Antarmuka Liquid Glass di iOS 26 memenangkan Gold Cube pada ADC Awards 2026, salah satu penghargaan paling bergengsi di industri desain, meski banyak pengguna mengkritik masalah keterbacaan. Komunitas desainer memuji Liquid Glass sebagai sistem desain lintas‑platform yang ambisius, sementara banyak pengguna mengeluh...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened with Apple’s Liquid Glass interface at the 2026 ADC Awards, why is its Gold Cube win significant, how have designers and every. Article summary: Apple’s Liquid Glass interface, introduced with iOS 26, won a Gold Cube at the 2026 Art Directors Club / ADC Awards, despite months of public controversy over readability and usability.[2] The win matters because ADC Cub. Topic tags: general, documentation, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# ‘Beautiful’ and ‘Hard to Read’: Designers React to Apple’s Liquid Glass Update. Software designers, even those impressed by Apple’s refreshed look at WWDC 2025, are concerned abo" source context "‘Beautiful’ and ‘Hard to Read’: Designers React to Apple’s Liquid Glass Update | WIRED" Reference ima
Apple membawa pulang Gold Cube di ADC Awards 2026 untuk bahasa desain antarmuka barunya, Liquid Glass, yang diperkenalkan bersama iOS 26. Penghargaan ini datang setelah berbulan‑bulan kritik publik tentang keterbacaan dan kemudahan penggunaan di berbagai perangkat Apple.
Situasi ini menunjukkan kontras menarik: komunitas desain memuji inovasinya, sementara sebagian pengguna sehari‑hari merasa antarmukanya kurang nyaman dipakai.
Apple memperkenalkan Liquid Glass sebagai material desain baru dalam iOS 26. Elemen UI dibuat transparan dan bereaksi terhadap konten di belakangnya—memantulkan serta membiaskan warna dan cahaya untuk menciptakan efek kedalaman yang dinamis.
Desain ini tidak hanya muncul di iPhone. Apple menerapkannya di hampir seluruh ekosistemnya, termasuk:
Pendekatan tersebut menjadikannya salah satu perubahan visual paling besar dalam perangkat lunak Apple dalam lebih dari satu dekade.
Alih‑alih lapisan UI yang datar, Liquid Glass menghadirkan:
Tujuannya adalah membuat pengalaman aplikasi terasa lebih hidup dan responsif secara visual.
ADC Annual Awards, yang diselenggarakan oleh The One Club for Creativity, adalah salah satu penghargaan paling bergengsi di bidang periklanan, desain, dan pengalaman digital.
Pemenang menerima trofi berbentuk kubus—Gold, Silver, atau Bronze Cube—yang menjadi penghargaan utama kompetisi tersebut.
Pada edisi ADC Awards 2026, bahasa desain Liquid Glass Apple mendapatkan beberapa penghargaan, termasuk Gold Cube di kategori Interactive / UX / UI.
Penghargaan ini penting karena:
Artinya, komunitas desain menilai Liquid Glass sebagai sistem visual yang inovatif, bukan semata‑mata dari sudut pandang kenyamanan pengguna sehari‑hari.
Sejak pertama kali dipamerkan di WWDC 2025, Liquid Glass memicu respons yang sangat berbeda.
Bagi banyak desainer, Liquid Glass dianggap sebagai evolusi berani dalam filosofi antarmuka Apple. Sistem ini menciptakan bahasa visual yang konsisten di seluruh platform dan memperkenalkan efek gerakan, material, serta lapisan UI baru.
Sebagian pengamat bahkan membandingkan skalanya dengan perubahan besar Apple saat memperkenalkan flat design di iOS 7.
Sebaliknya, banyak pengguna biasa menilai desain dari sisi praktis: apakah mudah dibaca dan digunakan setiap hari.
Keluhan yang sering muncul antara lain:
Akibatnya, Liquid Glass sering dianggap lebih menonjolkan estetika daripada kejelasan informasi.
Apple tidak mengabaikan kritik tersebut. Selama siklus beta pengembang iOS 26, perusahaan melakukan sejumlah penyesuaian berdasarkan umpan balik pengguna.
Perubahan yang dilaporkan antara lain:
Perubahan ini dilakukan untuk memperbaiki masalah keterbacaan yang ditemukan pada versi awal.
Apple bahkan disebut menghabiskan lebih dari dua bulan untuk menyempurnakan tampilan Liquid Glass sebelum rilis publik—menunjukkan bahwa pembaruan ini jauh lebih eksperimental dibanding update iOS tahunan biasa.
Penghargaan Gold Cube memberi sinyal bahwa arah desain Apple kemungkinan tidak akan berubah drastis.
Alih‑alih membuang konsep Liquid Glass, Apple kemungkinan akan terus menyempurnakannya. Menjelang WWDC 2026, ekspektasi industri biasanya mencakup:
Apple sendiri sudah menampilkan contoh aplikasi yang memanfaatkan Liquid Glass—seperti tombol navigasi mengambang dan kontrol bergaya kaca—dalam galeri desain pengembangnya.
Kontroversi Liquid Glass menunjukkan pola yang sering muncul dalam desain teknologi.
Inovasi visual—seperti material digital baru, sistem animasi, atau metafora antarmuka—sering kali memikat para desainer terlebih dahulu, sementara pengguna membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Biasanya, desain yang berhasil adalah yang terus disempurnakan sampai estetika dan kegunaan bertemu di titik tengah.
Sejauh ini, Apple tampaknya mengikuti jalur tersebut: mempertahankan ide utamanya, sambil perlahan memperbaiki bagaimana desain itu bekerja dalam penggunaan sehari‑hari.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Antarmuka Liquid Glass di iOS 26 memenangkan Gold Cube pada ADC Awards 2026, salah satu penghargaan paling bergengsi di industri desain, meski banyak pengguna mengkritik masalah keterbacaan.
Antarmuka Liquid Glass di iOS 26 memenangkan Gold Cube pada ADC Awards 2026, salah satu penghargaan paling bergengsi di industri desain, meski banyak pengguna mengkritik masalah keterbacaan. Komunitas desainer memuji Liquid Glass sebagai sistem desain lintas‑platform yang ambisius, sementara banyak pengguna mengeluhkan transparansi berlebihan dan kontras teks yang rendah.
Apple sudah menyesuaikan desain selama siklus beta iOS 26 dengan mengurangi transparansi dan memperbaiki kontras, menandakan perusahaan akan terus menyempurnakan konsep ini.