Prosesnya secara sederhana seperti ini:
Karena gangguan napas sesekali bisa terjadi secara normal, Apple tidak menilai hanya dari satu malam tidur. Sistemnya melihat pola dalam jangka waktu lebih panjang.
Jika gangguan napas dengan status “Elevated” muncul pada lebih dari setengah malam yang dianalisis dalam periode tersebut, Apple Watch akan mengirim Sleep Apnea Notification kepada pengguna.
Pendekatan ini bertujuan mengurangi kemungkinan alarm palsu dan lebih fokus pada pola yang konsisten—yang dapat mengarah pada indikasi sleep apnea sedang hingga berat, bukan sekadar gangguan napas sesekali.
Fitur Sleep Apnea Notification pada Apple Watch mendapatkan clearance dari U.S. Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2024.
FDA mengklasifikasikannya sebagai aplikasi medis mobile yang dijual bebas (over‑the‑counter) yang bertujuan mengidentifikasi pola gangguan pernapasan yang mungkin mengarah ke sleep apnea sedang hingga berat, lalu memberi notifikasi kepada pengguna.
Persetujuan ini menunjukkan bahwa regulator telah meninjau teknologi tersebut dan menilai bahwa fitur tersebut bekerja sesuai tujuan. Namun demikian, Apple tetap menegaskan bahwa fitur ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis atau mengobati sleep apnea secara langsung.
Jika Apple Watch menemukan pola yang konsisten dengan kemungkinan sleep apnea, pengguna akan menerima notifikasi dan dapat melihat detailnya di aplikasi Health.
Informasi yang tersedia biasanya mencakup:
Data tersebut dapat membantu dokter melakukan evaluasi lebih lanjut dan menentukan apakah pemeriksaan medis tambahan—seperti studi tidur—diperlukan.
Sleep apnea sering tidak terdiagnosis karena gejalanya terjadi saat seseorang sedang tidur. Banyak orang tidak menyadari bahwa napas mereka berhenti atau terganggu di malam hari.
Dengan memantau gangguan napas setiap malam dan menganalisis pola jangka panjang, Apple Watch berpotensi membantu pengguna menyadari tanda peringatan lebih awal. Peluncuran fitur Sleep Apnea Notifications di India juga menunjukkan bagaimana perangkat wearable semakin berkembang dari sekadar pelacak aktivitas menjadi alat pemantauan kesehatan preventif.
Comments
0 comments