Bitcoin merosot ke bawah $73.000, level terendah dalam enam minggu, pada Rabu, 27 Mei 2026, setelah serangan baru AS ke sasaran militer Iran di dekat Selat Hormuz mengguncang pasar keuangan global. ETF Bitcoin spot di AS mengalami pendarahan dana sebesar $733,4 juta (sekitar Rp11,8 triliun) dalam satu hari, arus kel...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened in the cryptocurrency market on Wednesday as U.S.-Iran military strikes escalated, causing Bitcoin to drop below $73,000 to a. Article summary: Your summary is largely confirmed by the latest data. Here is the picture from Wednesday (May 27, 2026):. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Bitcoin dips below $70,000 as US-Iran war brings back crypto volatility. The price of Bitcoin slid further Saturday, dropping to $68,000 after earlier this week breaking above $7" source context "Bitcoin dips below $70,000 as US-Iran war brings back crypto volatility - DL News" Reference image 2: visual subject "# Bitcoin dips below $70,000 as US-Iran war brings back crypto volatility. The price of Bitcoin slid further Saturd
Eskalasi tajam dalam ketegangan militer antara AS dan Iran di dekat Selat Hormuz memicu aksi jual brutal di pasar mata uang kripto pada Rabu, 27 Mei 2026. Bitcoin ambruk menembus level support $73.000 untuk pertama kalinya dalam enam minggu, sementara investor institusional berbondong-bondong meninggalkan ETF Bitcoin spot dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sejak akhir Januari. Pertemuan antara ketidakstabilan geopolitik, melonjaknya harga minyak, dan jebolnya level teknikal penting memunculkan pertanyaan mendesak: seberapa jauh lagi aksi pelepasan aset oleh institusi ini akan berlanjut?
Bitcoin sempat diperdagangkan di level terendah $72.912 selama jam perdagangan Asia pada hari Kamis, menandai penurunan 3,4% dalam 24 jam dan 6,3% selama tujuh hari terakhir . Pemicunya adalah putaran baru serangan "bela diri" AS terhadap target militer Iran pada 26 Mei, yang kembali menyalakan ketakutan akan konflik yang lebih luas di kawasan
.
Minyak mentah Brent melonjak di atas $98 per barel sebagai responsnya, dan pasar keuangan tradisional berotasi menjauhi aset-aset berisiko. Pasar kripto, yang sudah rapuh akibat arus keluar institusional selama berminggu-minggu, menyerap guncangan itu dengan kerugian yang lebih besar. Ether anjlok lebih dari 4%, dan total kapitalisasi pasar mata uang kripto menyusut menjadi sekitar $2,45 triliun .
Data dari Coinglass menunjukkan bahwa hampir $1 miliar posisi long (beli) dengan leverage dilikuidasi selama aksi jual tersebut, menjadikannya salah satu peristiwa likuidasi terbesar tahun ini . Pasar saham Asia juga dibuka lebih rendah, memperburuk sentimen hindar-risiko di pasar global
.
ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar bersih sebesar $733,4 juta (sekitar Rp11,8 triliun dengan asumsi kurs Rp16.100) pada 27 Mei, menurut data dari Farside Investors . Ini adalah penarikan harian terbesar sejak 29 Januari dan memperpanjang rentetan arus keluar menjadi delapan sesi perdagangan berturut-turut
.
Pendarahan dana ini terjadi secara merata, dengan setidaknya tujuh dana melaporkan penarikan bersih:
Dalam dua minggu sebelumnya, lebih dari $2 miliar telah keluar dari produk-produk ini, menandakan penurunan permintaan institusional yang berkelanjutan terhadap eksposur Bitcoin .
IBIT milik BlackRock menjadi yang paling menderita dari eksodus hari Rabu itu, kehilangan $527,8 juta dalam satu sesi. Ini adalah arus keluar bersih harian terbesar kedua bagi dana tersebut sejak diluncurkan pada Januari 2024, hanya kalah dari rekor $528,3 juta yang terjadi pada 30 Januari 2026 .
