Kemenangan Shnaider memastikan turnamen nomor tunggal putri akan melahirkan juara Grand Slam baru. Tidak ada lagi mantan juara major di bagan tersebut, sehingga pemenang final pada Sabtu nanti akan mengangkat Coupe Suzanne-Lenglen untuk pertama kalinya .
Sabalenka tampil dominan pada set pertama. Ia menang 6-3 dan mengonversi empat peluang break point pertamanya. Tekanan berlanjut ketika ia membuka set kedua dengan keunggulan 4-1 .
Titik balik terjadi ketika Shnaider mulai lebih agresif mengembalikan servis dan memanfaatkan sudut-sudut tajam dari sisi lapangan. Saat Sabalenka melakukan servis untuk pertandingan pada kedudukan 5-4, petenis kidal asal Rusia itu berhasil melakukan break dan mengubah arah laga .
Shnaider kemudian melakukan break sekali lagi untuk merebut set kedua 7-5. Setelah itu, pertandingan berubah menjadi dominasi satu arah. Sabalenka hanya memenangi satu gim di dua set terakhir dan kehilangan 10 gim berturut-turut hingga laga berakhir .
Total, Sabalenka membuat 57 kesalahan sendiri—sebagian besar terjadi pada paruh kedua pertandingan. Dalam kondisi berangin di Chatrier, kesalahan-kesalahan tersebut terus memberi ruang bagi Shnaider untuk mengambil alih permainan .
Frustrasi Sabalenka terlihat jelas pada set penentuan. Ia sempat berteriak dan berdiri terpaku setelah tertinggal 0-30 pada gim keenam. Meski menyelamatkan dua match point, ia akhirnya mengirimkan pukulan ke net pada match point berikutnya .
Bagi Shnaider, kemenangan ini menjadi semifinal Grand Slam pertamanya. Sebelum menyingkirkan Sabalenka, ia juga mengalahkan mantan finalis US Open Madison Keys di babak keempat dengan menutup laga lewat set ketiga 6-0 .
Tersingkirnya Sabalenka menjadi kejutan besar terbaru dalam French Open 2026. Juara bertahan Coco Gauff sudah lebih dulu kalah dari Anastasia Potapova di babak ketiga, sementara Iga Świątek tidak mengikuti turnamen ini .
Di nomor tunggal putra, unggulan teratas Jannik Sinner juga tersingkir pada babak kedua . Dengan kepergian Sabalenka, seluruh semifinalis putri kini berstatus pemburu gelar major pertama .
Situasi ini membuat babak empat besar menghadirkan perpaduan antara kejutan, pencapaian bersejarah, dan laga dengan latar geopolitik yang sensitif.
Shnaider, 22 tahun, melaju ke semifinal Grand Slam pertamanya berkat permainan agresif dan ketenangan pada momen-momen akhir. Ia akan menghadapi Maja Chwalińska setelah menyingkirkan Sabalenka dari posisi tertinggal satu set dan dua break.
Dua kemenangan tersebut juga membuat Shnaider menjadi salah satu dari dua petenis Rusia di semifinal. Ini merupakan kali pertama dalam 17 tahun dua petenis putri Rusia mencapai semifinal French Open pada edisi yang sama .
Chwalińska menjadi kisah Cinderella di Paris. Peringkat 114 dunia itu datang ke Roland-Garros dengan hanya satu kemenangan di babak utama Grand Slam sepanjang kariernya. Ia kemudian memenangi enam pertandingan—tiga di kualifikasi dan tiga di babak utama—untuk mencapai semifinal .
Ia mengalahkan unggulan ke-22 Anna Kalinskaya 7-6(3), 6-3. Chwalińska juga menjadi petenis kualifikasi kedua dalam sejarah French Open yang menembus semifinal, setelah Nadia Podoroska pada 2020 .
Pencapaian tersebut menjadikannya petenis putri Polandia pertama selain Iga Świątek yang mencapai semifinal major sejak Agnieszka Radwańska .
Andreeva hanya membutuhkan 56 menit untuk mengalahkan Sorana Cîrstea 6-0, 6-3 di perempat final . Petenis berusia 19 tahun itu kini mencapai semifinal Grand Slam untuk kali kedua dalam kariernya.
