Insiden ini menjadi puncak dari kampanye serangan rantai pasok perangkat lunak yang telah berlangsung selama sekitar satu pekan. Miasma sebelumnya menyusupi paket-paket di registry npm dan mencuri kredensial dari komputer pengembang. Dalam tahap berikutnya, malware tersebut menunjukkan kemampuan baru: menyisipkan instruksi berbahaya ke dalam berkas konfigurasi yang dibaca oleh agen pemrograman berbasis AI.
Pada 1 Juni 2026, peneliti keamanan dari Aikido dan OX Security menemukan kode berbahaya di namespace npm @redhat-cloud-services. Namespace ini berisi paket-paket yang digunakan untuk mendukung Red Hat Hybrid Cloud Console. Sebanyak 32 paket dalam 96 versi berbahaya diketahui telah disusupi, dengan total sekitar 117.000 unduhan per minggu .
Akses awal bukan sekadar akibat kebocoran token npm. Penyerang mengambil alih akun GitHub seorang karyawan Red Hat, kemudian memakainya untuk menyisipkan commit berbahaya ke pipeline CI/CD RedHatInsights/javascript-clients .
Dari sana, penyerang menyalahgunakan mekanisme trusted publishing milik GitHub dan npm. Mekanisme ini memungkinkan publikasi paket melalui alur kerja tepercaya, termasuk penggunaan token OIDC berumur pendek. Karena pipeline resmi yang disalahgunakan tetap menghasilkan attestasi provenance SLSA yang valid, paket yang telah diberi pintu belakang dapat terlihat sah .
Paket yang terinfeksi membawa skrip preinstall. Skrip ini berjalan otomatis ketika paket dipasang melalui npm install, lalu mengunduh muatan pencuri kredensial berukuran 28 KB. Malware tersebut dikenal sebagai varian baru keluarga Mini Shai-Hulud bernama “Miasma” dan dikaitkan dengan kelompok TeamPCP, meskipun penggunaan kode yang sama oleh pelaku peniru juga tidak dapat dikesampingkan .
Kredensial yang dicuri pada tahap awal kemudian digunakan untuk menyerang ekosistem GitHub. Pada 5 Juni, penyerang mendorong satu commit berbahaya ke repositori Azure/durabletask menggunakan akun kontributor yang telah disusupi sebelumnya .
Repositori tersebut sebelumnya juga pernah terdampak kompromi paket PyPI pada 19 Mei. Akun kontributor yang sama digunakan kembali dalam serangan berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa akses yang terkait dengan kompromi awal kemungkinan belum sepenuhnya dicabut setelah insiden pertama .
Commit berbahaya itu berisi berkas konfigurasi yang dirancang untuk menjebak agen pemrograman AI. Ketika pengembang membuka repositori melalui alat seperti Claude Code, Gemini CLI, Cursor, atau VS Code, berkas-berkas tersebut dapat dibaca secara otomatis dan menyuntikkan instruksi yang menjalankan muatan pencuri kredensial .
GitHub kemudian menonaktifkan 73 repositori di empat organisasi Microsoft :
Repositori yang terdampak menampilkan pemberitahuan berwarna abu-abu: “This repository has been disabled. Access to this repository has been disabled by GitHub Staff due to a violation of GitHub's terms of service” .
Versi paket yang telah diberi pintu belakang menjalankan skrip preinstall saat pengguna memasangnya. Dengan demikian, infeksi dapat dimulai sebelum aplikasi utama dijalankan .
Setelah masuk ke komputer pengembang, muatan Miasma mencari token GitHub, token npm, dan kredensial lain. Token tersebut kemudian dapat digunakan untuk menyisipkan kode berbahaya ke repositori atau paket lain yang dapat diakses korban, sehingga worm menyebar tanpa memerlukan tindakan manual lebih lanjut .
Miasma dirancang sebagai pencuri data yang agresif. Targetnya mencakup kredensial AWS, Azure, GCP, Kubernetes, HashiCorp Vault, lebih dari 90 konfigurasi alat pengembangan, kunci SSH, variabel lingkungan, dompet kripto, serta data persistensi alat AI .
