Aplikasi Qwen dari Alibaba kini menawarkan tiga tingkatan berlangganan bulanan untuk Office Assistant, dengan paket tahunan diskon yang juga tersedia. Ketiga tingkatan tersebut mencakup akses ke model flagship Qwen terbaru .
| Tingkatan | Bulanan (¥) | Tahunan (¥) | Tahunan (≈Rp) | Pengali Kuota |
|---|---|---|---|---|
| Premium (entry) | ¥19 | ¥200 | ~Rp 420.000 | Hingga 2x |
| Elite (mid) | ¥49 | ¥568 | ~Rp 1,2 juta | Hingga 5x |
| Flagship (top) | ¥128 | ¥1.499 | ~Rp 3,1 juta | Hingga 20x |
Harga tersebut dikonfirmasi melalui daftar harga di dalam aplikasi Qwen dan Apple App Store . Paket Premium entry-level — sekitar Rp 40.000 per bulan atau Rp 420.000 per tahun — sengaja dibuat rendah untuk menguji kesediaan pengguna membayar tanpa membuat pengguna gratis kabur
.
Fitur pembuatan video AI tidak termasuk dalam ketiga tingkatan asisten kantor tersebut. Sebagai gantinya, fitur ini dijual secara terpisah dalam bentuk paket kredit individual. Harganya mulai dari ¥26 hingga ¥968, tergantung volume kredit yang dibeli . Penetapan harga terpisah ini merupakan pilihan yang mencolok: Alibaba memperlakukan pembuatan video sebagai kemampuan premium yang berbeda, bukan menggabungkannya ke dalam langganan produktivitas umum.
Keputusan Alibaba untuk memonetisasi asisten kantor Qwen didorong oleh empat faktor utama, menurut berbagai laporan:
1. Tekanan untuk mengembalikan investasi AI yang besar. Alibaba telah mengeluarkan belanja infrastruktur yang sangat besar untuk Qwen. Menjalankan model bahasa besar dan agen multi-modal dalam skala besar membutuhkan sumber daya komputasi yang sangat besar, sehingga monetisasi menjadi krusial untuk mengimbangi biaya infrastruktur yang terus meningkat . Langganan berbayar ini menandakan bahwa perusahaan AI China beralih dari strategi akuisisi pengguna dengan biaya berapa pun menuju pembangunan aliran pendapatan yang berkelanjutan
.
2. Mengikuti cetak biru Doubao yang sudah terbukti. Doubao milik ByteDance telah memperkenalkan tingkatan produktivitas profesional berbayar beberapa bulan sebelumnya. Struktur Qwen — percakapan dasar gratis dengan akses profesional berbayar — sangat mirip dengan model Doubao . Analis menggambarkan ini sebagai perlombaan kompetitif untuk membangun bisnis AI konsumen yang layak di China
. Kedua aplikasi menargetkan definisi "pengguna profesional" yang sama: mereka yang memiliki kebutuhan kantor dengan frekuensi tinggi dan berat
.
3. Menargetkan pengguna kantor dengan frekuensi tinggi. Paket berbayar sengaja ditujukan untuk para profesional yang mengandalkan asisten untuk tugas kerja sehari-hari. Mereka adalah pengguna yang paling mungkin mencapai kuota gratis dan paling bersedia membayar untuk kapasitas yang diperluas .
4. Menguji sensitivitas harga dengan titik masuk yang rendah. Dengan harga ¥19 per bulan (sekitar Rp 40.000), paket Premium dibanderol untuk meminimalkan risiko churn sambil tetap mengumpulkan data tentang berapa banyak yang bersedia dibayar pengguna . Jika konsumen menerima tingkatan awal, Alibaba nantinya dapat mendorong peningkatan ke Elite dan Flagship.
Langganan asisten kantor Qwen hanyalah salah satu bagian dari upaya Alibaba yang lebih besar untuk mengubah investasi AI-nya menjadi pendapatan berulang. Secara paralel, Alibaba juga mengejar monetisasi perusahaan — membebani biaya untuk perusahaan besar atas model khusus dan bagi hasil pada penerapan open-weight . Perusahaan juga diam-diam meluncurkan langganan standar terpisah sebesar ¥98 per bulan untuk produk Qwen Office korporatnya pada 3 Agustus 2026, hanya seminggu sebelum tingkatan konsumen diluncurkan
.
Tencent juga telah bergabung dalam perlombaan ini, memperkenalkan tingkatan AI pribadi dengan harga antara ¥99 dan ¥999, menegaskan bahwa AI konsumen berbayar kini telah menjadi standar di lanskap teknologi China .