Ia akan berhadapan dengan Marta Kostyuk dalam laga yang menjadi ulangan final Madrid Open bulan lalu. Andreeva dan Shnaider sekaligus mencatatkan sejarah dengan menjadi pasangan petenis putri Rusia pertama yang mencapai semifinal French Open dalam 17 tahun .
Kostyuk mengalahkan rekan senegaranya, Elina Svitolina, 6-3, 2-6, 6-2 dalam perempat final sesama Ukraina yang berlangsung emosional . Hasil itu menjadikannya petenis putri Ukraina pertama yang mencapai semifinal Roland-Garros pada Era Terbuka .
Petenis berusia 23 tahun tersebut juga sedang menjalani musim lapangan tanah liat terbaiknya. Ia menjuarai Madrid Open dan memperpanjang rangkaian kemenangannya menjadi 17 pertandingan . Kostyuk unggul 2-0 dalam rekor pertemuan melawan Andreeva, termasuk kemenangan pada final Madrid bulan lalu .
Kedua semifinal dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 4 Juni .
Diana Shnaider vs. Maja Chwalińska mempertemukan penakluk unggulan teratas dengan petenis kualifikasi yang sedang menjalani perjalanan impian. Shnaider membawa kepercayaan diri setelah mengalahkan nomor satu dunia, sedangkan Chwalińska sudah melampaui seluruh ekspektasi sejak datang dari babak kualifikasi.
Marta Kostyuk vs. Mirra Andreeva menjadi duel paling disorot sekaligus paling sarat konteks politik. Dengan perang Rusia-Ukraina sebagai latar belakang, Kostyuk—yang dikenal vokal mendukung Ukraina—akan menghadapi Andreeva dalam ulangan final Madrid Open .
Pemenang laga ini akan melaju ke final Grand Slam untuk pertama kalinya. Pertandingan tersebut juga membawa bobot simbolis tersendiri dalam olahraga yang kerap mempertemukan atlet Rusia dan Ukraina di tengah ketegangan geopolitik .
Apa pun hasilnya, final French Open putri pada Sabtu akan menobatkan juara major baru di tanah liat Paris. Setelah juara bertahan, unggulan teratas putra, dan petenis nomor satu dunia tersingkir, akhir seperti ini terasa paling sesuai untuk turnamen yang penuh kejutan .
Kemenangan Shnaider memastikan turnamen nomor tunggal putri akan melahirkan juara Grand Slam baru. Tidak ada lagi mantan juara major di bagan tersebut, sehingga pemenang final pada Sabtu nanti akan mengangkat Coupe Suzanne-Lenglen untuk pertama kalinya .
Sabalenka tampil dominan pada set pertama. Ia menang 6-3 dan mengonversi empat peluang break point pertamanya. Tekanan berlanjut ketika ia membuka set kedua dengan keunggulan 4-1 .
Titik balik terjadi ketika Shnaider mulai lebih agresif mengembalikan servis dan memanfaatkan sudut-sudut tajam dari sisi lapangan. Saat Sabalenka melakukan servis untuk pertandingan pada kedudukan 5-4, petenis kidal asal Rusia itu berhasil melakukan break dan mengubah arah laga .
Shnaider kemudian melakukan break sekali lagi untuk merebut set kedua 7-5. Setelah itu, pertandingan berubah menjadi dominasi satu arah. Sabalenka hanya memenangi satu gim di dua set terakhir dan kehilangan 10 gim berturut-turut hingga laga berakhir .
Total, Sabalenka membuat 57 kesalahan sendiri—sebagian besar terjadi pada paruh kedua pertandingan. Dalam kondisi berangin di Chatrier, kesalahan-kesalahan tersebut terus memberi ruang bagi Shnaider untuk mengambil alih permainan .
Frustrasi Sabalenka terlihat jelas pada set penentuan. Ia sempat berteriak dan berdiri terpaku setelah tertinggal 0-30 pada gim keenam. Meski menyelamatkan dua match point, ia akhirnya mengirimkan pukulan ke net pada match point berikutnya .
Bagi Shnaider, kemenangan ini menjadi semifinal Grand Slam pertamanya. Sebelum menyingkirkan Sabalenka, ia juga mengalahkan mantan finalis US Open Madison Keys di babak keempat dengan menutup laga lewat set ketiga 6-0 .
Tersingkirnya Sabalenka menjadi kejutan besar terbaru dalam French Open 2026. Juara bertahan Coco Gauff sudah lebih dulu kalah dari Anastasia Potapova di babak ketiga, sementara Iga Świątek tidak mengikuti turnamen ini .
