Bitcoin sempat menembus US$87.000 pada 2 Oktober 2026 setelah laporan tenaga kerja AS yang lemah mengangkat harga. Namun, kenaikan itu tak bertahan lama: pada 3 Oktober, Bitcoin dilaporkan kembali berada di sekitar US$84.600. Koreksi tersebut terjadi bersamaan dengan aksi ambil untung dan gelombang penutupan paksa posisi di pasar derivatif kripto. Pada saat yang sama, trader masih mencermati suku bunga, imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan kuat-lemahnya permintaan beli di pasar spot.
2
39
Data pekerjaan mengangkat harga, tetapi tekanan jual belum hilang
Laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan penambahan hanya 29.000 pekerjaan pada September, jauh di bawah perkiraan. Angka ini sempat memperkuat dugaan bahwa Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, akan menahan suku bunga pada rapat 27–28 Oktober. Ekspektasi tersebut ikut mendorong Bitcoin melewati US$87.000.
1
7
18
Namun, kabar ekonomi itu belum cukup untuk menyingkirkan tekanan jual. Bitcoin bertemu pesanan jual di sekitar US$87.000, level yang sebelumnya disebut analis sebagai area dengan konsentrasi resistansi.
3 Sejumlah laporan juga mengaitkan tekanan harga dengan aksi ambil untung pemegang besar. Satu analisis on-chain menyebut kepemilikan Bitcoin oleh whale—istilah untuk pemegang kripto berjumlah besar—turun sekitar 30.000 BTC. Data itu mengindikasikan potensi tekanan jual, tetapi tidak membuktikan bahwa penjualan whale menjadi satu-satunya penyebab harga berbalik arah.
3
33
Likuidasi menambah gejolak, sementara data leverage berbeda
Koreksi harga bertepatan dengan penutupan paksa posisi senilai sekitar US$433,6 juta di pasar derivatif kripto selama 24 jam. Sekitar tiga perempat posisi yang dilaporkan merupakan taruhan bahwa harga akan naik.
39 Ketika transaksi berleverage ditutup paksa, pergerakan pasar dapat menjadi lebih bergejolak. Namun, laporan yang tersedia tidak menunjukkan bahwa likuidasi merupakan satu-satunya penyebab penurunan Bitcoin.
Gambaran soal leverage juga bergantung pada waktu pengambilan data. Analisis Bitfinex yang terbit sebelum reli menyebut total open interest kontrak berjangka—nilai posisi yang masih terbuka—turun ke level terendah sejak Januari. Sebaliknya, laporan CoinDesk sebelum rilis data pekerjaan menggambarkan open interest dan tingkat pendanaan yang meningkat.
8
35 Kedua laporan tersebut merekam kondisi pada waktu berbeda. Keduanya tidak membuktikan bahwa risiko likuidasi sudah hilang saat Bitcoin terkoreksi.
Level harga yang dipantau trader
Analis menyoroti kisaran US$87.000–US$87.400 sebagai resistansi. Di bawah harga, sekitar US$82.500 disebut sebagai area dukungan.
3
11 Level-level ini adalah titik acuan yang mungkin dipantau trader, bukan lantai atau batas atas harga yang dijamin. Bitcoin yang kembali ke kisaran US$84.000-an menunjukkan bahwa menembus ambang harga terdekat saja belum cukup untuk memastikan terjadinya penembusan yang berkelanjutan.
2
39
Arus ETF dan imbal hasil obligasi membuat prospek belum pasti
Laporan arus dana ETF memberi sinyal yang beragam. ETF Bitcoin spot AS dilaporkan mencatat arus masuk pada 1 Oktober, sedangkan laporan lain menyebut rangkaian arus masuk selama sembilan sesi berakhir dengan arus keluar pada 30 September.
15
50 Bitfinex juga melaporkan bahwa arus masuk ETF melambat hingga kira-kira sebanding dengan laju penerbitan Bitcoin baru. Menurut analisis tersebut, kenaikan yang bertahan memerlukan permintaan beli di pasar spot yang lebih kuat.
35
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi perhatian. Imbal hasil Treasury awalnya turun setelah laporan pekerjaan dirilis, kemudian kembali naik selama sesi perdagangan, menurut laporan pasar.
9 Bitfinex menyebut tingginya imbal hasil riil Treasury sebagai salah satu hambatan bagi Bitcoin. Hal ini menjelaskan mengapa data pekerjaan yang lebih lemah belum mengakhiri ketidakpastian ekonomi yang lebih luas.
43
Keputusan The Fed berikutnya masih bergantung pada data
Pada September, The Fed menaikkan kisaran target suku bunga sebesar 0,25 poin persentase menjadi 3,75%–4,00%. Rapat berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Oktober.
17
18 Setelah laporan pekerjaan yang lemah, pelaku pasar menilai kenaikan suku bunga pada Oktober menjadi lebih kecil kemungkinannya. Namun, Reuters mencatat bahwa data yang akan dirilis—terutama inflasi—masih dapat mengubah penilaian tersebut, dan kenaikan pada bulan berikutnya tetap mungkin terjadi.
20
Dalam waktu dekat, pertanyaannya adalah apakah pembeli akan kembali cukup kuat untuk menyerap tekanan jual di dekat area resistansi. Pergerakan pada 2–3 Oktober menunjukkan bahwa kabar ekonomi yang mendukung pasar dapat mendorong harga naik, tetapi belum tentu menghasilkan reli lanjutan ketika aksi jual, posisi derivatif, dan ketidakpastian ekonomi masih membayangi.