Skuad inti Amsterdam Rabobank di Wina terdiri dari Worthy de Jong, Bryan Alberts, dan Jan Driessen . Mereka datang ke Wina dengan modal besar setelah menjuarai Hamburg Challenger pada 23 Mei 2026, di mana mereka mengalahkan Toulouse 21–16 dan De Jong kembali merebut MVP
.
Bagi pembaca Indonesia yang belum familier dengan sistem kompetisi 3x3 FIBA, perlu dijelaskan bahwa World Tour adalah sirkuit elite tertinggi yang mempertemukan tim-tim terbaik dunia. Challenger, seperti yang dimenangi Amsterdam di Hamburg, adalah level di bawahnya yang juga menjadi jalur kualifikasi ke sejumlah seri World Tour.
Dua belas tim berlaga di babak utama, dimulai dengan empat pool. Dua tim teratas dari masing-masing pool melaju ke perempat final pada hari Minggu . Unggulan teratas adalah Ub (SRB), tim peringkat satu dunia yang juga merupakan juara bertahan Wina
—sebuah status yang mirip dengan Real Madrid di Liga Champions atau tim dominan di sebuah liga top Eropa. Berikut daftar unggulan utamanya
:
Ub datang sebagai favorit, namun mereka gagal mencapai final dan harus puas di posisi keempat di bawah Amsterdam, Liman, dan Baskets Bonn . Amsterdam Rabobank, yang diunggulkan di posisi keempat, mampu melewati babak gugur dan tampil gemilang saat dibutuhkan
.
Di final, Mihailo Vasic dari Liman menjadi pencetak angka terbanyak dengan 5 poin, namun itu tak cukup untuk membendung serangan seimbang Amsterdam .
Seri Wina berlangsung hanya satu pekan setelah Piala Dunia FIBA 3x3 2026 di Warsawa, Polandia. Di sana, Latvia merebut gelar juara dunia putra dengan mengalahkan Jerman, dan Amerika Serikat menjuarai turnamen putri . Di final putri, Australia merebut perak dan Belanda meraih perunggu
.
Kedekatan jadwal ini membuat sejumlah pemain yang baru saja membela tim nasional langsung melanjutkan performa mereka ke World Tour. Skuad Amsterdam Rabobank sendiri diisi oleh beberapa pemain reguler tim nasional Belanda, termasuk De Jong, Driessen, dan Alberts. Ketiganya adalah bagian dari tim Belanda yang berlaga di Piala Dunia 3x3 2026 Warsawa .
Wina menjadi seri kelima dari musim FIBA 3x3 World Tour 2026, setelah sebelumnya digelar di Utsunomiya, Chengdu, Zadar, dan Shanghai . Kemenangan Amsterdam menjadikan mereka sebagai tim kelima yang berbeda yang memenangi seri World Tour musim ini, semakin menegaskan betapa ketat dan meratanya persaingan elite di level tertinggi bola basket 3x3 tahun ini
.
Comments
0 comments