Seorang pengguna kripto dilaporkan kehilangan sekitar $6,7 juta setelah penyerang menguras akun Kraken dan Coinbase berisi 1.554 ETH, 10,5 BTC, dan 34,1 cbBTC. Sekitar $5,3 juta dari dana curian dipindahkan melalui mixer kripto Tornado Cash untuk menyamarkan jejak transaksi di blockchain.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened in the recent suspected physical “wrench attack” on a crypto user who lost about $6.7 million, including how attackers drained. Article summary: A crypto user reportedly lost about $6.7 million after a suspected physical “wrench attack,” meaning attackers appear to have coerced access to the victim’s exchange accounts rather than exploiting a smart contract or ex. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "New York police officers arrest John Woeltz, Friday, May 23, 2025, in New York, who was charged with kidnapping, assaulting and holding a man against his will for several weeks in" source context "Why 'wrench attacks' on wealthy crypto holders are on the rise" Reference image 2: visual subject "William Duplessie is escorted out
Kasus pencurian kripto senilai sekitar $6,7 juta baru‑baru ini menyoroti ancaman keamanan yang semakin berkembang di dunia aset digital: “wrench attack.”
Berbeda dengan peretasan tradisional yang menargetkan kode atau sistem, jenis serangan ini menargetkan manusia yang memegang akses ke kripto—melalui intimidasi fisik, ancaman, atau paksaan untuk membuka akun dan menyetujui transfer.
Dalam insiden ini, seorang pemilik kripto dilaporkan kehilangan jutaan dolar setelah penyerang menguras akun di dua bursa besar: Kraken dan Coinbase.
Berdasarkan pemantauan transaksi di blockchain, penyerang melakukan serangkaian penarikan dari dua platform tersebut.
Dari akun Kraken, penyerang menarik:
Sementara dari akun Coinbase, mereka menarik:
Total nilai aset yang dicuri diperkirakan mencapai sekitar $6,7 juta. Peneliti on‑chain berhasil melacak alamat dompet penerima yang digunakan dalam operasi pencurian tersebut.
Beberapa laporan menyebut kejadian ini sebagai dugaan serangan fisik, yang berarti korban kemungkinan dipaksa membuka atau mengotorisasi akses ke akun kriptonya. Namun hingga laporan terakhir, metode paksaan yang digunakan belum dikonfirmasi secara resmi oleh penegak hukum.
Setelah penarikan, dana curian dengan cepat dipindahkan ke berbagai dompet kripto.
Sekitar $5,3 juta di antaranya dilaporkan diproses melalui Tornado Cash, layanan mixer kripto yang dirancang untuk memutus hubungan yang dapat dilacak antara alamat pengirim dan penerima.
Mixer bekerja dengan menggabungkan dana dari banyak pengguna lalu mengirimkannya kembali ke alamat baru. Teknik ini membuat pelacakan transaksi jauh lebih sulit, meskipun perusahaan analitik blockchain sering kali masih dapat merekonstruksi sebagian alur dana.
Istilah wrench attack berasal dari lelucon lama di dunia keamanan siber: daripada memecahkan enkripsi yang rumit, penyerang cukup mengancam seseorang dengan kunci inggris (wrench) sampai mereka menyerahkan kata sandi atau kunci privat.
Dalam konteks kripto, serangan ini biasanya melibatkan:
Karena itu, serangan ini tidak memecahkan sistem kriptografi—melainkan melewati seluruh sistem dengan menargetkan orang yang mengendalikannya.
Peneliti keamanan blockchain mengatakan kejadian seperti ini semakin sering terjadi.
Perusahaan keamanan Web3 CertiK mencatat 34 serangan fisik terhadap pemilik kripto di seluruh dunia antara Januari–April 2026, meningkat 41% dibanding periode yang sama pada 2025.
Kerugian dari serangan tersebut diperkirakan mencapai sekitar $101 juta hanya dalam empat bulan, hampir dua kali lipat dari total kerugian sepanjang tahun 2025 yang sekitar $52,2 juta.
Distribusi geografisnya juga sangat terkonsentrasi:
Peneliti juga memperingatkan bahwa jumlah sebenarnya kemungkinan lebih besar karena banyak korban memilih tidak melaporkan serangan secara publik.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Eropa.
Di Amerika Serikat, jaksa federal mendakwa tiga tersangka yang diduga melakukan serangkaian perampokan terhadap pemilik kripto di California. Para pelaku menyamar sebagai kurir pengiriman untuk masuk ke rumah korban.
Dalam salah satu kasus, korban dipaksa di bawah ancaman senjata untuk masuk ke akun kripto mereka dan mentransfer sekitar $6,5 juta kepada pelaku.
Investigasi menunjukkan bahwa pelaku sering memanfaatkan informasi dari media sosial, kebocoran data, atau catatan publik untuk menemukan target yang diketahui memiliki aset kripto besar.
Kasus ini juga menyoroti celah keamanan yang sering disebut sebagai “human layer” dalam ekosistem kripto.
Meskipun infrastruktur bursa seperti Kraken atau Coinbase mungkin aman dari peretasan teknis, penyerang tetap dapat berhasil dengan menargetkan:
Misalnya, pada 2026 Kraken mengungkap upaya pemerasan setelah pihak kriminal mendapatkan akses terbatas ke data pelanggan melalui akun staf dukungan yang dikompromikan—meskipun perusahaan menegaskan dana pelanggan tidak terancam.
Dalam kasus terpisah, seorang pengguna Kraken juga dilaporkan kehilangan sekitar $18,2 juta akibat serangan rekayasa sosial yang memungkinkan penyerang memindahkan dana lintas blockchain.
Kasus pencurian $6,7 juta ini menunjukkan perubahan besar dalam pola kejahatan kripto.
Alih‑alih hanya mengeksploitasi bug smart contract atau meretas bursa, pelaku kini menggabungkan beberapa teknik sekaligus:
Bagi pemilik kripto, ini berarti keamanan tidak lagi hanya soal password kuat atau hardware wallet. Privasi, pemisahan akun, dan bahkan keamanan fisik kini menjadi bagian penting dari perlindungan aset digital.
Seiring nilai kripto semakin besar dan terlihat publik, semakin banyak kasus yang menunjukkan bahwa vektor serangan paling lemah bukanlah protokol—melainkan orang yang memegang kuncinya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Seorang pengguna kripto dilaporkan kehilangan sekitar $6,7 juta setelah penyerang menguras akun Kraken dan Coinbase berisi 1.554 ETH, 10,5 BTC, dan 34,1 cbBTC.
Seorang pengguna kripto dilaporkan kehilangan sekitar $6,7 juta setelah penyerang menguras akun Kraken dan Coinbase berisi 1.554 ETH, 10,5 BTC, dan 34,1 cbBTC. Sekitar $5,3 juta dari dana curian dipindahkan melalui mixer kripto Tornado Cash untuk menyamarkan jejak transaksi di blockchain.
Kasus ini mencerminkan lonjakan serangan fisik terhadap pemilik kripto pada 2026, dengan 34 insiden global dan kerugian sekitar $101 juta dalam empat bulan pertama tahun ini.