Akibatnya, banyak penggemar yang sudah lama menunggu di antrean harus pulang tanpa jam yang mereka incar. Namun Swatch menegaskan keputusan itu diambil untuk mencegah situasi yang berpotensi berbahaya.
Royal Pop adalah kolaborasi antara pembuat jam mewah Swiss Audemars Piguet dan merek jam Swatch.
Berbeda dari kebanyakan kolaborasi jam, koleksi ini bukan jam tangan biasa. Royal Pop terdiri dari delapan jam saku Bioceramic berwarna cerah yang menggabungkan dua inspirasi desain utama:
Di dalam setiap jam terdapat versi manual‑wind dari mesin mekanis Swatch SISTEM51, dan modelnya tersedia dalam dua gaya casing:
Jam ini juga dirancang untuk dipakai atau dipajang dengan berbagai cara—misalnya digantung dengan lanyard atau dijadikan aksesori meja—bukan hanya dipakai di pergelangan tangan.
Strategi harga koleksi ini jauh di bawah harga normal jam Audemars Piguet yang biasanya mencapai puluhan ribu dolar.
Harga ritel utamanya adalah:
Jam ini dijual hanya di butik Swatch tertentu, dengan aturan pembelian ketat: satu jam per orang per toko per hari, dan tidak tersedia untuk pembelian online saat peluncuran.
Dubai bukan satu‑satunya kota yang menghadapi masalah kerumunan.
Laporan dan video dari berbagai negara menunjukkan antrean panjang dan situasi yang sulit dikendalikan ketika kolektor dan penggemar jam berbondong‑bondong datang ke toko pada hari peluncuran.
Kota seperti Bengaluru, Mumbai, Delhi, hingga beberapa kota di Inggris juga dilaporkan mengalami antrean panjang, masalah pengamanan, bahkan pembukaan toko yang ditunda atau dibatalkan.
Di India, misalnya, Swatch menunda penjualan di mal Palladium di Mumbai dan DLF Avenue di Delhi setelah kerumunan besar membuat pengaturan keamanan kewalahan.
Pemandangan ini lebih mirip peluncuran sneaker edisi terbatas daripada acara peluncuran jam tradisional.
Banyak pengamat langsung membandingkan Royal Pop dengan peluncuran Omega x Swatch “MoonSwatch” pada 2022.
Keduanya menggunakan formula yang hampir sama:
Kombinasi ini menciptakan efek fear of missing out (FOMO) yang membuat orang rela mengantre berjam‑jam—bahkan berhari‑hari—sebelum toko buka.
Faktor lain yang memicu kegilaan ini adalah pasar sekunder.
Dalam 24 jam setelah peluncuran, beberapa jam Royal Pop sudah muncul di situs jual‑beli online dengan harga hingga $5.800, jauh di atas harga ritel sekitar $400.
Lonjakan harga seperti ini sering terjadi pada hari‑hari pertama rilis produk yang sangat diburu, ketika pasokan terbatas sementara permintaan memuncak.
Meski peluncurannya kacau, Swatch menegaskan bahwa Royal Pop bukan edisi “one‑day drop.”
Perusahaan mengatakan koleksi ini akan tetap tersedia di toko selama beberapa bulan, meskipun antrean mungkin dibatasi dan penjualan bisa dihentikan sementara jika kerumunan terlalu besar.
Artinya, nilai resale dan intensitas hype dalam jangka panjang masih akan bergantung pada seberapa luas distribusi jam tersebut dalam beberapa bulan ke depan.
Yang sudah jelas: Royal Pop langsung menjadi salah satu peluncuran jam paling banyak dibicarakan tahun ini—membuktikan bahwa kombinasi warisan merek mewah, harga relatif terjangkau, dan distribusi terbatas masih sangat ampuh menciptakan permintaan global dalam semalam.
Comments
0 comments