Grand Prix Monaco George Russell berantakan ketika penalti 5 detik karena ngebut di pit lane berubah menjadi hukuman drive through setelah tim Mercedes gagal mengeksekusinya. Prinsipal tim Mercedes, Toto Wolff, mengakui kebingungan soal waktu menjalani penalti sepenuhnya adalah kesalahan tim, yang menyebabkan hukuma...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened at the Monaco Grand Prix, including how a Mercedes strategy blunder cost George Russell a likely podium and left him 68 points. Article summary: Here is a full breakdown of the chaotic 2026 Monaco Grand Prix.. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# FIA issues Mercedes fine after George Russell Monaco Grand Prix breach. Mercedes driver George Russell faces the media at the 2026 Monaco Grand Prix. **The FIA has fined the Merc" source context "FIA confirms Mercedes punishment after George Russell ..." Reference image 2: visual subject "# FIA issues Mercedes fine after George Russell Monaco Grand Prix breach. Mercedes driver George Russell faces the media at the 2026 Monaco Grand Prix. **The FIA has fined the Merc" source contex
Grand Prix Monaco 2026 seharusnya menjadi momen kebangkitan George Russell untuk memangkas jarak poin dari rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang memimpin klasemen. Namun, sebuah pelanggaran kecil di pit lane berubah menjadi bencana besar yang membuatnya pulang tanpa poin dan kini tertinggal 68 poin, sementara Antonelli dengan mulus meraih kemenangan kelimanya secara beruntun.
Russell sebenarnya sudah naik posisi dari start keenam dan sedang dalam jalur perebutan podium ketika Mercedes memanggilnya masuk pit pada lap ke-32. Strateginya adalah melakukan undercut—menyalip lawan dengan pit stop lebih awal—terhadap Isack Hadjar dari Red Bull, mengingat menyalip di trek Monaco yang sempit nyaris mustahil tanpa strategi pit . Strategi itu brilian, tetapi eksekusinya gagal tepat di detik Russell memasuki pit lane.
Russell tercatat melaju 60,1 km/jam di pit lane yang memiliki batas kecepatan 60 km/jam. Sebuah pelanggaran hanya 0,1 km/jam . Atas pelanggaran ini, pengawas lomba (stewards) menjatuhkan penalti waktu 5 detik sesuai standar regulasi Formula 1 untuk kelebihan kecepatan kurang dari 6 km/jam
. Ia adalah satu dari enam pembalap yang dihukum karena ngebut di pit lane sepanjang balapan ini, sebuah angka yang tidak biasa dan diduga disebabkan oleh desain pit entry yang ketat dan tekanan tinggi saat mencoba strategi undercut
.
Russell kemudian mengklaim bahwa tim justru mengatakan ia tidak melakukan kesalahan. “Tim bilang tidak ada yang salah dari saya soal ngebut di pitlane. Ini masalah perangkat lunak—[saya diberi tahu] ‘Anda baik-baik saja,”* ujarnya pasca balapan .
Hukuman 5 detik saja sebenarnya tidak akan menghancurkan balapan Russell. Bencana sejati terjadi saat pit stop berikutnya, ketika tim Mercedes lupa menjalankan penalti tersebut . Menurut prinsipal tim Toto Wolff, kebingungan tentang kapan tepatnya penalti harus dijalani adalah murni tanggung jawab tim
.
Karena Russell tidak menjalani penalti 5 detik di pit stop berikutnya seperti yang diwajibkan, pengawas lomba meningkatkan hukumannya menjadi penalti drive-through. Ini adalah salah satu sanksi paling berat dalam balapan . Russell terpaksa melewati pit lane dengan kecepatan rendah tanpa berhenti, menjatuhkannya dari posisi podium ke barisan paling belakang.
Hasilnya, Russell menyentuh garis finis di urutan ke-13 dan tercatat sebagai pembalap terakhir yang finis. Ini adalah kali pertama ia gagal meraih poin dalam dua balapan beruntun musim ini .
Russell menyebut hasil ini "sangat menjengkelkan" dan merasa penalti drive-through itu "tidak setimpal dengan pelanggarannya"
.
Ketika sore Russell berantakan, rekan setimnya yang masih rookie (pendatang baru) tampil bak seorang profesor. Kimi Antonelli memimpin setiap putaran dari posisi terdepan, bertahan dari dua periode Safety Car dan bendera merah selama 37 menit akibat kerusakan permukaan trek . Balapan dilanjutkan kembali dengan standing start—start kedua hari itu—namun Antonelli menahan laju Lewis Hamilton di tikungan Sainte Devote dan melesat menuju kemenangan dengan selisih 6,271 detik
.
Kemenangan ini menjadikan Antonelli sebagai pemenang termuda dalam sejarah Grand Prix Monaco dan menegaskan rekor sempurnanya di 2026 dengan enam kemenangan dari enam balapan (Australia, China, Jepang, Miami, Kanada, Monaco) .
Lewis Hamilton finis kedua untuk Ferrari, hasil yang membawanya naik ke posisi kedua klasemen pembalap—unggul dua poin dari Russell—dan kini terpaut 66 poin dari Antonelli .
Di lintasan, Pierre Gasly melintasi garis finis ketiga untuk tim Alpine, tetapi penalti pasca-balapan menjatuhkannya dari posisi podium . Kejadian ini mempromosikan Isack Hadjar dari Red Bull ke podium pertamanya musim ini, sebuah hasil mengejutkan bagi pembalap yang juga sempat dalam investigasi selama balapan
.
Hasil di Monaco secara efektif membelah garasi Mercedes menjadi dua realitas kejuaraan yang sangat berbeda :
| Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes | 156 |
| 2 | Lewis Hamilton | Ferrari | 90 |
| 3 | George Russell | Mercedes | 88 |
| 4 | Charles Leclerc | Ferrari | 75 |
| 5 | Oscar Piastri | McLaren | 60 |
Russell kini tertinggal 68 poin dari Antonelli dan juga telah dilewati Hamilton di klasemen . Meskipun posisi Mercedes di klasemen konstruktor masih aman, pertarungan gelar juara internal tim tampaknya semakin condang ke satu sisi saat musim mendekati titik tengah.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Grand Prix Monaco George Russell berantakan ketika penalti 5 detik karena ngebut di pit lane berubah menjadi hukuman drive through setelah tim Mercedes gagal mengeksekusinya.
Grand Prix Monaco George Russell berantakan ketika penalti 5 detik karena ngebut di pit lane berubah menjadi hukuman drive through setelah tim Mercedes gagal mengeksekusinya. Prinsipal tim Mercedes, Toto Wolff, mengakui kebingungan soal waktu menjalani penalti sepenuhnya adalah kesalahan tim, yang menyebabkan hukuman lebih berat dan menghancurkan balapan Russell.
Insiden ini adalah bagian dari 'frensi penalti' di pit lane sempit sirkuit Monako, di mana total enam pembalap dijatuhi hukuman karena melanggar batas kecepatan.