Pada 19 Agustus 2026, lebih dari 100 personel Israel dengan 15 kendaraan dilaporkan memasuki Jabata al Khashab, menggeledah rumah, dan menahan dua orang. Sehari sebelumnya, delapan serangan udara Israel menghantam landasan pacu dan fasilitas penyimpanan di pangkalan Abu al Duhur, Idlib; kerusakan material dilaporkan...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened during the latest Israeli military raid in Jabata al-Khashab in Syria’s Quneitra province—including the forces and vehicles in. Article summary: The latest raid was part of a sustained Israeli military presence and pattern of incursions in southern Syria since December 2024, while the preceding airstrikes in Idlib marked an unusually public point of friction invo. Topic tags: general, general web, news, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Laporan terbaru mengenai operasi darat Israel di Suriah terjadi pada 19 Agustus 2026 di Jabata al-Khashab, sebuah kota di bagian utara Provinsi Quneitra. Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa lebih dari 100 personel Israel dengan 15 kendaraan memasuki kota, menggeledah sejumlah rumah, dan menahan dua orang. Identitas mereka belum diumumkan. Laporan yang tersedia juga tidak menyebutkan korban jiwa atau luka dalam operasi tersebut.
Penggerebekan itu berlangsung sehari setelah serangan yang lebih sensitif secara politik: delapan serangan udara Israel menghantam pangkalan udara militer Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah timur. Media Suriah melaporkan kerusakan pada landasan pacu dan fasilitas penyimpanan, tetapi tidak ada korban jiwa. Militer Israel awalnya tidak memberikan komentar, sebelum para pejabat Israel kemudian mengakui serangan tersebut dan menyampaikan alasan keamanan.
Menurut laporan media pemerintah Suriah yang dikutip sejumlah media regional, pasukan Israel memasuki Jabata al-Khashab pada Rabu pagi. Mereka menggeledah sejumlah properti dan membawa dua orang untuk ditahan. Kekuatan pasukan yang dilaporkan terdiri atas lebih dari 100 personel dan 15 kendaraan militer.
Belum ada informasi terverifikasi mengenai identitas kedua orang tersebut, jenis kendaraan yang digunakan, maupun lokasi mereka setelah penahanan. Laporan yang tersedia juga tidak menyebut adanya kematian atau cedera akibat operasi itu.
Ini bukan operasi pertama yang dilaporkan terjadi di kota tersebut. Laporan sebelumnya menyebut pasukan Israel pernah memasuki Jabata al-Khashab, mendirikan pos pemeriksaan sementara, menggeledah rumah, dan melakukan penahanan.
Pada 18 Agustus, media pemerintah Suriah melaporkan delapan serangan udara Israel terhadap pangkalan udara militer Abu al-Duhur di Provinsi Idlib. Landasan pacu dan fasilitas penyimpanan disebut terkena serangan, sehingga menimbulkan kerusakan material tetapi tidak menyebabkan korban jiwa, menurut sumber Suriah dan laporan yang dikutip Reuters.
Lokasi pangkalan yang berada sekitar 70 kilometer dari perbatasan Turki membuat serangan ini sangat sensitif. Sejumlah laporan menyebut delegasi Turki telah memeriksa lapangan udara tersebut sebelum serangan, di tengah pembahasan mengenai kemungkinan keterlibatan Turki dalam pemulihan atau penempatan pasukan di sana.
Israel menyatakan bahwa Suriah hampir melanggar status quo keamanan yang telah disepakati dengan mengizinkan pasukan Turki ditempatkan di pangkalan tersebut. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut kemungkinan pengerahan Turki sebagai ancaman dan mengatakan Israel telah berulang kali memperingatkan Suriah.
Penjelasan tersebut merupakan posisi Israel. Sumber yang tersedia belum membuktikan secara independen bahwa pengerahan pasukan Turki sudah pasti atau segera dilakukan, maupun bahwa pangkalan itu memang menimbulkan ancaman operasional. Bukti yang tersedia juga belum menjelaskan seluruh cakupan kerusakan di luar landasan pacu, fasilitas penyimpanan, dan infrastruktur lain yang disebut media Suriah.
Penggerebekan di Quneitra dilaporkan di tengah pola hampir setiap hari berupa serbuan darat, penggeledahan rumah, penahanan, pendirian pos pemeriksaan sementara, serta pembatasan jalan oleh Israel di Quneitra dan Daraa sejak pemerintahan Bashar al-Assad jatuh pada Desember 2024.
