Deleveraging paling tajam Bitcoin sejak 2023 melikuidasi posisi futures yang terlalu besar dan sempat mendorong open interest BTC Binance di bawah rata rata 180 hari. Open interest Binance kemudian pulih ke sekitar US$9,6 miliar, melampaui rata rata 180 harinya sekitar US$8,3 miliar.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened in Bitcoin’s futures market during its sharpest deleveraging event since 2023—including how forced liquidations affected lever. Article summary: Bitcoin’s futures market suffered a rapid, liquidation-driven reset—the sharpest deleveraging since 2023—then rebuilt leverage quickly. That combination signals renewed bullish risk appetite around $80,000, but not a ful. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Bitcoin baru saja mengalami fase deleveraging—pengurangan posisi berleverage—paling tajam sejak 2023, menurut analis CryptoQuant Darkfost. Intinya bukan hanya leverage yang turun, melainkan kecepatannya: posisi futures terpaksa ditutup lewat likuidasi, lalu mulai dibangun kembali ketika Bitcoin bergerak lagi di sekitar US$80.000. Kondisi ini membuat pasar lebih seimbang dibanding puncak aksi jual, tetapi belum otomatis menjadi pasar berisiko rendah. 2
16
Dalam perdagangan futures dengan leverage, posisi dapat dilikuidasi paksa ketika kerugian menghabiskan margin atau jaminan yang disetor trader. Saat pasar terkoreksi, posisi long maupun short yang terlalu besar dapat tersapu ketika harga bergerak berlawanan dengan taruhan mereka.
Darkfost menyebut episode ini sebagai salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam siklus saat ini. Open interest Bitcoin di Binance—nilai total kontrak futures yang masih terbuka—bahkan sempat turun di bawah rata-rata pergerakan 180 harinya. 5
10
11
Penembusan di bawah rata-rata tersebut penting karena mengindikasikan penurunan nyata pada eksposur futures yang masih berjalan, bukan sekadar pelemahan intraday biasa. Dengan kata lain, posisi spekulatif dipangkas cepat setelah periode ketika aktivitas pasar banyak didominasi futures. 1
2
Pengurangan leverage itu tidak berlanjut menjadi absennya pengambilan risiko dalam waktu lama. Open interest BTC di Binance kemudian pulih ke sekitar US$9,6 miliar, di atas rata-rata 180 hari sekitar US$8,3 miliar. Dalam analisis yang dikutip, Binance menyumbang kira-kira 37% dari total open interest Bitcoin. 12
16
Karena itu, kesimpulan Darkfost bersifat hati-hati. Peristiwa likuidasinya memang berat, tetapi leverage belum benar-benar keluar dari pasar. Trader sudah mulai membuka posisi lagi; hal ini ikut menopang rebound, sekaligus mengembalikan potensi volatilitas apabila posisi pasar kembali terlalu condong ke satu arah. 2
9
Open interest mengukur nilai kontrak futures yang masih terbuka. Kenaikannya ketika Bitcoin berada di sekitar US$80.000 selaras dengan bertambahnya eksposur baru dan kepercayaan trader untuk mengambil posisi terarah. Namun, indikator ini tidak menjawab apakah posisi baru itu didominasi long, short, lindung nilai, atau strategi relatif antaraset.
Cara membaca open interest perlu bersyarat:
Tingkat pendanaan (funding rate) memberi konteks tambahan. Funding rate positif yang tinggi dan bertahan lama dapat menandakan pemegang long berleverage membayar premi untuk mempertahankan posisi. Sebaliknya, funding yang lebih moderat dapat menunjukkan ketidakseimbangan yang tidak terlalu akut. Karena itu, open interest saja bukan sinyal beli atau jual.
