WHO mengecam serangan terbaru yang memengaruhi Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dengan menyatakan bahwa dalam beberapa minggu sebelumnya telah terjadi beberapa serangan terhadap fasilitas medis yang menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta evakuasi paksa pasien dan staf.
Serangan semacam ini memperparah kondisi sistem kesehatan yang sudah sangat kewalahan.
Kerusakan luas akibat konflik membuat infrastruktur kesehatan Gaza sulit pulih bahkan selama masa gencatan senjata.
Menurut pejabat WHO:
Banyak fasilitas medis juga menghadapi kekurangan listrik, bahan bakar, air, serta tenaga medis. Kondisi ini membatasi kemampuan rumah sakit untuk melakukan operasi, merawat pasien di unit perawatan intensif, atau menangani layanan penting seperti kesehatan ibu dan pengobatan penyakit kronis.
WHO melaporkan bahwa fasilitas kesehatan di Gaza mengalami kekurangan serius berbagai kebutuhan medis.
Rumah sakit dan klinik melaporkan:
Untuk membantu menstabilkan situasi, WHO mengatakan telah menyalurkan sekitar 60 juta dolar AS dalam bentuk pasokan medis penting ke wilayah Palestina yang diduduki sepanjang 2025. Namun kebutuhan di lapangan masih jauh lebih besar dibandingkan bantuan yang tersedia.
Laporan kemanusiaan PBB menyebutkan bahwa pembatasan administratif dan keamanan terhadap bantuan masih memperlambat masuknya pasokan penting ke Gaza bahkan setelah gencatan senjata.
Pembatasan ini tidak hanya berdampak pada bahan bangunan, tetapi juga pada peralatan yang diperlukan untuk memperbaiki rumah sakit serta sistem air dan sanitasi.
Organisasi bantuan mengatakan bahwa keterbatasan akses tersebut menyulitkan upaya mereka membantu warga sipil.
Situasi ini memperlambat upaya memulihkan layanan kesehatan dan memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
Implementasi gencatan senjata juga menjadi topik utama dalam diskusi internasional di Dewan Keamanan PBB.
Diskusi di Dewan Keamanan umumnya berfokus pada dua isu utama: memastikan gencatan senjata tetap bertahan dan meningkatkan secara drastis akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Penilaian WHO secara konsisten menekankan bahwa gencatan senjata memang menurunkan skala pertempuran, tetapi belum menyelesaikan krisis kesehatan di Gaza. Beberapa faktor utama yang mempertahankan keadaan darurat tersebut antara lain:
Gabungan kondisi ini membuat sistem kesehatan Gaza tetap berada di bawah tekanan ekstrem bahkan selama periode relatif lebih tenang dalam konflik.
Bagi badan-badan kemanusiaan, tantangan utama saat ini adalah memulihkan kapasitas layanan kesehatan dasar sekaligus memastikan akses bantuan yang berkelanjutan serta perlindungan bagi fasilitas medis dan tenaga kesehatan.
Comments
0 comments