Robot darat yang diangkut drone ke belakang garis Rusia menjadi salah satu klaim paling mencolok dari Operasi Vivaldi. Namun, bagi pembaca, penting membedakan antara apa yang dilaporkan militer Ukraina dan apa yang telah dinilai secara independen. Korps Angkatan Darat Ketiga Ukraina menggambarkan Vivaldi sebagai serangan balasan di utara dan barat laut Lyman, wilayah Donetsk utara, yang memadukan manuver mengapit, serangan terhadap jalur pasokan, perlindungan dari drone Rusia, dan penggunaan robot darat.
32
36
Kapan operasi berlangsung, dan apa hasil yang diklaim?
Komandan korps, Andrii Biletskyi, mengonfirmasi Vivaldi kepada publik pada 15 September 2026. Laporan mengenai fase pertamanya menyebut operasi dimulai pada Mei, tanpa menetapkan tanggal mulainya secara pasti. Korps mengumumkan hasil fase kedua pada 20 September.
32
37
2
Menurut korps, pasukannya bersama unit yang diperbantukan bergerak mengapit posisi Rusia, bukan merebut permukiman lewat serangan langsung.
13 Biletskyi menyatakan Ukraina memperoleh kembali 40 km² pada fase kedua, membebaskan Shandryholove dan Derylove, serta menguasai sepenuhnya Drobysheve. Ia menyebut total 125 km² kembali berada di bawah kendali Ukraina selama dua fase, termasuk 50 km² yang sebelumnya diduduki Rusia. Artinya, angka 125 km² tidak seluruhnya merujuk pada wilayah yang direbut dari pendudukan; angka itu juga mencakup wilayah yang menurut Ukraina telah dibersihkan dari penyusupan pasukan Rusia.
2
31
24
47
Korps juga melaporkan sekitar 800 tentara Rusia tewas pada fase kedua dan lebih dari 3.000 kerugian personel Rusia sepanjang dua fase. Keduanya adalah ukuran yang berbeda dan tidak boleh disamakan.
24
47
Apa peran robot dan pertahanan terhadap drone?
Korps menyatakan drone pengebom berat yang diterbangkan Brigade Serbu Ketiga mengangkut kendaraan darat tanpa awak bermuatan peledak—yang mereka sebut robot “kamikaze”—hingga lebih dari 10 kilometer di belakang garis Rusia, lalu melepaskannya untuk melanjutkan misi di darat. Seorang perwira intelijen korps mengatakan robot itu menyerang titik komando Rusia yang sebelumnya diidentifikasi melalui pengintaian. Biletskyi menyebut pengerahan lewat udara tersebut sebagai yang pertama di dunia, tetapi klaim itu belum terbukti secara independen.
38
15
6
Untuk melindungi gerak maju pasukan, korps menyatakan unit perang elektroniknya mengganggu lebih dari 20.000 misi drone Rusia. Korps juga menyebut pertahanan udara bekerja bersama unit perang elektronik untuk membatasi pengintaian Rusia dari udara. Laporan yang tersedia tidak memberikan jumlah intersepsi pertahanan udara yang diverifikasi secara terpisah.
31
4
10
Di dekat Shandryholove, robot darat mendapat tugas lain: menurut korps, mesin-mesin itu membersihkan 30 kilometer jalur yang terdampak ranjau dalam dua malam, tanpa korban di kalangan personel penjinak ranjau selama pekerjaan tersebut. Angka 30 kilometer mengukur panjang jalur yang dibersihkan, bukan luas wilayah yang direbut kembali.
1
Berapa banyak misi serangan yang dilaporkan?
Korps melaporkan 36.000 misi serangan pada fase pertama. Sasaran yang disebut mencakup depot bahan bakar lapangan di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia, dengan tujuan mengganggu pasokan, serta pos komando, titik komunikasi, depot amunisi, dan kendaraan. Jumlah misi serangan bukan berarti 36.000 sasaran dipastikan terkena atau hancur.
34
24
48
Apa yang sudah dinilai secara independen?
Institute for the Study of War (ISW), lembaga kajian konflik, mengidentifikasi adanya serangan balasan Ukraina di dekat Lyman. ISW juga menilai serangan terhadap logistik dan kemampuan perang elektronik Rusia turut memungkinkan manuver Ukraina. Namun, penilaian itu tidak memverifikasi secara terpisah rincian pengerahan robot, jumlah misi drone Rusia yang terganggu, angka kerugian personel, ataupun keseluruhan luas wilayah yang diklaim korps. Banyak laporan mengenai rincian tersebut bersumber dari pernyataan militer Ukraina.
32
36
6
2
Apa kaitannya dengan “Army of Robots”?
Pada 26 September, Mykhailo Fedorov mengumumkan inisiatif Army of Robots untuk mengembangkan dan memperluas penggunaan robot militer dalam tugas-tugas berbahaya di garis depan. Vivaldi memberi gambaran jenis pekerjaan yang ingin dialihkan kepada mesin. Namun, inisiatif itu diumumkan setelah korps memaparkan hasil operasinya pada September, sehingga tidak dapat disebut sebagai pengarah Operasi Vivaldi.
22
17
1
Inisiatif tersebut hadir di tengah berkembangnya sektor robot darat Ukraina. Fedorov mengatakan lebih dari 200 perusahaan mengerjakan sistem robot darat dan menyampaikan rencana pengadaan 25.000 kendaraan darat tanpa awak pada paruh pertama 2026—dua kali jumlah yang dilaporkan untuk sepanjang 2025. Angka-angka ini menggambarkan skala sektor dan rencana pengadaan, bukan jumlah robot yang telah dipastikan digunakan dalam Vivaldi.
19
18