Mimpi buruk nyaris menjadi kenyataan bagi Knicks lebih cepat dari yang dibayangkan. Saat pertandingan baru berjalan dua menit di kuarter pertama, lutut kanan Brunson tertekuk secara tidak wajar. Insiden bermula ketika forward Spurs, Harrison Barnes, terjatuh tepat mengenai kakinya setelah menerima dorongan dari Landry Shamet .
Brunson langsung memegangi lututnya, berjalan tertatih-tatih keluar lapangan, dan segera menuju ruang ganti untuk menjalani pemeriksaan. Stadion mendadak senyap, dan para penggemar Knicks menahan napas .
Sosok berjuluk 'jawara' itu kembali duduk di bangku cadangan pada awal kuarter kedua dan akhirnya masuk lagi ke permainan. Namun, ujian fisik belum berakhir. Tak lama kemudian, ia terlihat meringis sambil memegangi pergelangan kakinya setelah tabrakan lain S. Meskipun begitu, ia menolak menyerah. Seorang analis cedera olahraga bahkan menyampaikan kekhawatirannya setelah pertandingan soal mekanisme cedera lutut awal itu, menandakan bagaimana Brunson bermain dalam kondisi yang sangat memprihatinkan
.
Awalnya, Spurs tampil dominan. Mereka memimpin 27-19 di akhir kuarter pertama dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 55-48 . Keunggulan San Antonio membengkak hingga 14 poin di pertengahan kuarter ketiga. Tampaknya, mereka akan melanjutkan tradisi superioritas di Game 1
.
Namun, Knicks bukan tim yang mudah goyah. Secara metodis, mereka mulai menggerogoti defisit itu. Mereka memenangi kuarter ketiga dengan 28-21, sehingga skor menjadi imbang 76 saat memasuki kuarter penentu . Kuarter keempat sepenuhnya milik New York, dan khususnya milik Jalen Brunson.
Dalam posisi pertandingan yang ketat dan waktu tersisa kurang dari dua menit, Knicks melancarkan laju pamungkas 11-0. Brunson ada di jantung segalanya. Ia melesakkan tembakan tiga angka krusial dan sebuah pull-up jumper sambil berputar—bahkan sampai terjatuh—dengan 38 detik tersisa untuk mengunci kemenangan . Sebagai gambaran dominasinya, ia mencetak 13 poin di kuarter ini, hanya selisih enam poin dari total skor seluruh tim Spurs. Ia menyelesaikan laga dengan 30 poin dari 12/31 tembakan
.
Kemenangan ini menandai seri playoff kedua secara berturut-turut di mana New York bangkit dari defisit dua digit untuk memenangkan Game 1 di kandang lawan. Sebelumnya, mereka juga melakukan comeback dari lubang 22 poin melawan Cleveland Cavaliers di Final Wilayah Timur .
Bagi Spurs, malam itu adalah cerita tentang peluang yang terbuang. Victor Wembanyama, dalam pertandingan perdananya di panggung terbesar liga, sebenarnya tampil trengginas di garis lemparan bebas (12/13), dan tetap mengisi penuh lembar statistik dengan 12 rebound, 3 blok, 2 assist, dan 1 steal dalam 38 menit bermain .
Akan tetapi, sentuhan magis menembaknya lenyap. Wembanyama hanya memasukkan 6 dari 21 tembakan lapangan (28,6%), termasuk 2 dari 9 tembakan tiga angka. Ia juga melakukan 6 turnover—sebuah rekor tertinggi dalam karir playoffnya . Usai laga, pemain berusia 22 tahun itu menerima tanggung jawab dan setuju dengan penilaian pelatih Mitch Johnson bahwa ia harus lebih banyak membangun dominasi di area paint. Namun, ia menegaskan tidak "khawatir sedikit pun" tentang kemampuan timnya untuk bangkit
.
Karl-Anthony Towns menjadi penopang yang solid bagi Knicks dengan dobel-dobel 18 poin dan 12 rebound. Sementara itu, Julian Champagnie muncul sebagai titik terang dari bangku cadangan Spurs, menyumbang 16 poin lewat 5/10 tembakan tiga angka .
Serangan Spurs tumpul total menghadapi pertahanan New York. Mereka hanya mencatatkan akurasi tembakan 36% secara keseluruhan dan 25,6% dari luar garis lengkung (11/43). Hasilnya, mereka cuma mampu mengemas total 40 poin di sepanjang babak kedua . Knicks, yang kini telah memperpanjang rekor kemenangan playoff mereka menjadi 12 laga beruntun, dalam posisi mengendalikan penuh seri ini saat mereka menuju Game 2 di kandang Spurs
.
Comments
0 comments