Berkas-berkas pengadilan yang diajukan di Delaware, Amerika Serikat, mengungkap skema penipuan besar-besaran yang didalangi oleh pendiri sekaligus CEO VideoVerse, Vinayak Shrivastav. Berikut rinciannya:
Dokumen Merger Palsu: Shrivastav diduga menggunakan dokumen merger palsu untuk menipu investor dan kreditur mengenai keabsahan kesepakatan dengan Minute Media .
Pinjaman Fiktif $55 Juta: Firma investasi Lingotto mengaku menjadi korban. Mereka mengatakan Shrivastav memberikan screenshot saldo bank palsu dan tanda tangan CEO Minute Media yang dipalsukan untuk mengamankan pinjaman sebesar $55 juta. Berdasarkan dokumen palsu itu, Lingotto mentransfer $53 juta pada 1 Oktober 2025 . Kini Lingotto menggugat untuk mendapatkan kembali $64 juta (pokok plus biaya) . Cicilan pertama sebesar $4 juta yang jatuh tempo pada 31 Maret 2026 tidak pernah dibayar .
Tanda Tangan Palsu Mantan COO: Sabya Das, mantan COO VideoVerse, menuduh Shrivastav memalsukan tanda tangannya pada perjanjian pinjaman dan pembelian kembali saham (share repurchase) setelah akuisisi Minute Media ditutup. Tindakan ini diduga dilakukan untuk menguras puluhan juta dolar dari perusahaan . Das kini menuntut ganti rugi sebesar $75,9 juta .
Investor Jadi Korban: Bluestone Capital, investor yang menyuntikkan dana ke VideoVerse pada 2023, juga menggugat. Mereka menuduh startup tersebut melanggar ketentuan investasi dan menolak membayarkan hasil akuisisi kepada mereka .
Setidaknya ada empat gugatan hukum yang kini ditangani oleh Pengadilan Chancery Delaware, AS:
| Penggugat | Tuntutan | Jumlah yang Diminta |
|---|---|---|
| Bluestone Capital (Investor) | Penipuan, pelanggaran ketentuan investasi, penolakan membayar hasil akuisisi | Tidak disebutkan / ganti rugi |
| Lingotto (Pemberi Pinjaman) | Penipuan terkait pinjaman $55 juta berdasarkan dokumen palsu | ~$64 juta |
| Minute Media (Pembeli) | Pembatalan kontrak akibat misrepresentasi dan ketidaksesuaian data | Tidak disebutkan |
| Sabya Das (Mantan COO) | Pemalsuan tanda tangan pada dokumen pinjaman dan perjanjian saham | $75,9 juta |
Setelah skandal ini terkuak, Vinayak Shrivastav seolah 'lenyap' dari peredaran. Beberapa laporan menyebutkan bahwa ia diduga tinggal di Palm Jumeirah, Dubai . TechCrunch menulis bahwa Shrivastav telah "secara efektif menghilang" dari India dan AS, dan dokumen hukum menggambarkannya sebagai sosok yang tidak bisa dihubungi . Ia akhirnya dipecat dari jabatan CEO pada akhir April 2026 . Kini, ia menghadapi potensi tuntutan perdata dan pidana di India dan Amerika Serikat .
Berkas-berkas pengadilan yang diajukan di Delaware, Amerika Serikat, mengungkap skema penipuan besar-besaran yang didalangi oleh pendiri sekaligus CEO VideoVerse, Vinayak Shrivastav. Berikut rinciannya:
Dokumen Merger Palsu: Shrivastav diduga menggunakan dokumen merger palsu untuk menipu investor dan kreditur mengenai keabsahan kesepakatan dengan Minute Media .
Pinjaman Fiktif $55 Juta: Firma investasi Lingotto mengaku menjadi korban. Mereka mengatakan Shrivastav memberikan screenshot saldo bank palsu dan tanda tangan CEO Minute Media yang dipalsukan untuk mengamankan pinjaman sebesar $55 juta. Berdasarkan dokumen palsu itu, Lingotto mentransfer $53 juta pada 1 Oktober 2025 . Kini Lingotto menggugat untuk mendapatkan kembali $64 juta (pokok plus biaya) . Cicilan pertama sebesar $4 juta yang jatuh tempo pada 31 Maret 2026 tidak pernah dibayar .
Tanda Tangan Palsu Mantan COO: Sabya Das, mantan COO VideoVerse, menuduh Shrivastav memalsukan tanda tangannya pada perjanjian pinjaman dan pembelian kembali saham (share repurchase) setelah akuisisi Minute Media ditutup. Tindakan ini diduga dilakukan untuk menguras puluhan juta dolar dari perusahaan . Das kini menuntut ganti rugi sebesar $75,9 juta .
Investor Jadi Korban: Bluestone Capital, investor yang menyuntikkan dana ke VideoVerse pada 2023, juga menggugat. Mereka menuduh startup tersebut melanggar ketentuan investasi dan menolak membayarkan hasil akuisisi kepada mereka .
Setidaknya ada empat gugatan hukum yang kini ditangani oleh Pengadilan Chancery Delaware, AS:
| Penggugat | Tuntutan | Jumlah yang Diminta |
|---|---|---|
| Bluestone Capital (Investor) | Penipuan, pelanggaran ketentuan investasi, penolakan membayar hasil akuisisi | Tidak disebutkan / ganti rugi |
| Lingotto (Pemberi Pinjaman) | Penipuan terkait pinjaman $55 juta berdasarkan dokumen palsu | ~$64 juta |
| Minute Media (Pembeli) | Pembatalan kontrak akibat misrepresentasi dan ketidaksesuaian data | Tidak disebutkan |
| Sabya Das (Mantan COO) | Pemalsuan tanda tangan pada dokumen pinjaman dan perjanjian saham | $75,9 juta |
Setelah skandal ini terkuak, Vinayak Shrivastav seolah 'lenyap' dari peredaran. Beberapa laporan menyebutkan bahwa ia diduga tinggal di Palm Jumeirah, Dubai . TechCrunch menulis bahwa Shrivastav telah "secara efektif menghilang" dari India dan AS, dan dokumen hukum menggambarkannya sebagai sosok yang tidak bisa dihubungi . Ia akhirnya dipecat dari jabatan CEO pada akhir April 2026 . Kini, ia menghadapi potensi tuntutan perdata dan pidana di India dan Amerika Serikat .