Rusia melancarkan serangan besar drone dan rudal ke Kyiv pada dini hari 24 Mei, melukai sedikitnya lima orang setelah sebelumnya ada peringatan dari pejabat Ukraina dan Kedutaan Besar AS. Intelijen Ukraina memperingatkan Rusia mungkin menggunakan rudal balistik jarak menengah Oreshnik—senjata berkecepatan hipersonik...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened during Russia’s massive missile attack on Kyiv on May 24, what warnings were issued beforehand by President Volodymyr Zelensky. Article summary: Russia’s May 24 strike on Kyiv was a large overnight combined attack of missiles and drones that began shortly after 1 a.m., triggered air-raid alerts and explosions across the capital, and wounded at least five people, . Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "[Log In](https://www.facebook.com/login/device-based/regular/login/?login_attempt=1&next=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FNEWSMAX%2Fposts%2Fukrainian-president-volodymyr-zelenskyy-" source context "Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy warned Saturday that ..." Reference image 2: visual subject "Rescuers work a
Rusia melancarkan serangan besar menggunakan rudal dan drone ke Kyiv pada dini hari 24 Mei. Ledakan terdengar di berbagai bagian ibu kota Ukraina tak lama setelah tengah malam ketika sistem pertahanan udara Ukraina mencoba mencegat proyektil yang datang.
Serangan tersebut terjadi setelah adanya peringatan terbuka dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta peringatan keamanan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv bahwa serangan udara besar Rusia mungkin akan terjadi dalam waktu dekat.
Kekhawatiran semakin meningkat karena sebelum serangan dimulai, militer Ukraina memperingatkan kemungkinan penggunaan rudal balistik jarak menengah Oreshnik, salah satu senjata terbaru Rusia yang memiliki kecepatan sangat tinggi dan mampu membawa beberapa hulu ledak.
Sirene peringatan serangan udara berbunyi di Kyiv sekitar pukul 01.00 waktu setempat ketika Rusia meluncurkan serangan gabungan yang melibatkan drone dan berbagai jenis rudal.
Ledakan terdengar di sejumlah distrik saat pertahanan udara Ukraina berusaha menembak jatuh proyektil yang masuk. Pejabat kota melaporkan kerusakan di beberapa wilayah dan korban di kalangan warga sipil.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan setidaknya lima orang terluka, dan satu di antaranya harus dirawat di rumah sakit. Tim darurat juga menangani kebakaran serta puing‑puing yang jatuh di berbagai lokasi di ibu kota.
Sesaat sebelum serangan dimulai, angkatan udara Ukraina juga memperingatkan adanya kemungkinan peluncuran rudal Oreshnik, sehingga meningkatkan kewaspadaan warga dan pasukan pertahanan udara.
Serangan tersebut didahului oleh peringatan yang tidak biasa dari pihak Ukraina maupun Amerika Serikat.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa intelijen Ukraina—termasuk informasi yang dibagikan oleh mitra Amerika dan Eropa—menunjukkan Rusia mungkin sedang mempersiapkan serangan gabungan yang melibatkan rudal Oreshnik.
Pada saat yang hampir bersamaan, Kedutaan Besar AS di Kyiv mengeluarkan peringatan keamanan yang menyatakan pihaknya menerima informasi mengenai kemungkinan "serangan udara yang signifikan" dalam 24 jam ke depan. Kedutaan juga mengimbau warga AS di Ukraina untuk segera mencari tempat perlindungan jika sirene serangan udara berbunyi.
Beberapa jam kemudian, serangan besar benar‑benar terjadi di ibu kota Ukraina.
Oreshnik adalah rudal balistik jarak menengah (Intermediate‑Range Ballistic Missile / IRBM) yang dikembangkan Rusia untuk serangan jarak jauh dengan kecepatan sangat tinggi. Banyak analis menilai sistem ini terkait atau dikembangkan dari platform rudal RS‑26 Rubezh milik Rusia.
Beberapa karakteristik utamanya meliputi:
Rudal ini pertama kali digunakan dalam pertempuran pada November 2024 ketika Rusia menyerang kota Dnipro di Ukraina, yang langsung menarik perhatian para analis militer dunia.
Para analis militer menilai Oreshnik berbahaya karena beberapa faktor utama.
Pertama, kecepatan yang sangat tinggi dan lintasan balistiknya membuat waktu deteksi dan intersepsi menjadi sangat singkat. Sistem pertahanan udara harus merespons dalam hitungan menit atau bahkan detik.
Kedua, kemampuan MIRV berarti satu rudal dapat melepaskan beberapa hulu ledak saat fase akhir penerbangan. Ini mempersulit sistem pertahanan udara karena harus melacak dan mencegat beberapa target sekaligus.
Ketiga, karena rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir, setiap peluncurannya memiliki makna strategis yang besar. Bahkan jika membawa hulu ledak konvensional, peluncuran tersebut dapat dilihat sebagai sinyal eskalasi militer kepada Ukraina maupun negara‑negara NATO.
Serangan pada 24 Mei bukan peristiwa terisolasi. Dalam beberapa minggu sebelumnya, Rusia telah meningkatkan intensitas serangan udara terhadap Ukraina.
Pada pertengahan Mei, Rusia melancarkan gelombang serangan drone dan rudal berskala sangat besar, termasuk salah satu serangan udara dua hari terbesar sejak invasi skala penuh dimulai.
Serangan-serangan tersebut berkali‑kali menargetkan Kyiv dan kota besar lainnya, merusak bangunan apartemen serta infrastruktur sipil dan menyebabkan korban jiwa.
Dalam konteks ini, serangan 24 Mei dipandang sebagai bagian dari eskalasi berkelanjutan dalam perang udara Rusia terhadap Ukraina—baik dari segi jumlah serangan maupun penggunaan sistem senjata yang lebih canggih seperti Oreshnik.
Serangan Rusia pada 24 Mei merupakan serangan gabungan drone dan rudal berskala besar terhadap Kyiv yang terjadi setelah adanya peringatan intelijen dari Ukraina dan Amerika Serikat. Kekhawatiran meningkat karena kemungkinan penggunaan rudal balistik Oreshnik, senjata berkecepatan hipersonik dengan beberapa hulu ledak dan kemampuan nuklir yang membuatnya sangat sulit ditangkal.
Dengan meningkatnya frekuensi serangan udara besar dalam perang ini, analis menilai sistem rudal canggih seperti Oreshnik bisa memainkan peran yang semakin penting—baik sebagai alat militer di medan perang maupun sebagai sinyal strategis dalam konflik yang terus berkembang.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Rusia melancarkan serangan besar drone dan rudal ke Kyiv pada dini hari 24 Mei, melukai sedikitnya lima orang setelah sebelumnya ada peringatan dari pejabat Ukraina dan Kedutaan Besar AS.
Rusia melancarkan serangan besar drone dan rudal ke Kyiv pada dini hari 24 Mei, melukai sedikitnya lima orang setelah sebelumnya ada peringatan dari pejabat Ukraina dan Kedutaan Besar AS. Intelijen Ukraina memperingatkan Rusia mungkin menggunakan rudal balistik jarak menengah Oreshnik—senjata berkecepatan hipersonik dengan beberapa hulu ledak yang sulit dicegat.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi gelombang serangan udara besar Rusia terhadap Ukraina, termasuk salah satu rentetan drone dan rudal terbesar sejak perang dimulai.