publik dunia nyata pertama dari pola noRecognition di konferensi keamanan siber Def Con di Las Vegas . Bekerja sama dengan media otomotif Donut Media, ia menutupi Toyota Yaris 2009 dengan salah satu pola buatan komputernya dan mengemudikannya melewati kamera pembaca pelat nomor Flock .
Swearingen melaporkan bahwa Yaris tersebut lolos dari deteksi otomatis sepenuhnya—kamera Flock tidak bisa mengidentifikasi kendaraan atau membaca pelat nomornya, sementara perekaman video biasa tetap berjalan tanpa masalah . Roda mobil disebut sebagai tantangan, namun secara keseluruhan uji coba ini dianggap efektif .
Catatan penting tentang demo: Verifikasi independen atas klaim ini masih terbatas. TechCrunch mencatat bahwa hasilnya lebih sempit dari sekadar kendaraan yang menjadi "tak terlihat"—kamera tetap merekam video, sementara video demonstrasi dan data log tidak dipublikasikan . Bukti di dunia nyata saat ini baru terbatas pada satu pengujian Def Con melawan satu model kamera, dan hal ini masih menjadi bahan diskusi .
Tujuan Swearingen adalah mengubah noRecognition menjadi alat praktis untuk privasi publik—sebuah cara bagi orang-orang untuk memilih keluar dari pengawasan algoritmik tanpa perlu keahlian teknis .
Ia meluncurkan kampanye Kickstarter yang berlangsung bersamaan dengan presentasi risetnya di Black Hat dan Def Con pada awal Agustus 2026 . Ia mengumumkan di LinkedIn: "Kaos, hoodie, dan buff leher dicetak dengan pola yang benar-benar berfungsi"—dirilis pada saat yang sama dengan risetnya .
Produk saat ini dan yang direncanakan:
| Produk | Status |
|---|---|
| T-shirt | Tersedia melalui kampanye Kickstarter |
| Hoodie | Tersedia melalui kampanye Kickstarter |
| Neck buff / gaiter | Tersedia melalui kampanye Kickstarter |
| Pembungkus kendaraan / skin | Direncanakan setelah lini pakaian jadi |
Hingga pertengahan Agustus 2026, kampanye Kickstarter telah mengumpulkan lebih dari $40.000 . Pendukung yang membayar lebih bisa meminta pola kustom yang "dibuat, diuji, dan tidak pernah dirilis, diperlihatkan, atau dicetak untuk orang lain" . Aplikasi pembungkus kendaraan disebut sebagai langkah selanjutnya setelah lini pakaian berjalan .
Proyek ini tetap merupakan inisiatif riset privasi, bukan produk komersial yang sudah terbukti . Pengujian laboratorium menunjukkan keberhasilan melawan algoritma tertentu, tetapi kinerja di dunia nyata terhadap berbagai sistem pengawasan yang ada belum diaudit atau dijamin secara independen .
Swearingen juga mengakui adanya area abu-abu secara hukum: mengemudikan mobil yang dibungkus pola menimbulkan pertanyaan di tiap negara bagian AS soal penghalangan pelat nomor, dan pola-polanya secara sengaja dirancang untuk tidak menutupi area pelat nomor .
Untuk saat ini, noRecognition menawarkan gambaran tentang masa depan di mana individu bisa memilih keluar dari pengawasan algoritmik hanya dengan mengenakan pola yang tepat. Namun Swearingen sendiri, bersama dengan beberapa media, telah berhati-hati untuk menekankan bahwa ini adalah riset—bukan jubah ajaib—dan bahwa bukti yang ada masih berupa satu uji coba kamera yang dokumentasinya tidak dipublikasikan .
Berikut adalah cara kerja noRecognition, apa yang sebenarnya terjadi dalam demo Def Con, dan bagaimana Anda bisa membeli pola-pola ini dalam bentuk pakaian.
noRecognition adalah proyek riset anti-pengawasan yang digagas oleh Bill Swearingen, seorang profesional keamanan siber asal Kansas City dan pendiri komunitas meetup SecKC serta perusahaan SIXCYBER. Proyek ini menghasilkan pola visual adversarial yang dirancang untuk mencegah sistem pengawasan otomatis mendeteksi orang, wajah, kendaraan, dan objek . Pola-pola ini dicetak pada kain atau vinil dan diaplikasikan ke pakaian atau permukaan kendaraan. Pola ini tidak menghentikan perekaman video biasa—fungsinya khusus untuk mengelabui perangkat lunak deteksi dan klasifikasi objek yang berjalan di kamera tersebut .
Swearingen menjelaskan pendekatannya kepada TechCrunch: pola-pola ini mengeksploitasi lapisan klasifikasi jaringan saraf tiruan (neural network), menciptakan sinyal visual yang tidak bisa diurai oleh model menjadi kategori yang dikenali . Bagi mata manusia, polanya terlihat seperti desain abstrak dan semrawut. Namun bagi AI, objek tersebut pada dasarnya tidak terlihat.
