Spotify sempat mengumumkan lagu Drake “Make Them Cry” sebagai lagu dengan streaming satu hari terbesar di 2026, tetapi kemudian mengoreksi data dan memastikan BTS “Swim” tetap memegang rekor sekitar 14,6 juta stream. Kekeliruan terjadi di tengah rilis mengejutkan tiga album Drake yang memicu lonjakan besar streaming...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Spotify Corrects Drake Streaming Record After Data Error — BTS’s “Swim” Still Holds 2026’s Biggest Day. Article summary: Spotify briefly said Drake’s “Make Them Cry” set the biggest single‑day song streams of 2026, but later corrected the data and confirmed BTS’s “Swim” still holds the record with about 14.6 million streams that day.. Topic tags: spotify, drake, bts, music streaming, streaming records. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Spotify Error Sparks Drake and BTS Fans Clash Over 2026 Streaming Record. Spotify admits error: Drake's 2026 streaming record actually belongs to BTS's "Swim" after data mix-up. **" source context "Spotify Error Sparks Drake and BTS Fans Clash Over 2026 Streaming Record" Reference image 2: visual subject "# Spotify Caught Lying About Dra
Rekor streaming musik kini bisa menyebar ke seluruh internet hanya dalam hitungan menit setelah lagu dirilis. Namun ketika angka awal dipublikasikan sebelum diverifikasi sepenuhnya, bahkan pengumuman resmi pun bisa berubah.
Itulah yang terjadi pada Mei 2026 ketika Spotify sempat menyatakan bahwa lagu Drake “Make Them Cry” mencetak jumlah streaming lagu terbesar dalam satu hari di platform tersebut pada tahun itu. Beberapa jam kemudian, platform streaming itu mengoreksi klaimnya dan menegaskan bahwa lagu BTS “Swim” masih memegang rekor tersebut.
Insiden ini segera menjadi contoh menarik tentang bagaimana data streaming real‑time, komunitas penggemar, dan pengumuman resmi platform dapat saling memengaruhi dalam industri musik digital.
Kontroversi bermula setelah Drake secara mengejutkan merilis tiga album sekaligus — Iceman, Habibti, dan Maid of Honour. Rilis mendadak ini memicu lonjakan besar aktivitas streaming di seluruh dunia dan memunculkan banyak berita tentang rekor baru di Spotify.
Laporan awal menyebut Drake mencetak beberapa pencapaian harian pada 2026, termasuk:
Namun klaim mengenai rekor lagu tersebut segera dipertanyakan oleh penggemar dan pengamat data musik.
Perkiraan pelacakan awal menunjukkan “Make Them Cry” memulai debutnya dengan sekitar 13,2 juta stream, sementara “Swim” milik BTS sebelumnya sudah mencapai sekitar 14,6 juta stream dalam satu hari pada 2026. Jika angka ini benar, maka lagu Drake belum melampaui rekor yang ada.
Setelah perbedaan angka tersebut ramai dibahas secara online, Spotify meninjau kembali data di balik pengumuman awalnya.
Perusahaan kemudian menjelaskan bahwa pernyataan sebelumnya didasarkan pada data streaming hari pertama yang tidak akurat. Setelah perhitungan diperbaiki, Spotify menegaskan bahwa:
Spotify juga memperbarui pesan publiknya setelah kesalahan penghitungan tersebut ditemukan.
Waktu rilis memainkan peran besar dalam cepatnya informasi yang keliru menyebar.
Peluncuran tiga album Drake secara bersamaan — lebih dari 40 lagu sekaligus — memicu lonjakan besar aktivitas streaming di berbagai platform. Media dan akun industri musik dengan cepat melaporkan rekor baru berdasarkan pengumuman awal dari platform.
Karena rekor streaming sering diumumkan hanya beberapa jam setelah rilis, angka sementara kadang beredar sebelum seluruh data diverifikasi sepenuhnya. Dalam kasus ini, laporan awal menyebarkan klaim yang akhirnya harus diperbaiki.
Komunitas penggemar yang terbiasa memantau statistik streaming termasuk yang pertama mempertanyakan klaim tersebut.
Anggota ARMY, basis penggemar global BTS, membandingkan pengumuman Spotify dengan data streaming yang beredar di komunitas pelacak statistik. Mereka menilai angka tersebut tidak konsisten dengan data publik yang tersedia, sehingga perdebatan pun menyebar luas di media sosial.
Tekanan diskusi online ini ikut mempercepat peninjauan ulang oleh Spotify.
Koreksi tersebut terjadi di tengah perdebatan yang lebih luas tentang transparansi data streaming di industri musik.
Spotify dan Drake sebelumnya sudah muncul dalam beberapa kontroversi terkait angka streaming. Drake pernah menuduh Spotify dan Universal Music Group membantu meningkatkan streaming lagu diss Kendrick Lamar “Not Like Us,” tuduhan yang dibantah oleh perusahaan tersebut.
Di sisi lain, sebuah gugatan class action juga pernah menuduh Spotify membiarkan volume besar streaming palsu pada katalog Drake melalui akun otomatis dan bot—klaim yang masih diperdebatkan di pengadilan.
Karena latar belakang kontroversi tersebut sudah menjadi bagian dari percakapan industri, bahkan kesalahan data sementara pun langsung mendapat perhatian besar.
Setelah koreksi dilakukan, catatan rekor kembali seperti semula: “Swim” dari BTS tetap memegang rekor streaming lagu satu hari terbesar di Spotify pada 2026, sementara Drake tetap mencatat beberapa pencapaian besar lainnya dari rilis albumnya.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana rekor di era streaming sering berkembang secara real‑time. Platform dapat mengumumkan angka dengan cepat, penggemar ikut memantau data secara independen, dan statistik awal kadang berubah setelah verifikasi penuh.
Di ekonomi musik yang digerakkan oleh streaming saat ini, satu angka yang dikoreksi saja bisa langsung menjadi berita global.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Spotify sempat mengumumkan lagu Drake “Make Them Cry” sebagai lagu dengan streaming satu hari terbesar di 2026, tetapi kemudian mengoreksi data dan memastikan BTS “Swim” tetap memegang rekor sekitar 14,6 juta stream.
Spotify sempat mengumumkan lagu Drake “Make Them Cry” sebagai lagu dengan streaming satu hari terbesar di 2026, tetapi kemudian mengoreksi data dan memastikan BTS “Swim” tetap memegang rekor sekitar 14,6 juta stream. Kekeliruan terjadi di tengah rilis mengejutkan tiga album Drake yang memicu lonjakan besar streaming global dan laporan media berbasis angka awal.
Penggemar dan komunitas pelacak data streaming menemukan ketidaksesuaian angka lebih dulu, yang akhirnya mendorong Spotify meninjau ulang dan memperbaiki pengumuman tersebut.