Karena kedua perusahaan ini termasuk penyedia likuiditas utama di Hyperliquid, keluarnya mereka langsung mengurangi kedalaman pasar di bursa tersebut.
Data analitik menunjukkan bahwa likuiditas pasar BTC dan ETH di Hyperliquid turun sekitar 90% setelah penarikan dana tersebut.
Dalam praktik perdagangan, penurunan kedalaman order book seperti ini dapat menyebabkan beberapa efek penting:
Market maker biasanya membantu menyerap aliran order besar dan menjaga stabilitas harga. Ketika mereka mundur, bahkan volume transaksi yang tidak terlalu besar dapat menggerakkan harga lebih tajam.
Penarikan likuiditas ini terjadi sekitar tiga hari setelah CME Group dan ICE meminta regulator AS untuk menyelidiki Hyperliquid.
Kedua perusahaan tersebut dilaporkan mengangkat beberapa kekhawatiran utama:
CME dan ICE juga mendorong agar Hyperliquid berada di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Jika itu terjadi, platform mungkin perlu menerapkan:
Setelah laporan mengenai tekanan regulasi ini muncul, token HYPE milik Hyperliquid turun sekitar 6%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan tindakan regulator.
Hyperliquid—melalui organisasi advokasinya, Hyperliquid Policy Center—menolak tuduhan yang diajukan oleh CME dan ICE.
Mereka berargumen bahwa desain platform justru memberikan transparansi yang lebih besar dibanding bursa tradisional karena:
Menurut mereka, transparansi ini membuat manipulasi pasar atau insider trading lebih sulit terjadi, sekaligus mempermudah regulator dan peneliti untuk memantau aktivitas pasar.
Namun, laporan yang tersedia tidak menunjukkan adanya langkah operasional khusus dari Hyperliquid untuk mengganti likuiditas yang hilang atau merespons langsung penarikan dana tersebut.
Peristiwa ini menyoroti dua risiko struktural yang dihadapi bursa derivatif kripto berbasis on‑chain.
Jika sebagian besar likuiditas disediakan oleh segelintir market maker profesional, keluarnya mereka—bahkan sementara—dapat dengan cepat melemahkan pasar.
Bagi trader, kondisi ini bisa berarti:
Langkah CME dan ICE juga menunjukkan meningkatnya ketegangan antara bursa derivatif tradisional dan platform kripto on‑chain.
Jika regulator AS menindaklanjuti kekhawatiran tersebut, Hyperliquid mungkin akan menghadapi tekanan untuk menerapkan standar kepatuhan yang lebih mirip dengan bursa futures tradisional—misalnya KYC dan pengawasan perdagangan.
Penarikan hampir $100 juta likuiditas tidak otomatis berarti perubahan permanen bagi Hyperliquid. Namun peristiwa ini menunjukkan bagaimana ketidakpastian regulasi dapat dengan cepat memengaruhi infrastruktur pasar kripto.
Ke depan, tantangan utama bagi Hyperliquid adalah mempertahankan likuiditas yang dalam dan partisipasi institusional, sambil tetap beroperasi di luar kerangka regulasi tradisional yang mengatur bursa derivatif di Amerika Serikat.
Comments
0 comments