Penyebab utamanya adalah kesalahan kalibrasi pada loop pengukur kecepatan milik Formula One Management (FOM). Jarak antara dua timing loop yang digunakan untuk menghitung kecepatan mobil ternyata tidak akurat. Sumber melaporkan selisih 77 cm atau 8 cm—artinya, sistem mengira mobil menempuh jarak yang sedikit berbeda dari kenyataannya . Kesalahan ini cukup untuk mencatat mobil yang sebenarnya legal sebagai melaju 0,1 km/jam di atas batas.
FOM mengakui sistem pengukurannya tidak akurat menjelang sidang Alpine . Pemindaian LIDAR pasca-balapan mengungkapkan bahwa "jarak terpendek antara timing loop lebih pendek dari jarak yang digunakan sistem timekeeping untuk menghitung kecepatan"
. Karena sistem menghitung kecepatan berdasarkan asumsi jarak yang lebih panjang, pengemudi yang sepenuhnya patuh tampak seperti melanggar.
Alpine tidak sekadar protes. Tim asal Prancis ini menggunakan mekanisme formal Right of Review di bawah Kode Olahraga Internasional FIA, sebuah mekanisme dengan standar bukti tinggi yang mengharuskan tim menghadirkan "elemen baru yang signifikan dan relevan" yang tidak tersedia saat keputusan awal dibuat .
Alpine menghadirkan bukti tak terbantahkan: data survei LIDAR dan laporan resmi timekeeper yang membuktikan jarak antar loop tidak akurat . Steward FIA menerima bukti tersebut, membatalkan kedua penalti, dan mengembalikan Gasly ke posisi ketiga
.
Klasifikasi revisi kini terbaca: 1. Antonelli, 2. Hamilton, 3. Pierre Gasly, 4. Isack Hadjar . Ini adalah podium pertama Gasly sejak Grand Prix São Paulo 2024
.
Keputusan steward bersifat spesifik dan eksplisit: hanya berlaku untuk Gasly karena Alpine satu-satunya tim yang mengajukan Right of Review dalam jendela waktu regulasi .
Podium revisi ini langsung memicu perlawanan. Dalam waktu satu jam setelah pengumuman FIA, baik McLaren maupun Red Bull resmi mengajukan pemberitahuan niat banding ke Pengadilan Banding Internasional (ICA) FIA . Tim junior Red Bull, Racing Bulls, dikabarkan tidak ikut serta dalam banding namun akan diuntungkan jika penalti Gasly diterapkan kembali
.
Kedua tim memiliki waktu hingga hari Selasa (setelah akhir pekan balapan Barcelona) untuk menyusun dokumen banding lengkap mereka . Yang krusial, mereka menggugat keputusan Gasly itu sendiri, bukan meminta penilaian ulang atas penalti pembalap mereka sendiri
.
Menambah ketidakpastian, Mercedes dilaporkan sedang mengevaluasi opsi hukum terkait preseden yang diciptakan oleh keputusan ini, meskipun tim tersebut bukan pihak langsung dalam aksi Red Bull-McLaren .
Pengadilan Banding Internasional akan mendengarkan argumen apakah keputusan steward untuk menerima bukti Alpine dan membatalkan penalti Gasly harus tetap berlaku. Jika Red Bull atau McLaren berhasil, klasifikasi revisi akan dibatalkan dan Gasly bisa kembali terlempar ke posisi ketujuh—mengembalikan Hadjar ke podium dan mengocok ulang poin sekali lagi .
Yang jelas, untuk saat ini, Pierre Gasly secara resmi adalah pembalap peringkat ketiga Grand Prix Monako 2026. Tapi sampai ICA mengeluarkan putusan final, hasil di Monte Carlo masih bersifat sementara. Satu hal yang pasti: trofi podium Gasly belum sepenuhnya aman di lemarinya.
Comments
0 comments