MANTRA Chain berhenti total di blok 17.449.398 setelah penyerang mengeksploitasi kerentanan pada dependensi upstream Cosmos EVM. Token MANTRA turun sekitar 18,5%, dari sekitar US$0,005060 ke titik terendah intraday dekat US$0,004126, sementara volume perdagangan melonjak hampir 600% menjadi sekitar US$24 juta.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened when MANTRA Chain halted all network operations on August 21, 2026, after detecting an exploit of a vulnerability in the upstr. Article summary: MANTRA halted its mainnet as a containment measure after detecting an active exploit of a vulnerability in an upstream Cosmos EVM dependency. The immediate consequence was a complete operational freeze—not merely degrade. Topic tags: general, general web, user generated, documentation. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks,
MANTRA Chain sepenuhnya offline setelah tim mendeteksi penyerang mengeksploitasi kerentanan pada dependensi upstream yang digunakan jaringan tersebut. Penghentian ini membekukan validator, endpoint publik, transaksi, bridge, serta setoran dan penarikan. Insiden keamanan pun berubah menjadi penghentian operasional total ketika pengembang menyiapkan perbaikan yang telah diverifikasi.
Pada awalnya, MANTRA menyebut penghentian jaringan sebagai langkah pencegahan sementara tim teknik dan keamanan melakukan penyelidikan. Dalam pembaruan berikutnya, proyek tersebut mengatakan insiden telah diisolasi pada modul Cosmos EVM dan ancaman langsung sudah berhasil dikendalikan. Laporan kemudian mengidentifikasi komponen yang rentan sebagai ICS20 precompile—komponen yang menghubungkan aktivitas smart contract berbasis EVM dengan transfer antarrantai melalui protokol Inter-Blockchain Communication (IBC) milik Cosmos.
Mainnet masih terhenti pada blok 17.449.398. Menurut pembaruan status MANTRA, tim mengambil snapshot state penuh sebelum menghentikan jaringan. Snapshot ini berfungsi sebagai salinan kondisi jaringan yang dapat digunakan dalam proses perbaikan dan pemulihan.
Gangguan tersebut segera menekan token native MANTRA. Data pasar yang dilaporkan menunjukkan penurunan sekitar 18,5%, dari sekitar US$0,005060 ke titik terendah intraday di dekat US$0,004126. Pada saat yang sama, volume perdagangan melonjak hampir 600% menjadi sekitar US$24 juta, menandakan aktivitas jual-beli yang sangat intens ketika trader merespons eksploit dan hilangnya fungsi on-chain.
Perdagangan di sejumlah bursa terpusat masih dapat berlangsung. Namun, karena jaringan MANTRA offline, transfer on-chain serta setoran dan penarikan aset dari bursa dihentikan atau dibatasi. Dengan kata lain, aktivitas perdagangan di pasar tidak selalu berarti aset masih bisa dipindahkan melalui blockchain.
MANTRA mengatakan eksploit tersebut berdampak pada dua alamat dompet sebelum berhasil dikendalikan. Proyek itu juga menyatakan tidak ada dana milik pengguna pihak ketiga, bursa, atau mitra yang terdampak secara langsung.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian awal dari pihak proyek, bukan kesimpulan audit independen yang telah rampung. Perbedaan ini penting: klaim bahwa dana pengguna aman menjelaskan apa yang dilaporkan MANTRA pada saat itu, sementara laporan pascainsiden dan pemeriksaan eksternal diperlukan untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai jalur eksploit, aset yang terlibat, serta mekanisme pengamanan yang gagal atau berhasil menahan dampak.
Respons MANTRA berfokus pada pencegahan perpindahan nilai lebih lanjut selama tim mengisolasi kerentanan. Proyek tersebut:
Tim kemudian mengidentifikasi akar masalah, meninjau vektor serangan yang telah diketahui, dan menyiapkan v8.4.0, yaitu rilisan yang ditujukan untuk memperbaiki kerentanan Cosmos EVM. Rilisan tersebut diuji melalui dry run di DuKong testnet, sementara mainnet tetap offline hingga pemeriksaan keamanan final selesai.
