Tadej Pogačar mengakhiri perjuangannya di Vuelta a España 2026 dengan cara yang sama sekali tidak terduga: terjatuh di Etape 8 yang sebagian besar berlangsung datar, sekitar 31–33 kilometer sebelum finis di Xeraco. Pemegang kaus merah itu terlempar melewati setang, mengalami luka berdarah di wajah serta cedera bahu, lalu terpaksa mundur setelah tidak mampu kembali ke sepedanya.
2
4
17
Kecelakaan tersebut menghapus keunggulan 3 menit 50 detik yang dimilikinya dan mengubah peta persaingan secara drastis. Enric Mas mewarisi posisi teratas, sementara Primož Roglič dan Felix Gall kini berada dalam posisi kuat untuk memburu gelar juara.
3
8
13
Lokasi dan kronologi kecelakaan
Kecelakaan terjadi dalam rute sepanjang 171 kilometer dari Puçol menuju Xeraco, tak lama setelah sprint antara dan ketika jarak menuju finis tinggal sedikit di atas 30 kilometer. Sejumlah laporan menyebut Pogačar kehilangan kendali di dalam rombongan pembalap, lalu jatuh dengan kepala lebih dulu melewati setang sebelum mendarat keras pada bahu dan wajahnya.
4
11
19
Batu atau kerikil di jalan sempat disebut sebagai kemungkinan penyebab. Namun, laporan yang tersedia belum membuktikan hal itu secara pasti. Karena itu, faktor tersebut masih harus dipandang sebagai kemungkinan, bukan penyebab yang telah dikonfirmasi.
7
8
13
Cedera dan keputusan untuk mundur
Pogačar terlihat mengalami pendarahan di wajah, dengan cedera pada bahu dan lengan. Tim medis memberikan pertolongan di pinggir jalan. Ia sempat berusaha kembali mengikuti etape, tetapi tidak berhasil naik ke sepeda dan melanjutkan perjalanan. Pogačar kemudian berjalan menuju ambulans, tempat keputusan pengunduran dirinya dikonfirmasi.
2
12
17
Beberapa laporan awal menduga adanya cedera tulang selangka. Namun, sumber yang tersedia belum menetapkan diagnosis medis akhir, sehingga dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kepastian.
13
24
Pembalikan dramatis dalam perebutan gelar
Pogačar mengenakan kaus merah sejak memenangi Etape 1 dan memulai Etape 8 dengan keunggulan 3 menit 50 detik atas Enric Mas. Kecelakaan ini menjadi pembalikan keadaan yang mendadak dalam perlombaan yang sebelumnya ia kendalikan—bukan akibat kehilangan waktu dalam pertarungan taktik atau tanjakan.
2
4
Mundurnya Pogačar juga menghentikan upayanya memenangi Vuelta, satu-satunya Grand Tour yang belum masuk dalam koleksi gelarnya setelah lima kemenangan di Tour de France dan titel Giro d’Italia 2024. Ia juga dilaporkan untuk pertama kalinya gagal menuntaskan sebuah Grand Tour.
11
15
22
Klasemen Vuelta setelah Etape 8
Kepergian Pogačar membuat Enric Mas mengambil alih kaus merah. Posisi terdepan yang dilaporkan setelah Etape 8 adalah:
- Enric Mas — pemimpin klasemen
- Primož Roglič — tertinggal 1 menit
- Felix Gall — tertinggal 1 menit 11 detik
3
8
13
Urutan dan selisih waktu tersebut konsisten dalam sejumlah laporan klasemen Etape 8, meski beberapa pemberitaan awal sempat menampilkan klasemen sementara dengan urutan berbeda. Hal utama yang tidak berubah adalah Mas naik ke posisi pertama, sementara Roglič dan Gall masih berada cukup dekat untuk menjaga persaingan tetap terbuka.
3
6
8
13
Coquard memenangi etape yang dibayangi kecelakaan
Bryan Coquard memenangi Etape 8 melalui sprint massal, mengungguli Mads Pedersen dan Jordi Meeus. Hasil tersebut memang tertutup oleh kabar mundurnya Pogačar, tetapi tetap memberi Cofidis kemenangan etape pada hari yang mengubah arah Vuelta secara keseluruhan.
3
5
13
Etape-etape berikutnya kini memiliki arti yang berbeda. Para penantang tidak lagi berusaha mengejar pemimpin dengan keunggulan besar, melainkan harus bertarung dalam perlombaan yang mendadak kehilangan sosok dominannya. Dengan persaingan klasemen umum kembali terbuka, setiap tanjakan dan perbedaan waktu akan menjadi semakin menentukan.