Kabar ini sebenarnya bukan petir di siang bolong. Sony telah mengonfirmasi bahwa multipemain game ini sudah tidak aktif sejak Mei 2024 karena apa yang mereka sebut secara samar sebagai "masalah teknis yang berkelanjutan." Namun, cara mereka mengumumkan penghapusan secara resmi hanya lewat surel di hari yang sama, sungguh mengejutkan . Seperti menutup sebuah pesta tanpa permisi, para pemain bahkan tidak diberi kesempatan untuk 'berpamitan'.
Kematian diam-diam Destruction AllStars di tahun 2026 ini sebenarnya sudah ditentukan oleh awal perjalanannya yang aneh lima tahun silam. Diumumkan di acara "Future of Gaming" PlayStation 5 pada 11 Juni 2020, game dari pengembang Lucid Games ini awalnya direncanakan sebagai game peluncuran PS5 seharga $69,99 atau sekitar Rp 1 jutaan lebih . Harga ini sontak memicu kontroversi, mematahkan standar industri untuk game AAA yang kala itu $59,99 untuk sebuah IP baru yang belum jelas basis penggemarnya .
Namun, beberapa minggu sebelum PS5 meluncur pada November 2020, Sony dengan mendadak menunda game ini ke Februari 2021 dan menawarkan pengembalian uang bagi yang sudah memesan . Lalu, ketika akhirnya dirilis pada 2 Februari 2021, kejutan besar terjadi: game ini meluncur secara gratis untuk pelanggan PlayStation Plus selama dua bulan . Perubahan mendadak dari produk mandiri berharga premium menjadi bonus langganan ini dengan jelas menunjukkan keraguan internal Sony akan potensi komersial game tersebut.
Setelah masa gratisnya berakhir pada 6 April 2021, Sony menetapkan harga jual tetap yang baru: hanya $19,99 (sekitar Rp 300 ribuan)—sebuah penurunan harga yang sangat drastis . Ini adalah kolaps harga yang nyaris tak pernah terjadi untuk game eksklusif buatan sendiri, membuat Destruction AllStars dalam posisi serba salah: terlalu mahal sebagai game berbayar, namun tak pernah benar-benar menjadi game gratis. Lucid Games sempat mencoba 'perubahan besar-besaran' di tahun 2022 dan konon mempertimbangkan untuk beralih sepenuhnya ke model gratis, tetapi basis pemainnya tak kunjung pulih . Akun media sosial resmi game ini pun akhirnya diam seribu bahasa sejak 2022 .
Cara Sony menangani penutupan ini bisa menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana game live-service bisa lenyap dalam sekejap. Sony tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya—tidak ada masa tenggang bagi pemain untuk mengunduh game jika tertarik, tidak ada acara perpisahan di akhir pekan terakhir, dan tak ada pengumuman di PlayStation Blog. Para pemain baru mengetahui kabar ini pada 26 Mei, melalui notifikasi sistem dan surel yang datang tiba-tiba .
Mata uang virtual bernama Destruction Points langsung dihentikan penjualannya, tetapi bagi yang masih memilikinya, diberi waktu untuk menghabiskannya hingga 25 November 2026 . Setelah tanggal itu, semua dukungan server akan benar-benar berakhir. Sementara itu, Mode Arcade tunggal akan tetap 'hidup' sebagai pengalaman offline melawan bot. Namun Sony mengingatkan bahwa "fungsionalitas dan pengalaman pemain" mungkin akan terganggu karena penutupan server . Praktisnya, sebuah game yang dijual sebagai pengalaman multipemain online yang canggih, kini 'diturunkan pangkatnya' menjadi sekadar aplikasi lokal biasa.
Akhir yang tidak mengenakkan dari Destruction AllStars bukanlah insiden yang berdiri sendiri—ini adalah puncak dari salah satu strategi live-service paling agresif dan paling gagal dalam sejarah konsol baru-baru ini. Pada tahun 2022, mantan CEO Jim Ryan mengumumkan rencana Sony untuk merilis 12 game live-service pada tahun 2025, sebuah strategi yang dipicu oleh akuisisi Bungie . Namun, pada 2025, jumlah itu telah dipangkas drastis menjadi enam menyusul pembatalan massal .
Berikut daftar korbannya:
Destruction AllStars adalah 'judi' pertama dalam strategi itu, bahkan sebelum strategi tersebut diumumkan secara resmi. Kini dihapus secara diam-diam pada 2026, game ini menutup lingkaran eksperimen lima tahun yang dimulai dengan banderol harga selangit dan berakhir sebagai hantu digital yang akan segera terlupakan . Ini adalah pengingat pahit bahwa di era modern ini, game favorit Anda bisa lenyap kapan saja tanpa permisi.