Ukraina menyatakan drone Shahed Rusia merusak kapal kargo terkait China di dekat Odesa pada 18 Mei tanpa korban jiwa di antara awak. Dua kapal sipil lain yang menuju pelabuhan Odesa juga dilaporkan terkena drone pada malam yang sama, tetapi hanya mengalami kebakaran kecil.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened when a Russian Shahed-type drone struck a Chinese-owned cargo ship in Ukrainian territorial waters near Odesa on May 18, what. Article summary: Ukraine says a Russian Shahed-type drone hit a Chinese-owned merchant vessel in Ukrainian territorial waters near Odesa on May 18, damaging the ship but causing no reported casualties among the crew. The incident is dipl. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Two Russian Drones Hit Civilian Cargo Ship in Ukrainian Maritime Corridor. A view of a cargo ship in Odessa Port. A civilian bulk carrier flying the flag of Saint Kitts and Nevis" source context "Two Russian Drones Hit Civilian Cargo Ship in Ukrainian Maritime Corridor — UNITED24 Media" Reference image 2: visual
Sebuah kapal kargo niaga yang terkait dengan China dilaporkan rusak setelah terkena serangan drone tipe Shahed milik Rusia di Laut Hitam, dekat kota pelabuhan Odesa, Ukraina, pada 18 Mei. Pejabat Ukraina mengatakan tidak ada awak kapal yang terluka, tetapi insiden ini langsung menarik perhatian karena terjadi hanya sehari sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Beijing untuk bertemu pemimpin China Xi Jinping.
Menurut pejabat Angkatan Laut Ukraina, sebuah drone serang Rusia menghantam kapal niaga yang sedang beroperasi di perairan teritorial Ukraina pada malam 18 Mei. Kapal tersebut diidentifikasi sebagai kapal kargo curah KSL Deyang, yang dilaporkan memiliki awak warga negara China dan digambarkan sebagai kapal yang dimiliki atau terkait dengan perusahaan China.
Serangan drone itu menyebabkan kerusakan pada kapal, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa, dan awak kapal dilaporkan tetap dapat melanjutkan pelayaran. Pejabat Ukraina menyebut insiden ini tidak biasa karena secara langsung mengenai kapal sipil asing di tengah serangan udara yang lebih luas pada malam yang sama.
Laporan lain menyebutkan bahwa dua kapal sipil yang melintasi koridor maritim Ukraina menuju pelabuhan wilayah Odesa Raya juga terkena drone dalam operasi yang sama. Kapal tersebut berbendera Kepulauan Marshall dan Guinea‑Bissau. Keduanya mengalami kebakaran kecil yang berhasil dipadamkan oleh awak kapal sebelum melanjutkan perjalanan ke pelabuhan tujuan.
Namun hingga laporan awal dipublikasikan, rincian independen mengenai tingkat kerusakan struktural pada kapal‑kapal tersebut masih terbatas.
Insiden di laut ini terjadi bersamaan dengan gelombang serangan drone dan rudal Rusia di berbagai wilayah Ukraina. Pejabat setempat mengatakan serangan tersebut menghantam beberapa daerah serta infrastruktur sipil.
Di kota Dnipro, serangan rudal melukai 18 orang, termasuk anak‑anak. Ledakan juga merusak gedung apartemen, rumah pribadi, bangunan universitas, tempat ibadah, dan fasilitas industri.
Drone juga dilaporkan menyerang Odesa dan wilayah lain pada malam yang sama, merusak bangunan tempat tinggal dan fasilitas infrastruktur. Pemerintah Ukraina menyebut serangan terhadap kapal sebagai bagian dari kampanye serangan yang lebih luas, bukan operasi maritim yang berdiri sendiri.
Serangan ini menjadi sorotan karena terjadi sehari sebelum kunjungan Putin ke Beijing pada 19–20 Mei untuk melakukan pembicaraan dengan Xi Jinping.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia kemungkinan tidak mungkin tidak mengetahui bahwa kapal tersebut terkait dengan China, sehingga situasinya dianggap canggung dari sisi diplomatik.
Selama perang Ukraina, Rusia dan China semakin memperkuat hubungan ekonomi dan strategis. Karena itu, kerusakan pada kapal yang terkait dengan pelayaran China berpotensi menimbulkan ketegangan politik—terutama ketika Moskow sedang berusaha mempererat kerja sama dengan Beijing.
Pada tahap awal laporan, baik pemerintah Rusia maupun China belum memberikan penjelasan publik yang rinci mengenai insiden tersebut.
Serangan drone ini juga mencerminkan pola yang lebih luas dari serangan terhadap rute ekspor Ukraina di Laut Hitam, khususnya di sekitar Odesa dan pelabuhan terdekat.
Sejak runtuhnya kesepakatan ekspor gandum sebelumnya, Rusia berulang kali menargetkan infrastruktur pelabuhan dan jalur pelayaran dari udara. Analisis dan laporan media menunjukkan ratusan serangan udara terhadap pelabuhan Ukraina dan fasilitas energi di wilayah Laut Hitam sebagai bagian dari kampanye ini.
Kapal sipil juga pernah menjadi korban sebelumnya. Pada Maret 2026, misalnya, sebuah drone Rusia merusak kapal kargo berbendera Panama yang membawa jagung di dekat pelabuhan Chornomorsk.
Peristiwa‑peristiwa ini menunjukkan tingginya risiko bagi kapal dagang yang melintasi koridor maritim Ukraina—jalur penting bagi ekspor gandum dan komoditas lain ke pasar global.
Sebagian besar informasi tentang serangan 18 Mei berasal dari pejabat Ukraina dan laporan media lokal. Rusia belum secara terbuka mengakui serangan tersebut dalam laporan awal, dan penilaian kerusakan independen masih terbatas.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kapal yang terkait dengan China tersebut sengaja menjadi target atau terkena serangan sebagai bagian dari operasi drone yang lebih luas terhadap kawasan pelabuhan Odesa.
Yang jelas, insiden ini menunjukkan bagaimana konflik di Laut Hitam semakin memengaruhi pelayaran internasional—dan kadang melibatkan kepentingan negara‑negara yang jauh dari garis depan perang.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Ukraina menyatakan drone Shahed Rusia merusak kapal kargo terkait China di dekat Odesa pada 18 Mei tanpa korban jiwa di antara awak.
Ukraina menyatakan drone Shahed Rusia merusak kapal kargo terkait China di dekat Odesa pada 18 Mei tanpa korban jiwa di antara awak. Dua kapal sipil lain yang menuju pelabuhan Odesa juga dilaporkan terkena drone pada malam yang sama, tetapi hanya mengalami kebakaran kecil.
Serangan ini terjadi sehari sebelum kunjungan Vladimir Putin ke Beijing untuk bertemu Xi Jinping, memunculkan pertanyaan diplomatik dan menyoroti risiko bagi pelayaran sipil di Laut Hitam.