Swearingen membangun model pembelajaran penguatan yang secara berulang menghasilkan pola dan mengujinya terhadap 11 algoritma deteksi visi komputer sumber terbuka yang berbeda . Dalam setiap pengujian, model belajar fitur visual mana yang menyebabkan deteksi gagal dan kemudian menyempurnakan polanya.
Setelah sekitar 31 juta pengujian (beberapa sumber menyebut 31,7 juta) yang berlangsung selama kurang lebih setahun, model tersebut berhasil menemukan desain yang secara konsisten membuat algoritma-algoritma itu gagal mengklasifikasikan apa pun yang ditutupi pola tersebut . Swearingen menggambarkan proses ini seperti mengajari model "cara melukis"—sistem belajar menghasilkan tekstur yang memaksimalkan kebingungan pada perangkat lunak deteksi .
Dalam uji digital terkontrol menggunakan bobot model asli yang diekstrak, tekstur noRecognition yang menutupi penuh objek berhasil mendorong detektor pengawasan f-YOLOv5 ke tingkat non-deteksi sebesar 61,7% pada 240 gambar pakaian yang diuji, dengan peningkatan +0,537 dibandingkan baseline tanpa pola .
Apa yang berhasil dikalahkan pola-pola ini dalam pengujian laboratorium:
Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Swearingen melakukan uji coba publik dunia nyata pertama dari pola noRecognition di konferensi keamanan siber Def Con di Las Vegas . Bekerja sama dengan media otomotif Donut Media, ia menutupi Toyota Yaris 2009 dengan salah satu pola buatan komputernya dan mengemudikannya melewati kamera pembaca pelat nomor Flock .
Swearingen melaporkan bahwa Yaris tersebut lolos dari deteksi otomatis sepenuhnya—kamera Flock tidak bisa mengidentifikasi kendaraan atau membaca pelat nomornya, sementara perekaman video biasa tetap berjalan tanpa masalah . Roda mobil disebut sebagai tantangan, namun secara keseluruhan uji coba ini dianggap efektif .
Catatan penting tentang demo: Verifikasi independen atas klaim ini masih terbatas. TechCrunch mencatat bahwa hasilnya lebih sempit dari sekadar kendaraan yang menjadi "tak terlihat"—kamera tetap merekam video, sementara video demonstrasi dan data log tidak dipublikasikan . Bukti di dunia nyata saat ini baru terbatas pada satu pengujian Def Con melawan satu model kamera, dan hal ini masih menjadi bahan diskusi .
Tujuan Swearingen adalah mengubah noRecognition menjadi alat praktis untuk privasi publik—sebuah cara bagi orang-orang untuk memilih keluar dari pengawasan algoritmik tanpa perlu keahlian teknis .
Ia meluncurkan kampanye Kickstarter yang berlangsung bersamaan dengan presentasi risetnya di Black Hat dan Def Con pada awal Agustus 2026 . Ia mengumumkan di LinkedIn: "Kaos, hoodie, dan buff leher dicetak dengan pola yang benar-benar berfungsi"—dirilis pada saat yang sama dengan risetnya .
Produk saat ini dan yang direncanakan:
| Produk | Status |
|---|---|
| T-shirt | Tersedia melalui kampanye Kickstarter |
| Hoodie | Tersedia melalui kampanye Kickstarter |
| Neck buff / gaiter | Tersedia melalui kampanye Kickstarter |
| Pembungkus kendaraan / skin | Direncanakan setelah lini pakaian jadi |
Hingga pertengahan Agustus 2026, kampanye Kickstarter telah mengumpulkan lebih dari $40.000 . Pendukung yang membayar lebih bisa meminta pola kustom yang "dibuat, diuji, dan tidak pernah dirilis, diperlihatkan, atau dicetak untuk orang lain" . Aplikasi pembungkus kendaraan disebut sebagai langkah selanjutnya setelah lini pakaian berjalan .
Proyek ini tetap merupakan inisiatif riset privasi, bukan produk komersial yang sudah terbukti . Pengujian laboratorium menunjukkan keberhasilan melawan algoritma tertentu, tetapi kinerja di dunia nyata terhadap berbagai sistem pengawasan yang ada belum diaudit atau dijamin secara independen .
Swearingen juga mengakui adanya area abu-abu secara hukum: mengemudikan mobil yang dibungkus pola menimbulkan pertanyaan di tiap negara bagian AS soal penghalangan pelat nomor, dan pola-polanya secara sengaja dirancang untuk tidak menutupi area pelat nomor .
Untuk saat ini, noRecognition menawarkan gambaran tentang masa depan di mana individu bisa memilih keluar dari pengawasan algoritmik hanya dengan mengenakan pola yang tepat. Namun Swearingen sendiri, bersama dengan beberapa media, telah berhati-hati untuk menekankan bahwa ini adalah riset—bukan jubah ajaib—dan bahwa bukti yang ada masih berupa satu uji coba kamera yang dokumentasinya tidak dipublikasikan .