Dana ini sebelumnya sudah berada di bawah tekanan. Pada 26 Mei, IBIT mengalami arus keluar sekitar $192 juta, menandai tujuh hari perdagangan berturut-turut dengan penarikan bersih sebelum rekor pada hari Rabu . Sebuah order jual dark pool sekitar $130 juta dalam saham IBIT pada awal pekan itu telah mengisyaratkan adanya reposisi institusional menjelang penurunan pasar yang lebih luas
.
Para analis mencatat bahwa pola arus keluar IBIT mencerminkan lebih dari sekadar aksi jangka pendek untuk mencari aset aman (safe haven). Dana tersebut hanya mengalami 10 hari perdagangan dengan arus masuk bersih sepanjang 2026 hingga Februari, dengan lonjakan volume berulang selama aksi jual yang menunjukkan distribusi institusional yang persisten . IBIT tetap menjadi ETF Bitcoin spot terbesar berdasarkan aset yang dikelola, dengan kepemilikan sekitar $56 miliar, namun performa terkininya telah menjadikannya indikator utama melemahnya keyakinan institusional
.
Dengan Bitcoin yang jebol secara meyakinkan di bawah $73.000, para analis teknikal mengalihkan perhatian mereka ke zona support $70.000, yang telah bertindak sebagai batas bawah kritis selama aksi jual geopolitik sebelumnya . Penembusan level tersebut akan menghapus semua kenaikan sejak awal Maret dan berpotensi memicu gelombang baru likuidasi stop-loss serta margin call
.
Data Glassnode menunjukkan bahwa basis biaya (cost basis) untuk pemegang jangka pendek—mereka yang membeli Bitcoin dalam tiga hingga enam bulan terakhir—berada di dekat wilayah $70.000. Hal ini membuat level harga tersebut signifikan secara psikologis dan struktural . Jika tekanan jual berlanjut dan batas bawah itu tembus, para analis memperingatkan bahwa hal itu bisa menjadi sinyal siklus pelepasan alokasi institusional yang lebih dalam
.
Katalis langsungnya adalah serangan "bela diri" militer AS di Iran selatan pada 26 Mei, yang terjadi setelah berminggu-minggu retorika yang meningkat dan permusuhan sporadis antara pasukan AS dan Iran . Pasar sempat memperhitungkan de-eskalasi pada awal pekan, dengan Bitcoin bertahan di dekat $77.000 meskipun ada laporan serangan awal, tetapi kekerasan yang baru menghancurkan rasa puas diri itu
.
Investor memutar modal ke aset-aset safe haven tradisional: harga emas menguat, dolar AS menguat, dan imbal hasil Treasury AS (obligasi pemerintah) menurun . Aset kripto, sebaliknya, berperilaku seperti aset berisiko tinggi (high-beta) yang justru memperkuat aksi jual pasar yang lebih luas, alih-alih berfungsi sebagai lindung nilai geopolitik. Pola ini telah berulang sepanjang tahun 2026, menantang narasi bahwa Bitcoin berfungsi sebagai "emas digital" selama konflik
.
Ronde ketegangan AS-Iran sebelumnya pada bulan Maret sempat mendorong Bitcoin di bawah $70.000 sebelum jeda serangan selama lima hari memungkinkan harga pulih di atas $73.000 . Berakhirnya jeda tersebut, ditambah dengan permusuhan baru, meningkatkan risiko bahwa pasar mungkin akan kembali menguji atau menembus level terendah Maret itu
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Bitcoin merosot ke bawah $73.000, level terendah dalam enam minggu, pada Rabu, 27 Mei 2026, setelah serangan baru AS ke sasaran militer Iran di dekat Selat Hormuz mengguncang pasar keuangan global.
Bitcoin merosot ke bawah $73.000, level terendah dalam enam minggu, pada Rabu, 27 Mei 2026, setelah serangan baru AS ke sasaran militer Iran di dekat Selat Hormuz mengguncang pasar keuangan global. ETF Bitcoin spot di AS mengalami pendarahan dana sebesar $733,4 juta (sekitar Rp11,8 triliun) dalam satu hari, arus keluar terbesar sejak akhir Januari.
Analis kini mengawasi ketat level support $70.000. Mereka memperingatkan bahwa aksi jual institusional yang berkelanjutan dapat mendorong Bitcoin semakin dalam jika ketegangan geopolitik dan harga minyak terus meningkat.