Pengawas balapan kemudian menyelidiki posisi mobil Perez saat start ulang menjelang akhir balapan. Start ulang tersebut dilakukan dengan tujuh lap tersisa, setelah balapan dihentikan menggunakan bendera merah untuk memperbaiki permukaan lintasan yang rusak .
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa roda depan kanan Cadillac milik Perez berada di luar kotak start yang telah ditentukan ketika balapan dimulai kembali . Pelanggaran posisi seperti ini biasanya diganjar penalti drive-through. Jika baru diterapkan setelah balapan berakhir, hukumannya dikonversi menjadi penalti waktu 10 detik .
Tambahan waktu itu membuat Perez turun dari posisi ke-10 ke posisi ke-15, atau posisi terakhir di antara pembalap yang tercatat finis . Akibatnya, satu poin yang semula berada di tangan Cadillac diberikan kepada Fernando Alonso, yang naik ke posisi ke-10 untuk Aston Martin .
Yang membuat situasi ini semakin menyakitkan, kesalahan tersebut bukan yang pertama dilakukan Perez di GP Monaco. Sebelumnya, ia juga menempatkan mobilnya di posisi yang keliru pada grid start awal dan menerima penalti drive-through . Dengan demikian, kesalahan serupa pada restart menjadi pukulan kedua bagi Cadillac dalam satu balapan.
Hari Cadillac semakin sulit karena rekan setim Perez, Valtteri Bottas, gagal menyelesaikan balapan . Alhasil, Cadillac masih harus menunggu poin kejuaraan pertamanya di Formula 1.
Di tengah drama di belakangnya, Kimi Antonelli tampil nyaris sempurna. Pembalap Mercedes itu memulai balapan dari pole position dan memimpin setiap lap, bahkan sempat membangun keunggulan lebih dari 20 detik .
Keunggulan tersebut sempat menguap setelah safety car dikerahkan pada lap ke-60. Balapan kemudian dihentikan pada lap ke-68 setelah Lance Stroll dan Charles Leclerc mengalami kecelakaan di tikungan terakhir, yang juga menyebabkan kerusakan serius pada permukaan lintasan. Perbaikan berlangsung sekitar 40 menit .
Saat balapan dilanjutkan untuk sprint tujuh lap, Antonelli tetap tenang menghadapi standing restart. Ia segera menjauh dari Lewis Hamilton dari Ferrari dan finis 6,271 detik di depan rivalnya tersebut . Isack Hadjar dari Red Bull menempati posisi ketiga dan meraih podium keduanya di Formula 1 .
Kemenangan itu juga mencatatkan sejarah. Pada usia 19 tahun, Antonelli menjadi pemenang termuda GP Monaco, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Hamilton sejak 2008 . Ia juga meraih grand chelem pertamanya di Formula 1—pole position, kemenangan, lap tercepat, serta memimpin seluruh lap balapan .
Hasil tersebut memperlebar keunggulan Antonelli di klasemen pembalap menjadi 66 poin atas Hamilton . Sementara Mercedes merayakan kemenangan kelima beruntun pembalap mudanya, Cadillac justru meninggalkan Monaco dengan satu pertanyaan besar: kapan poin Formula 1 pertama mereka benar-benar menjadi milik mereka?
Pengawas balapan kemudian menyelidiki posisi mobil Perez saat start ulang menjelang akhir balapan. Start ulang tersebut dilakukan dengan tujuh lap tersisa, setelah balapan dihentikan menggunakan bendera merah untuk memperbaiki permukaan lintasan yang rusak .
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa roda depan kanan Cadillac milik Perez berada di luar kotak start yang telah ditentukan ketika balapan dimulai kembali . Pelanggaran posisi seperti ini biasanya diganjar penalti drive-through. Jika baru diterapkan setelah balapan berakhir, hukumannya dikonversi menjadi penalti waktu 10 detik .
Tambahan waktu itu membuat Perez turun dari posisi ke-10 ke posisi ke-15, atau posisi terakhir di antara pembalap yang tercatat finis . Akibatnya, satu poin yang semula berada di tangan Cadillac diberikan kepada Fernando Alonso, yang naik ke posisi ke-10 untuk Aston Martin .
Yang membuat situasi ini semakin menyakitkan, kesalahan tersebut bukan yang pertama dilakukan Perez di GP Monaco. Sebelumnya, ia juga menempatkan mobilnya di posisi yang keliru pada grid start awal dan menerima penalti drive-through . Dengan demikian, kesalahan serupa pada restart menjadi pukulan kedua bagi Cadillac dalam satu balapan.
Hari Cadillac semakin sulit karena rekan setim Perez, Valtteri Bottas, gagal menyelesaikan balapan . Alhasil, Cadillac masih harus menunggu poin kejuaraan pertamanya di Formula 1.
Di tengah drama di belakangnya, Kimi Antonelli tampil nyaris sempurna. Pembalap Mercedes itu memulai balapan dari pole position dan memimpin setiap lap, bahkan sempat membangun keunggulan lebih dari 20 detik .
Keunggulan tersebut sempat menguap setelah safety car dikerahkan pada lap ke-60. Balapan kemudian dihentikan pada lap ke-68 setelah Lance Stroll dan Charles Leclerc mengalami kecelakaan di tikungan terakhir, yang juga menyebabkan kerusakan serius pada permukaan lintasan. Perbaikan berlangsung sekitar 40 menit .
Saat balapan dilanjutkan untuk sprint tujuh lap, Antonelli tetap tenang menghadapi standing restart. Ia segera menjauh dari Lewis Hamilton dari Ferrari dan finis 6,271 detik di depan rivalnya tersebut . Isack Hadjar dari Red Bull menempati posisi ketiga dan meraih podium keduanya di Formula 1 .
Kemenangan itu juga mencatatkan sejarah. Pada usia 19 tahun, Antonelli menjadi pemenang termuda GP Monaco, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Hamilton sejak 2008 . Ia juga meraih grand chelem pertamanya di Formula 1—pole position, kemenangan, lap tercepat, serta memimpin seluruh lap balapan .
Hasil tersebut memperlebar keunggulan Antonelli di klasemen pembalap menjadi 66 poin atas Hamilton . Sementara Mercedes merayakan kemenangan kelima beruntun pembalap mudanya, Cadillac justru meninggalkan Monaco dengan satu pertanyaan besar: kapan poin Formula 1 pertama mereka benar-benar menjadi milik mereka?