Terlepas dari berita yang memilukan, Kostyuk menunjukkan performa yang tenang di Paris. Ia mengalahkan petenis kelahiran Rusia, Oksana Selekhmeteva, 6-2, 6-3 di babak pembuka Roland Garros, dan melaju ke putaran kedua turnamen.
Usai pertandingan, petenis berusia 23 tahun itu mengaku bangga bisa tetap fokus di hari yang begitu sulit, namun ia menegaskan bahwa hasil pertandingan tenis terasa sekunder dibandingkan situasi yang terjadi di kampung halamannya.
Serangan di dekat rumah orang tua Kostyuk terjadi bersamaan dengan salah satu gelombang serangan rudal dan drone terbesar ke Kyiv dalam perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, yang dimulai dengan invasi besar-besaran Rusia pada tahun 2022.
Pejabat Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan ratusan drone dan puluhan rudal selama pemboman semalam suntuk yang menargetkan ibu kota dan wilayah sekitarnya. Serangan itu menewaskan beberapa orang dan melukai banyak lainnya, serta merusak bangunan tempat tinggal, sekolah, dan infrastruktur di seluruh kota.
Kemenangan Kostyuk menggambarkan realitas tidak biasa yang dihadapi banyak atlet Ukraina: berlaga di level tertinggi olahraga internasional sementara peristiwa di negara asal mereka terjadi secara langsung.
Bagi petenis 23 tahun itu, hasil pertandingan memang penting—tetapi berita dari Kyiv jauh lebih membebani pikirannya. Pagi yang emosional, diikuti dengan kemenangan profesional di salah satu panggung tenis terbesar, menegaskan dampak kemanusiaan yang terus berlanjut dari perang ini, bahkan jauh dari garis depan pertempuran.