Oscar Piastri sebenarnya mencatatkan waktu tercepat ketiga dalam kualifikasi GP Italia di Monza. Namun, posisi itu tidak menjadi tempat start-nya. Penalti tiga posisi yang dijatuhkan setelah sesi membuat pebalap McLaren tersebut turun ke urutan keenam, tepat ketika Pierre Gasly meraih pole position Formula 1 pertamanya.
36
2
Mengapa Piastri dihukum?
Insiden terjadi di chicane pertama Monza pada fase akhir Q2, segmen kedua kualifikasi. Piastri baru keluar dari pit ketika Liam Lawson, yang sedang menjalani lap kualifikasi, mendekati McLaren-nya. Lawson kemudian gagal melaju ke Q3.
36
Stewards meninjau keterangan kedua pebalap serta data posisi, video, catatan waktu, telemetri, radio tim, dan rekaman onboard. Kesimpulannya cukup spesifik: mereka menerima bahwa Piastri memiliki informasi terbatas dan tindakannya tidak disengaja, tetapi tetap menilai ia telah menghalangi Lawson secara tidak perlu.
Karena itu, Piastri mendapat penalti standar berupa penurunan tiga posisi di grid, tanpa poin penalti pada lisensinya.
41
50
Artinya, keputusan tersebut bukan menyatakan Piastri sengaja menutup jalan Lawson. Namun, dalam kualifikasi F1, tindakan menghalangi pebalap lain tetap dapat dihukum walaupun terjadi tanpa niat.
Dampak penalti terhadap grid GP Italia
Sebelum penalti, Piastri lolos kualifikasi di posisi ketiga di belakang Gasly dan George Russell. Gasly merebut pole position pertamanya dengan catatan 1 menit 21,786 detik, unggul hanya 0,060 detik atas Russell.
2
Setelah Piastri diturunkan tiga posisi, susunan enam besar grid menjadi:
- Pierre Gasly
- George Russell
- Charles Leclerc
- Lewis Hamilton
- Max Verstappen
- Oscar Piastri
Leclerc, Hamilton, dan Verstappen masing-masing naik satu posisi berkat penalti tersebut.
37
Balapan akhirnya dikuasai kebangkitan Antonelli
Penalti Piastri memang mengubah pertarungan di bagian depan grid, tetapi balapan Minggu kemudian menghadirkan cerita yang jauh lebih besar. Pemimpin klasemen Kimi Antonelli memulai balapan dari posisi ke-19 setelah penalti terkait mesin, lalu melaju hingga memenangi GP Italia di kandangnya sendiri. Ia finis di depan rekan setim Mercedes-nya, Russell, dan Verstappen.
20
28
Kemenangan itu memperlebar keunggulan Antonelli atas Russell di klasemen menjadi 66 poin.
30
Jadi, penalti Piastri sangat berarti bagi posisi start karena ia kehilangan tempat di baris kedua dan mengangkat tiga rivalnya. Akan tetapi, hasil akhir GP Italia di Monza justru menjadi panggung bagi pemulihan luar biasa Antonelli dari P19 menuju kemenangan.