Episode terbaru berlangsung mendadak. Sebagai perbandingan, reset derivatif Bitcoin sebelumnya berjalan lebih lambat selama kira-kira delapan bulan, mulai setelah peristiwa Oktober 2025 hingga Mei 2026. Dalam fase tersebut, open interest futures Binance turun ke sekitar US$6,4 miliar, sebelum pulih menjadi sekitar US$8,96 miliar dan kembali melampaui rata-rata 180 hari. 13
14
15
Pola sebelumnya mencerminkan penurunan aktivitas futures dan selera risiko yang berkepanjangan. Kali ini, gambarnya adalah guncangan likuidasi cepat yang segera diikuti kembalinya trader. Perbedaannya penting: pelepasan posisi yang panjang dapat mengurangi akumulasi leverage secara bertahap, sedangkan likuidasi mendadak mungkin hanya mengeluarkan posisi paling rentan tanpa mencegah leverage kembali dalam waktu singkat.
Bagi investor yang memegang Bitcoin spot tanpa leverage, reset derivatif dapat menjadi perkembangan yang relatif konstruktif. Ketika kontrak yang terlalu agresif tersapu, jumlah posisi yang berpotensi dipaksa menjual saat harga turun sedikit dapat berkurang. Pergerakan harga pun berpotensi tidak terlalu bergantung pada arus likuidasi dan spekulasi berlebihan di futures perpetual.
Namun, manfaat tersebut tidak bersifat permanen. Semuanya bergantung pada apakah leverage tetap terkendali. Pemulihan open interest Binance di atas rata-rata 180 hari menunjukkan pasar sudah melewati fase pembersihan awal, tetapi juga berarti posisi perlu dipantau bila kembali menumpuk pada satu sisi. 2
16
Reset derivatif ini terjadi di tengah rebound pasar kripto yang lebih luas. Bitcoin kembali ke area US$80.000, sementara total kapitalisasi pasar kripto naik menjadi sekitar US$2,7 triliun. Ethereum, Solana, XRP, dan BNB juga mencatat kenaikan dalam pergerakan yang lebih luas tersebut. 19
22
30
Partisipasi yang meluas dapat menunjukkan bahwa minat risiko tidak hanya datang dari futures Bitcoin. Namun, pasar yang naik tidak menghapus risiko derivatif—terutama saat open interest kembali meningkat setelah peristiwa likuidasi besar.
Estimasi pangsa Binance sekitar 37% dari open interest Bitcoin global menjadikan pasar derivatif bursa tersebut titik pantau penting. Ini adalah risiko konsentrasi, bukan bukti bahwa Binance secara mandiri menyebabkan pergerakan harga Bitcoin. Namun, ketika porsi besar posisi berleverage terkonsentrasi di satu bursa, likuidasi cepat di sana dapat memperkuat gejolak harga di pasar secara lebih luas. 16
Kesimpulannya, pasar futures Bitcoin sudah mengalami reset, tetapi belum sepenuhnya diturunkan risikonya. Rebound open interest mencerminkan kembalinya partisipasi di sekitar US$80.000. Di sisi lain, cepatnya leverage kembali berarti pergerakan harga yang tegas ke salah satu arah masih dapat memicu penjualan paksa atau penutupan short. Investor sebaiknya membaca open interest dan funding rate sebagai ukuran kerentanan pasar, bukan sebagai sinyal beli atau jual yang berdiri sendiri.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Deleveraging paling tajam Bitcoin sejak 2023 melikuidasi posisi futures yang terlalu besar dan sempat mendorong open interest BTC Binance di bawah rata rata 180 hari.
Deleveraging paling tajam Bitcoin sejak 2023 melikuidasi posisi futures yang terlalu besar dan sempat mendorong open interest BTC Binance di bawah rata rata 180 hari. Open interest Binance kemudian pulih ke sekitar US$9,6 miliar, melampaui rata rata 180 harinya sekitar US$8,3 miliar.
Berbeda dari fase deleveraging delapan bulan hingga Mei 2026, episode terbaru merupakan guncangan likuidasi yang cepat—sehingga pasar tetap rentan terhadap long squeeze atau short squeeze baru.