Pengambilalihan akun karyawan memungkinkan penyerang menyusupi pipeline resmi dan menerbitkan paket melalui mekanisme trusted publishing. Akibatnya, paket berbahaya dapat memiliki attestasi provenance yang valid dan tampak lebih meyakinkan bagi pengguna maupun sistem otomatis .
Pada fase serangan terhadap Microsoft, pelaku menanamkan instruksi berbahaya dalam berkas konfigurasi yang dibaca agen pemrograman AI. Hal ini mengubah alat bantu pengembang menjadi jalur eksekusi yang tidak disengaja bagi alur kerja yang dikendalikan penyerang .
Dengan kata lain, menghapus paket yang terinfeksi saja tidak cukup. Jika kredensial telah dicuri, penyerang masih mungkin mempertahankan akses melalui token, kunci, atau izin repositori yang belum dicabut.
Miasma bukan satu-satunya kampanye yang terungkap pada periode tersebut. Pada 5 Juni, Endor Labs dan StepSecurity mengungkap kampanye terpisah bernama IronWorm. Kampanye ini telah menyusupi 57 paket npm dalam lebih dari 286 versi berbahaya untuk menyebarkan varian baru worm Miasma .
Kampanye IronWorm juga bereksperimen dengan teknik seperti penyalahgunaan berkas binding.gyp untuk menjalankan kode berbahaya . Skala ini menunjukkan bahwa pelaku terus memperluas operasi dan mencoba jalur eksekusi baru.
Cloud Security Alliance (CSA) memperingatkan adanya risiko jangka panjang. Meskipun kampanye Miasma dikaitkan dengan TeamPCP, basis kode yang digunakan telah tersedia untuk publik. Karena itu, pelaku peniru yang memakai kode asli maupun versi modifikasinya tidak dapat dikesampingkan .
Insiden ini memperlihatkan bahwa rantai pasok perangkat lunak tidak hanya bergantung pada keamanan registry atau satu repositori. Akun pengembang, pipeline CI/CD, mekanisme publikasi tepercaya, token cloud, dan bahkan alat AI yang membaca berkas proyek semuanya dapat menjadi mata rantai yang diserang.
Insiden ini menjadi puncak dari kampanye serangan rantai pasok perangkat lunak yang telah berlangsung selama sekitar satu pekan. Miasma sebelumnya menyusupi paket-paket di registry npm dan mencuri kredensial dari komputer pengembang. Dalam tahap berikutnya, malware tersebut menunjukkan kemampuan baru: menyisipkan instruksi berbahaya ke dalam berkas konfigurasi yang dibaca oleh agen pemrograman berbasis AI.
Pada 1 Juni 2026, peneliti keamanan dari Aikido dan OX Security menemukan kode berbahaya di namespace npm @redhat-cloud-services. Namespace ini berisi paket-paket yang digunakan untuk mendukung Red Hat Hybrid Cloud Console. Sebanyak 32 paket dalam 96 versi berbahaya diketahui telah disusupi, dengan total sekitar 117.000 unduhan per minggu .
Akses awal bukan sekadar akibat kebocoran token npm. Penyerang mengambil alih akun GitHub seorang karyawan Red Hat, kemudian memakainya untuk menyisipkan commit berbahaya ke pipeline CI/CD RedHatInsights/javascript-clients .
Dari sana, penyerang menyalahgunakan mekanisme trusted publishing milik GitHub dan npm. Mekanisme ini memungkinkan publikasi paket melalui alur kerja tepercaya, termasuk penggunaan token OIDC berumur pendek. Karena pipeline resmi yang disalahgunakan tetap menghasilkan attestasi provenance SLSA yang valid, paket yang telah diberi pintu belakang dapat terlihat sah .
Paket yang terinfeksi membawa skrip preinstall. Skrip ini berjalan otomatis ketika paket dipasang melalui npm install, lalu mengunduh muatan pencuri kredensial berukuran 28 KB. Malware tersebut dikenal sebagai varian baru keluarga Mini Shai-Hulud bernama “Miasma” dan dikaitkan dengan kelompok TeamPCP, meskipun penggunaan kode yang sama oleh pelaku peniru juga tidak dapat dikesampingkan .