Di nomor tunggal putra, unggulan teratas Jannik Sinner juga tersingkir pada babak kedua . Dengan kepergian Sabalenka, seluruh semifinalis putri kini berstatus pemburu gelar major pertama .
Situasi ini membuat babak empat besar menghadirkan perpaduan antara kejutan, pencapaian bersejarah, dan laga dengan latar geopolitik yang sensitif.
Shnaider, 22 tahun, melaju ke semifinal Grand Slam pertamanya berkat permainan agresif dan ketenangan pada momen-momen akhir. Ia akan menghadapi Maja Chwalińska setelah menyingkirkan Sabalenka dari posisi tertinggal satu set dan dua break.
Dua kemenangan tersebut juga membuat Shnaider menjadi salah satu dari dua petenis Rusia di semifinal. Ini merupakan kali pertama dalam 17 tahun dua petenis putri Rusia mencapai semifinal French Open pada edisi yang sama .
Chwalińska menjadi kisah Cinderella di Paris. Peringkat 114 dunia itu datang ke Roland-Garros dengan hanya satu kemenangan di babak utama Grand Slam sepanjang kariernya. Ia kemudian memenangi enam pertandingan—tiga di kualifikasi dan tiga di babak utama—untuk mencapai semifinal .
Ia mengalahkan unggulan ke-22 Anna Kalinskaya 7-6(3), 6-3. Chwalińska juga menjadi petenis kualifikasi kedua dalam sejarah French Open yang menembus semifinal, setelah Nadia Podoroska pada 2020 .
Pencapaian tersebut menjadikannya petenis putri Polandia pertama selain Iga Świątek yang mencapai semifinal major sejak Agnieszka Radwańska .
Andreeva hanya membutuhkan 56 menit untuk mengalahkan Sorana Cîrstea 6-0, 6-3 di perempat final . Petenis berusia 19 tahun itu kini mencapai semifinal Grand Slam untuk kali kedua dalam kariernya.
Ia akan berhadapan dengan Marta Kostyuk dalam laga yang menjadi ulangan final Madrid Open bulan lalu. Andreeva dan Shnaider sekaligus mencatatkan sejarah dengan menjadi pasangan petenis putri Rusia pertama yang mencapai semifinal French Open dalam 17 tahun .
Kostyuk mengalahkan rekan senegaranya, Elina Svitolina, 6-3, 2-6, 6-2 dalam perempat final sesama Ukraina yang berlangsung emosional . Hasil itu menjadikannya petenis putri Ukraina pertama yang mencapai semifinal Roland-Garros pada Era Terbuka .
Petenis berusia 23 tahun tersebut juga sedang menjalani musim lapangan tanah liat terbaiknya. Ia menjuarai Madrid Open dan memperpanjang rangkaian kemenangannya menjadi 17 pertandingan . Kostyuk unggul 2-0 dalam rekor pertemuan melawan Andreeva, termasuk kemenangan pada final Madrid bulan lalu .
Kedua semifinal dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 4 Juni .
Diana Shnaider vs. Maja Chwalińska mempertemukan penakluk unggulan teratas dengan petenis kualifikasi yang sedang menjalani perjalanan impian. Shnaider membawa kepercayaan diri setelah mengalahkan nomor satu dunia, sedangkan Chwalińska sudah melampaui seluruh ekspektasi sejak datang dari babak kualifikasi.
Marta Kostyuk vs. Mirra Andreeva menjadi duel paling disorot sekaligus paling sarat konteks politik. Dengan perang Rusia-Ukraina sebagai latar belakang, Kostyuk—yang dikenal vokal mendukung Ukraina—akan menghadapi Andreeva dalam ulangan final Madrid Open .
Pemenang laga ini akan melaju ke final Grand Slam untuk pertama kalinya. Pertandingan tersebut juga membawa bobot simbolis tersendiri dalam olahraga yang kerap mempertemukan atlet Rusia dan Ukraina di tengah ketegangan geopolitik .
Apa pun hasilnya, final French Open putri pada Sabtu akan menobatkan juara major baru di tanah liat Paris. Setelah juara bertahan, unggulan teratas putra, dan petenis nomor satu dunia tersingkir, akhir seperti ini terasa paling sesuai untuk turnamen yang penuh kejutan .