Akuisisi VideoVerse oleh Minute Media senilai $250 juta (sekitar Rp4 triliun) gagal total dalam waktu 8 bulan setelah Minute Media menemukan 'ketidaksesuaian besar' dalam data perusahaan. CEO pendiri Vinayak Shrivastav kini menghadapi setidaknya 4 gugatan hukum di Delaware, termasuk dari investor Bluestone Capital,...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened with VideoVerse's $250 million acquisition by Minute Media, announced in September 2025, and what are the full details of its. Article summary: I'll research this complex case in. Topic tags: general, general web, user generated, government. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Pada September 2025, kabar akuisisi startup AI asal India, VideoVerse, oleh raksasa media olahraga Minute Media dengan nilai $250 juta (sekitar Rp4 triliun) disambut meriah. Ini dianggap sebagai 'exit' atau jalan keluar yang sempurna bagi perusahaan rintisan India . Namun, kurang dari setahun kemudian, tepatnya pada Mei 2026, Minute Media secara sepihak membatalkan akuisisi tersebut dengan alasan menemukan "ketidaksesuaian yang signifikan" dalam representasi VideoVerse
. Kini, kesepakatan yang semula dirayakan itu berubah menjadi mimpi buruk hukum yang melibatkan puluhan juta dolar dan seorang pendiri yang kabarnya 'menghilang'
.
Berkas-berkas pengadilan yang diajukan di Delaware, Amerika Serikat, mengungkap skema penipuan besar-besaran yang didalangi oleh pendiri sekaligus CEO VideoVerse, Vinayak Shrivastav. Berikut rinciannya:
Dokumen Merger Palsu: Shrivastav diduga menggunakan dokumen merger palsu untuk menipu investor dan kreditur mengenai keabsahan kesepakatan dengan Minute Media .
Pinjaman Fiktif $55 Juta: Firma investasi Lingotto mengaku menjadi korban. Mereka mengatakan Shrivastav memberikan screenshot saldo bank palsu dan tanda tangan CEO Minute Media yang dipalsukan untuk mengamankan pinjaman sebesar $55 juta. Berdasarkan dokumen palsu itu, Lingotto mentransfer $53 juta pada 1 Oktober 2025 . Kini Lingotto menggugat untuk mendapatkan kembali $64 juta (pokok plus biaya)
. Cicilan pertama sebesar $4 juta yang jatuh tempo pada 31 Maret 2026 tidak pernah dibayar
.
Tanda Tangan Palsu Mantan COO: Sabya Das, mantan COO VideoVerse, menuduh Shrivastav memalsukan tanda tangannya pada perjanjian pinjaman dan pembelian kembali saham (share repurchase) setelah akuisisi Minute Media ditutup. Tindakan ini diduga dilakukan untuk menguras puluhan juta dolar dari perusahaan . Das kini menuntut ganti rugi sebesar $75,9 juta
.
Investor Jadi Korban: Bluestone Capital, investor yang menyuntikkan dana ke VideoVerse pada 2023, juga menggugat. Mereka menuduh startup tersebut melanggar ketentuan investasi dan menolak membayarkan hasil akuisisi kepada mereka .
Setidaknya ada empat gugatan hukum yang kini ditangani oleh Pengadilan Chancery Delaware, AS:
Setelah skandal ini terkuak, Vinayak Shrivastav seolah 'lenyap' dari peredaran. Beberapa laporan menyebutkan bahwa ia diduga tinggal di Palm Jumeirah, Dubai . TechCrunch menulis bahwa Shrivastav telah "secara efektif menghilang" dari India dan AS, dan dokumen hukum menggambarkannya sebagai sosok yang tidak bisa dihubungi
. Ia akhirnya dipecat dari jabatan CEO pada akhir April 2026
. Kini, ia menghadapi potensi tuntutan perdata dan pidana di India dan Amerika Serikat
.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Akuisisi VideoVerse oleh Minute Media senilai $250 juta (sekitar Rp4 triliun) gagal total dalam waktu 8 bulan setelah Minute Media menemukan 'ketidaksesuaian besar' dalam data perusahaan.
Akuisisi VideoVerse oleh Minute Media senilai $250 juta (sekitar Rp4 triliun) gagal total dalam waktu 8 bulan setelah Minute Media menemukan 'ketidaksesuaian besar' dalam data perusahaan. CEO pendiri Vinayak Shrivastav kini menghadapi setidaknya 4 gugatan hukum di Delaware, termasuk dari investor Bluestone Capital, pemberi pinjaman Lingotto, mantan COO, dan Minute Media sendiri.
Lingotto mengaku mentransfer $53 juta dari pinjaman $55 juta berdasarkan dokumen yang ternyata palsu—termasuk tanda tangan CEO Minute Media yang dipalsukan.