Restart jaringan dirancang berlangsung secara terkoordinasi. Validator diarahkan mengikuti prosedur upgrade resmi dan menunggu jadwal upgrade mainnet, bukan menyalakan kembali node masing-masing secara independen. MANTRA mengatakan pengujian dry run berhasil, tetapi dalam pembaruan terakhir yang tersedia, jaringan masih menunggu pemeriksaan keamanan final dan persiapan restart bersama para validator.
Untuk jaringan proof-of-stake yang terhenti, koordinasi ini bukan sekadar formalitas. Menyalakan kembali node sebelum patch, validasi, dan prosedur koordinasi selesai dapat membuka peluang kerentanan muncul lagi atau menyebabkan kondisi state yang tidak konsisten. Karena itu, pemulihan bergantung pada penyelesaian perbaikan dan peninjauan keamanan, bukan hanya pada dimulainya kembali produksi blok.
Jaringan yang sedang offline dapat dimanfaatkan pelaku penipuan untuk menghubungi pemegang token dengan instruksi pemulihan palsu. Pesan yang meminta seed phrase, private key, “validasi” dompet, atau transfer aset ke alamat pemulihan harus dianggap mencurigakan.
Restart jaringan yang sah tidak akan mengharuskan pengguna membagikan kredensial dompet atau mengirim aset ke alamat yang dikendalikan oleh orang yang mengaku sebagai perwakilan dukungan. Selama gangguan berlangsung, pengguna sebaiknya hanya mengandalkan pembaruan status resmi MANTRA dan instruksi upgrade yang telah diverifikasi, bukan tautan atau pesan langsung yang beredar di tengah kepanikan.
Penghentian jaringan ini terjadi ketika reputasi proyek sudah berada dalam periode sensitif. Pada April 2025, token OM—nama token MANTRA sebelum rebranding—mengalami kejatuhan lebih dari 90%, dari sekitar US$6,30 menjadi di bawah US$0,50 menurut pemberitaan saat itu. MANTRA mengaitkan kejadian tersebut dengan likuidasi paksa di bursa, sementara sejumlah pengamat mempertanyakan penjelasan itu.
Proyek tersebut kemudian beralih dari OM ke MANTRA melalui pemecahan token 1:4 yang tidak bersifat dilutif di blok 13.000.000. Artinya, setiap satu OM menjadi empat token MANTRA, sementara total pasokan bertambah secara proporsional.
Inveniam Capital Partners juga telah mengumumkan rencana untuk mengakuisisi MANTRA dan entitas-entitas afiliasinya. Rencana itu akan mempertemukan infrastruktur data pasar privat milik Inveniam dengan infrastruktur blockchain teregulasi dan aset tertokenisasi milik MANTRA. Namun, konteks akuisisi tersebut tidak mengubah persoalan teknis yang sedang dihadapi: fokus pasar dalam waktu dekat adalah apakah jaringan yang telah dipatch dapat kembali beroperasi dengan aman dan kapan transfer melalui bursa dibuka kembali.
Ada tiga indikator utama yang menjadi perhatian:
Sebelum tonggak-tonggak tersebut tercapai, risiko utama bukan sekadar volatilitas harga token. Yang dipertaruhkan adalah keandalan jaringan itu sendiri—serta kemampuan MANTRA memulihkan operasi dan kepercayaan setelah kembali menghadapi ujian keamanan dan kredibilitas yang besar.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
MANTRA Chain berhenti total di blok 17.449.398 setelah penyerang mengeksploitasi kerentanan pada dependensi upstream Cosmos EVM.
MANTRA Chain berhenti total di blok 17.449.398 setelah penyerang mengeksploitasi kerentanan pada dependensi upstream Cosmos EVM. Token MANTRA turun sekitar 18,5%, dari sekitar US$0,005060 ke titik terendah intraday dekat US$0,004126, sementara volume perdagangan melonjak hampir 600% menjadi sekitar US$24 juta.
Rencana pemulihan mencakup pengambilan snapshot state penuh sebelum penghentian, pengujian patch v8.4.0 di DuKong testnet, pemeriksaan keamanan final, dan restart validator secara terkoordinasi.