Informasi yang paling kuat menunjukkan bahwa kapal tunda TEDY diserang drone di Laut Hitam, dekat wilayah Odesa, Ukraina, pada 9 September. Serangan lanjutan dilaporkan terjadi hingga 10 September ketika kapal itu menuju Constanța, Rumania. Dua awak asal Azerbaijan tewas dan dua lainnya terluka. Kasus ini menyoroti risiko perang Laut Hitam bagi pelayaran komersial internasional.
1
2
3
13
Korban tewas dan awak yang dirawat
Kementerian Luar Negeri Azerbaijan mengidentifikasi dua pelaut yang meninggal sebagai Aslan Aliyev dan Asim Gasimov. Dua warga Azerbaijan lain, Imran Novruzov dan Rauf Aliyev, terluka dan dibawa ke rumah sakit di Chornomorsk, Ukraina. Pemerintah Azerbaijan menyatakan tengah mengoordinasikan bantuan, termasuk pemulangan korban luka serta jenazah kedua pelaut yang tewas.
1
2
4
Rincian tingkat luka yang dialami dua penyintas berbeda antar-laporan. Satu laporan menyebut keduanya mengalami luka bakar, sedangkan pernyataan resmi Azerbaijan hanya mengonfirmasi luka dan perawatan di rumah sakit tanpa menguraikan tingkat keparahannya.
2
9
Kapal dan komposisi awak TEDY
TEDY diberitakan sebagai kapal tunda, atau kapal tunda pendukung lepas pantai, berbendera Somalia dan dimiliki perusahaan Turki. Laporan pada saat kejadian menyebut kapal tersebut membawa 10 awak: empat warga Azerbaijan, tiga warga Turki, dua warga Jerman, dan satu warga Ukraina.
3
13
Artinya, terdapat enam awak lain di luar empat warga Azerbaijan yang disebut oleh Baku. Laporan yang tersedia tidak memberikan data lengkap dan cukup andal mengenai identitas, penanganan medis, maupun kondisi akhir setiap anggota awak lainnya. Karena itu, klaim tentang nasib seluruh enam awak tersebut perlu disikapi hati-hati.
3
6
8
Kronologi: serangan awal lalu serangan berikutnya
Sejumlah laporan sejalan mengenai gambaran umumnya: TEDY pertama kali dihantam di dekat Odesa, lalu bergerak atau berupaya bergerak menuju Constanța setelah mengalami kerusakan. Kapal tersebut kemudian dilaporkan kembali diserang pada malam hari.
3
9
10
13
Namun, jumlah pasti serangan belum sepenuhnya konsisten. Beberapa laporan menyebut satu serangan awal yang diikuti dua serangan lagi saat kapal menuju Rumania, sementara laporan lain menyebut kapal itu diserang dua kali sepanjang 9–10 September. Kesimpulan paling aman adalah TEDY mengalami beberapa serangan drone yang dilaporkan, tanpa menganggap jumlah serangan tertentu sudah pasti.
9
10
13
Klaim Rusia dan hal yang belum terbukti
Laporan yang terkait dengan Ukraina menyatakan serangan dilakukan drone Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya menyerang sebuah kapal tunda yang mengawal kapal-kapal menuju pelabuhan Odesa.
7
9
Pernyataan tersebut tidak sama dengan bukti independen bahwa TEDY membawa muatan militer atau mengangkut pasokan militer. Sumber yang tersedia tidak menetapkan muatan kapal, tugas spesifik TEDY saat insiden, ataupun bukti yang mendukung penggambaran kapal itu sebagai bagian dari pengiriman pasokan militer. Perbedaan ini penting: kematian, luka-luka, dan serangan terhadap kapal terdokumentasi, sementara alasan militer yang dikemukakan masih diperdebatkan dalam laporan publik.
1
2
9
Respons Azerbaijan
Baku mengonfirmasi korban dan menyatakan lembaga diplomatik serta instansi terkait tengah berkoordinasi menangani kasus ini. Pemerintah juga menyebut langkah-langkah sedang dilakukan untuk memulangkan pelaut yang terluka dan jenazah korban meninggal. Laporan maritim turut menyebut Azerbaijan mengeluarkan peringatan setelah serangan itu.
1
2
13
Materi yang tersedia tidak cukup kuat untuk mengonfirmasi klaim tentang insiden terpisah pada Juni yang disebut menewaskan lima warga Azerbaijan, ataupun untuk menghubungkannya langsung dengan kasus TEDY. Bukti yang ada juga belum memadai untuk menilai secara tegas dampak diplomatik yang lebih luas terhadap hubungan Baku–Moskow, di luar sensitivitas langsung atas tewasnya warga Azerbaijan di zona konflik.
Mengapa insiden ini penting bagi pelayaran Laut Hitam
Serangan terhadap TEDY terjadi di tengah eskalasi lebih luas terhadap kapal, pelabuhan, dan infrastruktur maritim di Laut Hitam. Reuters melaporkan pada Agustus bahwa Ukraina telah mengusulkan penghentian serangan terhadap sasaran sipil di kawasan itu, di tengah kekhawatiran gangguan terhadap kapal dan pelabuhan dapat memengaruhi pasokan pangan.
17
Türkiye juga menyerukan moratorium bersama atas serangan terhadap kapal komersial dan fasilitas terkait maritim. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada 8 September mengatakan moratorium semacam itu tidak dapat dipantau secara efektif.
22
24
Risikonya tidak berhenti pada satu kapal. Laporan sebelum serangan TEDY menggambarkan musim panas ketika Rusia dan Ukraina saling menyerang kapal serta infrastruktur pelabuhan. Dampaknya mencakup gangguan ekspor gandum dan meningkatnya kekhawatiran terhadap harga pangan serta keselamatan pelayaran.
20
Intinya
Empat hal didukung kuat oleh laporan yang tersedia: TEDY adalah kapal tunda berbendera Somalia dan milik perusahaan Turki; kapal itu diserang di dekat Odesa dan dilaporkan kembali diserang saat menuju Constanța; Aslan Aliyev serta Asim Gasimov tewas; dan Imran Novruzov serta Rauf Aliyev dirawat di rumah sakit di Chornomorsk.
1
2
3
13
Yang masih belum jelas adalah urutan serangan secara rinci, kondisi seluruh awak lainnya, serta ada atau tidaknya dasar faktual bagi justifikasi militer yang tersirat dari pihak Rusia. Kekosongan informasi itu penting untuk memahami peristiwa ini—dan untuk menilai bahaya yang dihadapi pelaut sipil di Laut Hitam.