Namun menjelang akhir 2025, berbagai laporan menunjukkan proyek tersebut dibatalkan sebelum sempat dirilis, menjadikannya percobaan kedua Amazon yang gagal membangun MMO baru di dunia Tolkien.
Berdasarkan laporan yang tersedia, alasan utama pembatalan bukan satu kegagalan teknis tertentu, melainkan perubahan arah bisnis di Amazon Games.
Beberapa perubahan internal yang dilaporkan meliputi:
Model MMO dikenal sebagai salah satu jenis game paling mahal dan berisiko di industri karena membutuhkan server, pembaruan konten rutin, serta tim pengembang besar selama bertahun‑tahun. Ketika Amazon mulai menarik diri dari format ini, proyek Lord of the Rings pun menjadi salah satu yang terdampak.
Pembatalan proyek ini juga terjadi di tengah gelombang PHK besar Amazon pada Oktober 2025, yang memengaruhi ribuan karyawan di berbagai divisi, termasuk tim yang terlibat dalam proyek game.
Restrukturisasi tersebut dilaporkan memengaruhi prioritas internal Amazon Games dan berdampak pada beberapa proyek—termasuk MMO Middle‑earth yang belum dirilis serta dukungan pengembangan untuk New World.
Amazon sendiri tidak membeberkan secara rinci proses pengambilan keputusan di balik pembatalan ini. Namun waktu kejadiannya menunjukkan bahwa PHK tersebut mempercepat pergeseran strategi perusahaan menjauh dari MMO mahal, bukan sekadar menghentikan satu proyek tertentu.
Walau MMO tersebut dihentikan, Amazon menegaskan mereka masih tertarik mengembangkan game di dunia Tolkien.
General Manager Amazon Games, Jeffrey Gattis, mengatakan tim kreatif perusahaan masih mengeksplorasi “pengalaman game baru” yang dapat menghadirkan dunia Tolkien dengan cara yang menarik.
Pilihan kata ini penting: Amazon tidak menjanjikan MMO baru, tetapi juga tidak menutup kemungkinan proyek lain di Middle‑earth.
Beberapa arah yang secara teoritis mungkin—meski belum dikonfirmasi—antara lain:
Upaya Amazon membuat MMO Lord of the Rings sebenarnya sudah lama mengalami kendala.
Versi sebelumnya diumumkan pada 2019 dan dikembangkan bersama Leyou Technologies. Proyek tersebut akhirnya dibatalkan pada 2021 setelah Tencent mengakuisisi Leyou dan negosiasi kontrak antara perusahaan menjadi rumit.
Proyek 2023 pada dasarnya merupakan upaya kedua untuk mewujudkan MMO besar di dunia Tolkien. Dengan pembatalan terbaru ini, ambisi Amazon untuk membuat MMO Middle‑earth kembali terhenti.
Walau proyek Amazon dibatalkan, dunia Middle‑earth di industri game masih cukup aktif.
Selain itu, pemilik lisensi Middle‑earth, Embracer Group, juga menyatakan bahwa beberapa konsep game Lord of the Rings sedang diuji dan diprototipekan oleh berbagai studio.
Artinya, meskipun MMO Amazon gagal, dunia Middle‑earth masih terus berkembang dalam berbagai jenis game lain.
Pembatalan MMO Lord of the Rings terbaru dari Amazon terutama disebabkan oleh perubahan strategi perusahaan dan restrukturisasi besar setelah PHK 2025, bukan semata masalah pengembangan teknis.
Namun Amazon belum sepenuhnya meninggalkan dunia Tolkien. Pernyataan resmi perusahaan menunjukkan bahwa proyek game Middle‑earth lain masih mungkin muncul di masa depan—hanya saja kemungkinan besar dalam format yang berbeda dari MMO besar yang sebelumnya direncanakan.
Comments
0 comments