Laporan pemantauan dan media Suriah juga menyebut adanya pergerakan pasukan Israel ke zona penyangga yang dipantau PBB, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Pemisahan Pasukan 1974. Sejumlah posisi dan pangkalan militer baru dilaporkan berdiri di Suriah selatan. Sebuah laporan Syrian Network for Human Rights mencatat sedikitnya sembilan pangkalan militer Israel di kawasan tersebut, sebagian besar berada di Quneitra.
Laporan lain menyebut kerusakan lahan pertanian serta pembangunan parit, jalan, dan infrastruktur militer untuk memperkuat posisi di dekat perbatasan Dataran Tinggi Golan. Skala dan karakterisasi aktivitas itu berbeda-beda menurut sumber. Namun, tren yang konsisten dalam laporan adalah pergeseran dari serangan yang terpisah-pisah menuju kehadiran militer yang lebih berkelanjutan, lengkap dengan titik akses dan pos pemeriksaan di Suriah selatan.
Laporan mengenai penembakan di pedesaan Daraa bagian barat juga muncul dalam rangkaian perkembangan tersebut. Namun, sumber yang tersedia tidak menetapkan jumlah korban atau tingkat kerusakan yang dapat diverifikasi secara khusus dari penembakan itu.
Kritik dari Amerika Serikat menjadi sorotan karena Washington menyampaikannya sambil tetap menekankan de-eskalasi, bukan secara langsung mendukung seluruh klaim Damaskus. Respons publik tersebut menunjukkan bahwa serangan di Idlib memperuncing pertentangan kebijakan Israel terhadap Suriah, bukan hanya dengan pemerintah Suriah, tetapi juga dengan Turki dan—untuk operasi khusus ini—Amerika Serikat.
Suriah meminta Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional mengambil tindakan tegas terhadap serangan udara serta serbuan Israel. Damaskus mendesak adanya tekanan internasional agar Israel menarik diri dari wilayah yang dimasukinya setelah Desember 2024, termasuk bagian dari zona penyangga yang dipantau PBB, serta dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Damaskus memandang tuntutan tersebut sebagai upaya mempertahankan kedaulatan Suriah dan menegakkan kembali Perjanjian Pemisahan Pasukan 1974. Israel, sebaliknya, membenarkan perluasan aktivitas militernya sebagai langkah keamanan untuk mencegah pasukan bermusuhan atau pengerahan militer yang dianggap tidak stabil mendekati perbatasannya. Sumber yang tersedia mendokumentasikan kedua posisi tersebut, tetapi belum menunjukkan adanya kesepakatan komprehensif baru di antara para pihak.
Penggerebekan di Jabata al-Khashab dan serangan terhadap Abu al-Duhur merupakan dua bentuk berbeda dari konfrontasi yang sama-sama meluas. Di Quneitra, operasi yang dilaporkan melibatkan pasukan darat dalam jumlah besar, penggeledahan properti, dan penahanan dua orang. Di Idlib, serangan menyasar fasilitas militer yang jauh dari perbatasan langsung Israel dengan Dataran Tinggi Golan dan menjadi titik ketegangan terbuka dengan Turki.
Secara bersama-sama, kedua peristiwa itu menunjukkan bahwa strategi Israel setelah Desember 2024 menggabungkan pendirian posisi dan pos pemeriksaan di Suriah selatan dengan penggerebekan, penahanan, serta serangan terhadap fasilitas yang dinilai berpotensi menimbulkan ancaman keamanan. Perkembangan ini juga memperlihatkan sengketa regional tiga arah: Suriah menuntut diakhirinya serbuan Israel, Turki berupaya memainkan peran dalam keamanan dan infrastruktur militer Suriah, sementara Israel berusaha mencegah peran tersebut mengubah keseimbangan di dekat perbatasannya. Teguran publik Washington menunjukkan bahwa alasan keamanan yang disampaikan Israel tidak menghapus kekhawatiran mengenai risiko eskalasi.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pada 19 Agustus 2026, lebih dari 100 personel Israel dengan 15 kendaraan dilaporkan memasuki Jabata al Khashab, menggeledah rumah, dan menahan dua orang.
Pada 19 Agustus 2026, lebih dari 100 personel Israel dengan 15 kendaraan dilaporkan memasuki Jabata al Khashab, menggeledah rumah, dan menahan dua orang. Sehari sebelumnya, delapan serangan udara Israel menghantam landasan pacu dan fasilitas penyimpanan di pangkalan Abu al Duhur, Idlib; kerusakan material dilaporkan tanpa korban jiwa.
Serangan di Idlib dikecam Suriah, Turki, sejumlah negara Arab, Perserikatan Bangsa Bangsa, serta utusan khusus Amerika Serikat untuk Suriah dan Irak.