Pada Mei 2026, Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye memecat Perdana Menteri Ousmane Sonko dan membubarkan pemerintah setelah berbulan bulan ketegangan di dalam partai berkuasa Pastef. Aliansi politik yang memenangkan pemilu 2024 runtuh akibat perebutan pengaruh antara presiden dan pemimpin partai, serta perbedaan...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened in Senegal after President Bassirou Diomaye Faye dismissed Prime Minister Ousmane Sonko and dissolved the government, how did. Article summary: President Bassirou Diomaye Faye’s dismissal of Prime Minister Ousmane Sonko and dissolution of the government marked the open collapse of the partnership that brought Pastef to power in 2024. The immediate effect is a sh. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "DAKAR, Nov 12 (Reuters) – Senegal’s president and the political party he belongs to have issued conflicting statements over the leadership of the ruling coalition, a clear sign of" source context "Senegal president and ruling party clash over leadership post" Reference image 2: visual subject "DAKAR, Nov 12 (Reute
Senegal memasuki fase ketidakpastian politik baru pada Mei 2026 ketika Presiden Bassirou Diomaye Faye memecat Perdana Menteri Ousmane Sonko dan membubarkan seluruh kabinet. Keputusan ini menandai runtuhnya kemitraan politik yang membawa gerakan Pastef berkuasa setelah pemilu 2024.
Langkah tersebut datang setelah berbulan-bulan ketegangan antara dua tokoh yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu dekat, dan terjadi di tengah krisis fiskal serius serta negosiasi penting dengan Dana Moneter Internasional (IMF).
Hubungan politik antara Faye dan Sonko sejak awal sudah tidak biasa.
Ousmane Sonko adalah figur oposisi paling menonjol dan pemimpin partai PASTEF (Patriotes Africains du Sénégal pour le Travail, l’Éthique et la Fraternité). Namun ia tidak bisa mencalonkan diri dalam pemilu presiden 2024 karena hambatan hukum. Sebagai gantinya, partai tersebut mengusung Bassirou Diomaye Faye sebagai kandidat presiden—dan ia berhasil menang.
Setelah kemenangan itu, Sonko diangkat menjadi perdana menteri. Secara praktis, kekuasaan politik terbagi: Faye memegang jabatan presiden, sementara Sonko tetap menjadi figur dominan di dalam partai.
Seiring waktu, pembagian kekuasaan ini berubah menjadi persaingan tentang siapa yang sebenarnya menentukan arah pemerintahan dan strategi politik Pastef.
Tanda-tanda retaknya hubungan muncul jauh sebelum pemecatan.
Pada Maret 2026, Sonko secara terbuka mengatakan ia bisa saja menarik partai Pastef keluar dari pemerintahan dan kembali menjadi oposisi jika Presiden Faye menyimpang dari agenda partai.
Kemudian pada awal Mei, Faye memperingatkan bahwa partai yang dipimpin secara organisasi oleh Sonko itu bisa menuju “kehancuran” jika konflik internal tidak dihentikan.
Pertukaran pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konflik bukan hanya soal hubungan pribadi, tetapi juga soal kontrol atas partai dan arah kebijakan negara.
Di saat yang sama, Senegal menghadapi guncangan fiskal besar.
Setelah pemerintahan baru mulai bekerja pada 2024, dilakukan audit keuangan negara yang menemukan kewajiban utang yang sebelumnya tidak dilaporkan sekitar $7 miliar yang berasal dari pemerintahan sebelumnya.
Temuan itu langsung berdampak besar pada kondisi ekonomi negara:
Baik Faye maupun Sonko menyalahkan pemerintahan sebelumnya atas laporan keuangan yang tidak akurat. Namun krisis tersebut memaksa pemerintah membuat keputusan sulit terkait penghematan anggaran, manajemen utang, dan hubungan dengan kreditur internasional.
Negosiasi dengan IMF menjadi salah satu titik penting dalam konflik kekuasaan ini.
Presiden Faye kemudian mengambil alih langsung pembicaraan dengan IMF, sebuah langkah yang menandakan seriusnya krisis fiskal sekaligus memusatkan pengambilan keputusan ekonomi di kantor presiden.
Sementara itu, Sonko secara terbuka mengkritik beberapa ide IMF—termasuk kemungkinan restrukturisasi utang—yang menurutnya dapat merusak kedaulatan atau kehormatan nasional.
Perbedaan pandangan ini memperdalam konflik yang sudah ada, terutama mengenai:
Pada 22 Mei 2026, Presiden Faye secara resmi memecat Sonko sebagai perdana menteri dan sekaligus membubarkan pemerintah dalam pengumuman yang disiarkan media negara.
Semua menteri diberhentikan, sementara kabinet lama diminta menjalankan urusan rutin sampai pemerintahan baru dibentuk.
Keputusan ini secara efektif mengakhiri duet kepemimpinan yang menjadi simbol perubahan politik Senegal setelah pemilu 2024.
Perpecahan ini membawa beberapa konsekuensi penting.
Partai Pastef kini menghadapi potensi perpecahan antara kubu yang mendukung presiden dan yang tetap setia pada Sonko. Presiden sebelumnya bahkan sudah memperingatkan bahwa konflik internal dapat membuat partai runtuh.
Sonko memiliki basis dukungan akar rumput yang kuat. Pemecatannya berpotensi memicu kembali ketegangan politik atau mobilisasi massa jika persaingan antara kedua tokoh semakin tajam.
Bagi investor dan lembaga internasional, pertanyaan penting kini adalah: siapa yang benar-benar menentukan kebijakan ekonomi Senegal?
Hal ini penting karena negara tersebut masih harus memulihkan kredibilitas fiskal dan mencapai kesepakatan baru dengan IMF setelah program sebelumnya dibekukan akibat skandal utang tersembunyi.
Retaknya hubungan Faye–Sonko menjadi salah satu perubahan politik paling dramatis di Senegal sejak berakhirnya era pemerintahan sebelumnya pada 2024.
Aliansi yang awalnya tampak strategis—dengan Sonko sebagai motor politik dan Faye sebagai presiden—akhirnya runtuh akibat perebutan pengaruh, persaingan dalam partai, dan tekanan kebijakan ekonomi yang berat akibat krisis utang.
Ke depan, stabilitas politik Senegal, kesatuan partai Pastef, dan keberhasilan negosiasi dengan IMF akan sangat menentukan apakah negara tersebut dapat keluar dari krisis fiskal sekaligus mempertahankan stabilitas demokrasi.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada Mei 2026, Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye memecat Perdana Menteri Ousmane Sonko dan membubarkan pemerintah setelah berbulan bulan ketegangan di dalam partai berkuasa Pastef.
Pada Mei 2026, Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye memecat Perdana Menteri Ousmane Sonko dan membubarkan pemerintah setelah berbulan bulan ketegangan di dalam partai berkuasa Pastef. Aliansi politik yang memenangkan pemilu 2024 runtuh akibat perebutan pengaruh antara presiden dan pemimpin partai, serta perbedaan pendekatan dalam menangani krisis utang tersembunyi sekitar $7 miliar.
Perpecahan ini menimbulkan ketidakpastian politik dan ekonomi saat Senegal mencoba menghidupkan kembali program IMF senilai $1,8 miliar yang sebelumnya dibekukan.