Seiring berjalannya diskusi, rencana tersebut berkembang. Pada awal Mei 2026, konsorsium investor dilaporkan mempertimbangkan pengambilalihan penuh perusahaan, yang menilai Ströer sekitar €2,5 miliar.
Sumber yang dikutip Bloomberg menyebutkan tawaran yang sedang dipertimbangkan berada di kisaran pertengahan €40 per saham, sedikit di atas harga pasar saat itu.
Jika terealisasi, transaksi tersebut akan membuat perusahaan yang berbasis di Cologne itu keluar dari bursa dan berada di bawah kendali investor private equity global.
I Squared Capital sebelumnya mencoba mengakuisisi unit iklan luar ruang Ströer. Namun rencana tersebut dihentikan karena kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi Jerman dan kondisi pasar periklanan, yang mengurangi dukungan terhadap transaksi tersebut.
Negosiasi kembali hidup pada April ketika I Squared Capital menggandeng Blackstone untuk mengevaluasi strategi akuisisi baru. Fokus awalnya adalah bisnis periklanan inti Ströer, termasuk jaringan iklan luar ruang dan konten digital.
Pada Mei, pembicaraan berkembang menjadi kemungkinan pengambilalihan seluruh perusahaan dengan valuasi sekitar €2,5 miliar dan premium bagi pemegang saham.
Proses tersebut tiba‑tiba terhenti ketika Blackstone keluar dari konsorsium investor dan menyatakan tidak lagi tertarik melanjutkan akuisisi. Setelah kabar ini muncul, saham Ströer turun hingga sekitar 10% menjadi sekitar €34,70, karena pasar melihat peluang takeover menjadi jauh lebih kecil.
Laporan publik tidak mengonfirmasi alasan spesifik di balik keputusan Blackstone.
Berbagai kemungkinan sering disebut dalam analisis pasar—misalnya:
Namun hingga kini tidak ada bukti terverifikasi yang memastikan salah satu faktor tersebut sebagai penyebab utama.
Dalam seluruh proses ini, I Squared Capital tampaknya menjadi penggerak utama rencana akuisisi.
Perusahaan investasi infrastruktur tersebut telah lebih dulu mengejar aset Ströer sebelum akhirnya menggandeng Blackstone untuk memperkuat konsorsium. Banyak laporan media menggambarkan kelompok investor tersebut sebagai "konsorsium yang dipimpin I Squared".
Setelah Blackstone keluar, I Squared harus menilai ulang strategi mereka terhadap potensi transaksi.
Keluarnya Blackstone secara signifikan melemahkan peluang transaksi dalam waktu dekat.
Akuisisi besar oleh private equity biasanya membutuhkan beberapa sponsor finansial untuk berbagi modal dan risiko. Tanpa Blackstone—salah satu perusahaan private equity terbesar di dunia—kapasitas finansial konsorsium menjadi jauh lebih terbatas.
Akibatnya, proposal buyout €2,5 miliar kemungkinan besar tidak akan berjalan dalam bentuk yang sama seperti sebelumnya.
Meski rencana awal runtuh, kemungkinan transaksi lain belum sepenuhnya tertutup.
Beberapa skenario yang masih mungkin terjadi antara lain:
Untuk saat ini, belum ada bukti adanya konsorsium baru atau penawar pengganti yang aktif mengejar kesepakatan tersebut.
Kasus Ströer menunjukkan bagaimana kesepakatan private equity besar dapat berubah dengan cepat. Setelah berbulan‑bulan negosiasi—dari rencana membeli unit bisnis hingga potensi buyout penuh senilai €2,5 miliar—proses tersebut praktis terhenti begitu Blackstone keluar dari konsorsium.
Tanpa dukungan salah satu investor terbesar di dunia, Ströer kemungkinan akan melanjutkan operasinya secara independen, kecuali muncul investor baru yang menghidupkan kembali pembicaraan akuisisi di masa depan.
Comments
0 comments