Sebuah kecelakaan serius terjadi di tambang batu bara di China utara setelah kadar karbon monoksida meningkat melewati batas aman jauh di bawah tanah di tambang Liushenyu, Kota Changzhi, Provinsi Shanxi.
Menurut laporan awal otoritas setempat, 247 penambang sedang bekerja di bawah tanah saat insiden terjadi pada Jumat malam. Hingga pembaruan penyelamatan pertama, 157 penambang berhasil dibawa ke permukaan, termasuk empat yang dikonfirmasi meninggal dunia, sementara 90 penambang masih terjebak di bawah tanah. Pihak berwenang juga menyebutkan bahwa 16 dari mereka yang masih terjebak berada dalam kondisi kritis.
Karena operasi penyelamatan masih berlangsung saat laporan awal dirilis, jumlah korban maupun pekerja yang berhasil dievakuasi masih bisa berubah seiring perkembangan situasi di dalam tambang.
Menurut laporan media pemerintah China, kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.43 waktu setempat di tambang batu bara Liushenyu di Kabupaten Qinyuan, yang termasuk wilayah administratif Kota Changzhi di Provinsi Shanxi.
Sistem pemantauan tambang mendeteksi konsentrasi karbon monoksida yang melampaui batas keselamatan. Gas ini sangat berbahaya di lingkungan tambang bawah tanah karena tidak berwarna dan dapat menyebabkan keracunan dengan cepat dalam ruang tertutup.
Tim darurat segera meluncurkan operasi penyelamatan besar-besaran sepanjang malam untuk menemukan dan mengevakuasi para penambang. Banyak pekerja telah berhasil dibawa keluar pada tahap awal operasi, namun puluhan lainnya masih berada di dalam area tambang yang terdampak ketika laporan pertama dirilis.
Data awal dari laporan resmi memberikan gambaran skala insiden:
Dalam bencana tambang, angka-angka ini sering berubah dengan cepat seiring ditemukannya pekerja yang selamat atau semakin jelasnya kondisi di dalam tambang.
Pada tahap awal laporan, belum ada penyebab resmi yang dikonfirmasi. Otoritas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apa yang memicu peningkatan kadar karbon monoksida tersebut.
Dalam operasi tambang bawah tanah, penumpukan karbon monoksida dapat terjadi karena beberapa kemungkinan, seperti:
Namun hingga saat ini, belum ada faktor yang secara resmi dikaitkan dengan kecelakaan di Changzhi, sehingga semua kemungkinan tersebut masih bersifat hipotesis sampai hasil investigasi dirilis.
Kecelakaan ini terjadi di Provinsi Shanxi, salah satu pusat produksi batu bara terbesar di China. Wilayah ini selama puluhan tahun menjadi tulang punggung pasokan energi negara tersebut dan memiliki banyak tambang bawah tanah berskala besar.
Karena aktivitas penambangan yang sangat intensif, Shanxi juga pernah mengalami sejumlah kecelakaan tambang besar di masa lalu. Pemerintah China dalam beberapa tahun terakhir telah memperketat regulasi keselamatan dan memperluas sistem pemantauan tambang untuk menekan risiko kecelakaan.
Data resmi menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan dan korban jiwa di sektor pertambangan batu bara China cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, jumlah kematian akibat kecelakaan tambang dilaporkan turun sekitar 6,1% dibanding tahun sebelumnya, sementara kecelakaan besar dan korban dari insiden tersebut juga mengalami penurunan.
Pemerintah juga meluncurkan berbagai langkah tambahan, termasuk:
Upaya tersebut bertujuan meningkatkan pengawasan terhadap industri batu bara yang sangat besar di China.
Setelah kecelakaan tambang berskala besar, otoritas China biasanya melakukan penyelidikan resmi untuk menentukan penyebab insiden dan menilai apakah ada pelanggaran standar keselamatan.
Untuk kasus di Changzhi, hasil penyelidikan nantinya diharapkan menjelaskan:
Sementara itu, informasi yang tersedia saat ini masih menggambarkan tahap awal dari sebuah bencana tambang yang masih berkembang, dengan operasi penyelamatan yang terus berlangsung.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Laporan awal menyebutkan 247 penambang berada di bawah tanah ketika kadar karbon monoksida melampaui batas aman di tambang Liushenyu, Changzhi, Shanxi; 157 berhasil dievakuasi, empat meninggal, dan 90 masih terjebak.
Laporan awal menyebutkan 247 penambang berada di bawah tanah ketika kadar karbon monoksida melampaui batas aman di tambang Liushenyu, Changzhi, Shanxi; 157 berhasil dievakuasi, empat meninggal, dan 90 masih terjebak. Penyebab lonjakan karbon monoksida belum dipastikan. Penyelidikan masih berlangsung dan belum mengonfirmasi apakah terkait kegagalan peralatan, masalah ventilasi, atau faktor lain.
Insiden ini terjadi di Shanxi, salah satu pusat produksi batu bara terbesar di China, di tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan keselamatan tambang secara nasional.