China menentang keras proposal tersebut. Pemerintah di Beijing menyatakan bahwa Taiwan tidak dapat berpartisipasi secara terpisah dalam organisasi internasional yang berada dalam sistem Perserikatan Bangsa‑Bangsa.
Posisi China didasarkan pada beberapa hal utama:
Pejabat China dan media yang terkait pemerintah menyatakan keputusan WHA tersebut menunjukkan bahwa prinsip satu China masih menjadi posisi dominan di komunitas internasional.
Negara‑negara yang mendukung Taiwan mengambil pendekatan berbeda. Mereka menekankan kepentingan kesehatan masyarakat global, bukan hanya persoalan politik atau kedaulatan.
Beberapa sekutu diplomatik Taiwan mengajukan proposal tersebut dan menyampaikan dukungan mereka dalam berbagai kegiatan di Jenewa.
Argumen utama dari pihak pendukung Taiwan antara lain:
Walaupun tidak diundang ke sidang resmi, delegasi Taiwan tetap hadir di Jenewa untuk mengadakan acara sampingan, pertemuan advokasi, dan kegiatan masyarakat sipil guna menyoroti kontribusi Taiwan di bidang kesehatan global.
Hasil langsung dari keputusan tersebut adalah Taiwan tetap berada di luar WHA, forum utama pengambilan keputusan WHO.
Sebelumnya, antara 2009 hingga 2016, Taiwan diundang menghadiri WHA sebagai pengamat dengan nama “Chinese Taipei.” Namun undangan tersebut berhenti setelah meningkatnya ketegangan politik antara Beijing dan Taipei.
Sejak saat itu, sekutu Taiwan hampir setiap tahun mencoba mengangkat kembali isu ini dalam agenda WHA. Hingga sidang ke‑79 pada 2026, setiap upaya tersebut kembali ditolak.
Akibatnya, Taiwan masih harus terlibat dalam kerja sama kesehatan internasional melalui jalur informal, kerja sama bilateral, dan kegiatan advokasi, tanpa akses langsung ke forum pengambilan keputusan utama di WHO.
Comments
0 comments