Perkembangan utama pada bulan ketujuh perang Iran bukanlah terobosan perdamaian, melainkan meluasnya perebutan pengaruh atas jalur energi, infrastruktur regional, dan posisi tawar politik. Teheran menolak anggapan bahwa mereka mendesak untuk berunding, pembicaraan mengenai Selat Hormuz ditunda, sementara kemajuan Houthi di Yaman menambah risiko bagi pelayaran di Laut Merah.
2
33
34
Iran menepis prospek kesepakatan cepat
Presiden Donald Trump mengatakan ia memperkirakan perang akan berakhir setelah pemilu paruh waktu AS pada November dan menilai Iran berada di bawah tekanan untuk mengalah. Namun, Iran sebelumnya menyatakan tidak sedang berupaya melanjutkan perundingan damai—sikap yang berseberangan dengan optimisme Trump di depan publik.
2
19
Trump juga melontarkan kemungkinan Amerika Serikat tetap berada di Iran dan “mengambil minyaknya”, dengan membandingkannya dengan pengaturan yang diumumkan AS bersama Venezuela.
19
Gedung Putih menggambarkan kesepakatan Venezuela itu sebagai pemberian kendali mayoritas AS atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela. Pemerintah Venezuela menyebut pengaturan tersebut mencakup 17 ladang dan memproyeksikan angka investasi serta penerimaan pajak, tetapi teks lengkap perjanjiannya belum dipublikasikan.
17
20
32 Tidak ada ketentuan publik yang teridentifikasi mengenai pengaturan minyak serupa dengan Iran.
Diplomasi Selat Hormuz tertahan
Selat Hormuz tetap menjadi titik tekan maritim paling penting dalam konflik ini. Sebelum perang, perairan sempit tersebut dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia; operasi militer serta pembatasan pelayaran kemudian mengganggu transit secara tajam.
4
Oman sedianya menjadi tuan rumah pembicaraan antara Iran dan negara-negara Arab Teluk tentang kemungkinan pengaturan bagi Hormuz. Pertemuan itu ditunda tanpa tanggal baru yang diumumkan, sehingga forum diplomatik paling langsung untuk membahas masa depan jalur laut tersebut pun tertahan.
36
33
Iran juga menyatakan telah menghancurkan sebuah drone MQ-1 di atas selat itu. Klaim dari Korps Garda Revolusi Islam Iran tersebut belum diverifikasi secara independen dalam laporan yang dikutip.
7
Houthi membuka tekanan di Laut Merah
Tekanan terhadap perdagangan energi tidak lagi hanya berpusat di Hormuz. Houthi yang bersekutu dengan Iran merebut kota pelabuhan Mokha di Yaman dan bergerak menuju pulau-pulau strategis di Laut Merah, menurut sumber militer yang dikutip Reuters. Kemajuan itu memperkuat posisi mereka di dekat Selat Bab el-Mandeb—pintu masuk selatan Laut Merah dan rute penting bagi ekspor Arab Saudi.
34
Kelompok itu kemudian mengatakan telah meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan udara Khamis Mushait di Arab Saudi. Reuters melaporkan bahwa Houthi menyatakan mereka membidik hanggar, sistem radar, landasan pacu, dan depot amunisi sebagai balasan atas serangan udara Saudi di Yaman.
33
Arti strategisnya jelas: gangguan di Hormuz dan Bab el-Mandeb secara bersamaan mempersempit pilihan jalur laut alternatif. Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran atas ketahanan ekspor minyak dan bahan bakar olahan dari kawasan.
Pasar energi menghadapi fase yang lebih bergejolak
Harga minyak mentah naik lagi di atas US$100 per barel ketika konflik meningkat. Reuters melaporkan ekspor regional diesel, bensin, dan bahan bakar jet masih hampir 60% di bawah tingkat sebelum perang, berdasarkan estimasi Badan Energi Internasional (IEA) yang dikutip dalam analisisnya. Kondisi ini membuat pasokan bahan bakar olahan menjadi sangat rentan.
35
Harga rata-rata diesel di AS juga melampaui US$6 per galon untuk pertama kalinya, menurut laporan Reuters pada 10 September.
34 Pada pekan yang sama, Brent—patokan minyak mentah global—ditutup di US$101,21 per barel, penutupan tertinggi sejak 22 Mei. Rata-rata diesel nasional AS mencapai rekor US$5,94 per galon berdasarkan data AAA yang dikutip CNN.
47
Kenaikan tersebut adalah sinyal pasar, bukan bukti bahwa satu faktor tunggal menjadi penyebabnya. Namun, laporan-laporan yang tersedia konsisten mengaitkannya dengan ketidakpastian terhadap pelayaran, infrastruktur energi, dan kemungkinan serangan lebih lanjut di Teluk serta Laut Merah.
35
33
Mengapa bulan ketujuh menjadi penanda penting
Pada pertengahan September, arah perang tidak lagi semata-mata ditentukan oleh pertukaran serangan langsung antara AS dan Iran. Pertaruhannya juga mencakup apakah Hormuz dapat dibuka kembali, sejauh mana kemajuan Houthi dapat mengancam pelayaran Laut Merah, serta kemampuan infrastruktur energi untuk tetap beroperasi di tengah serangan.
Prediksi Trump bahwa perang akan selesai setelah pemilu paruh waktu dan harga bensin akan turun tajam masih berupa proyeksi, bukan kesepakatan. Laporan yang tersedia justru menunjukkan aktivitas militer berlanjut, pertemuan diplomatik tertunda, dan pasar energi mulai memperhitungkan fase konflik yang lebih panjang serta lebih volatil.
19
33
35