Kredensial yang dicuri pada tahap awal kemudian digunakan untuk menyerang ekosistem GitHub. Pada 5 Juni, penyerang mendorong satu commit berbahaya ke repositori Azure/durabletask menggunakan akun kontributor yang telah disusupi sebelumnya .
Repositori tersebut sebelumnya juga pernah terdampak kompromi paket PyPI pada 19 Mei. Akun kontributor yang sama digunakan kembali dalam serangan berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa akses yang terkait dengan kompromi awal kemungkinan belum sepenuhnya dicabut setelah insiden pertama .
Commit berbahaya itu berisi berkas konfigurasi yang dirancang untuk menjebak agen pemrograman AI. Ketika pengembang membuka repositori melalui alat seperti Claude Code, Gemini CLI, Cursor, atau VS Code, berkas-berkas tersebut dapat dibaca secara otomatis dan menyuntikkan instruksi yang menjalankan muatan pencuri kredensial .
GitHub kemudian menonaktifkan 73 repositori di empat organisasi Microsoft :
Repositori yang terdampak menampilkan pemberitahuan berwarna abu-abu: “This repository has been disabled. Access to this repository has been disabled by GitHub Staff due to a violation of GitHub's terms of service” .
Versi paket yang telah diberi pintu belakang menjalankan skrip preinstall saat pengguna memasangnya. Dengan demikian, infeksi dapat dimulai sebelum aplikasi utama dijalankan .
Setelah masuk ke komputer pengembang, muatan Miasma mencari token GitHub, token npm, dan kredensial lain. Token tersebut kemudian dapat digunakan untuk menyisipkan kode berbahaya ke repositori atau paket lain yang dapat diakses korban, sehingga worm menyebar tanpa memerlukan tindakan manual lebih lanjut .
Miasma dirancang sebagai pencuri data yang agresif. Targetnya mencakup kredensial AWS, Azure, GCP, Kubernetes, HashiCorp Vault, lebih dari 90 konfigurasi alat pengembangan, kunci SSH, variabel lingkungan, dompet kripto, serta data persistensi alat AI .
Pengambilalihan akun karyawan memungkinkan penyerang menyusupi pipeline resmi dan menerbitkan paket melalui mekanisme trusted publishing. Akibatnya, paket berbahaya dapat memiliki attestasi provenance yang valid dan tampak lebih meyakinkan bagi pengguna maupun sistem otomatis .
Pada fase serangan terhadap Microsoft, pelaku menanamkan instruksi berbahaya dalam berkas konfigurasi yang dibaca agen pemrograman AI. Hal ini mengubah alat bantu pengembang menjadi jalur eksekusi yang tidak disengaja bagi alur kerja yang dikendalikan penyerang .
Dengan kata lain, menghapus paket yang terinfeksi saja tidak cukup. Jika kredensial telah dicuri, penyerang masih mungkin mempertahankan akses melalui token, kunci, atau izin repositori yang belum dicabut.
Miasma bukan satu-satunya kampanye yang terungkap pada periode tersebut. Pada 5 Juni, Endor Labs dan StepSecurity mengungkap kampanye terpisah bernama IronWorm. Kampanye ini telah menyusupi 57 paket npm dalam lebih dari 286 versi berbahaya untuk menyebarkan varian baru worm Miasma .
Kampanye IronWorm juga bereksperimen dengan teknik seperti penyalahgunaan berkas binding.gyp untuk menjalankan kode berbahaya . Skala ini menunjukkan bahwa pelaku terus memperluas operasi dan mencoba jalur eksekusi baru.
Cloud Security Alliance (CSA) memperingatkan adanya risiko jangka panjang. Meskipun kampanye Miasma dikaitkan dengan TeamPCP, basis kode yang digunakan telah tersedia untuk publik. Karena itu, pelaku peniru yang memakai kode asli maupun versi modifikasinya tidak dapat dikesampingkan .
Insiden ini memperlihatkan bahwa rantai pasok perangkat lunak tidak hanya bergantung pada keamanan registry atau satu repositori. Akun pengembang, pipeline CI/CD, mekanisme publikasi tepercaya, token cloud, dan bahkan alat AI yang membaca berkas proyek semuanya dapat menjadi mata rantai yang diserang.