Enam aktivis Spanyol dari Global Sumud flotilla kembali ke Bandara Bilbao pada Mei 2026 dan bentrok dengan polisi Basque (Ertzaintza), dengan video menunjukkan penggunaan pentungan dan penyeretan orang di terminal. Empat orang ditangkap—tiga di antaranya aktivis yang baru tiba—dengan tuduhan pembangkangan serius, me...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened at Bilbao Airport when activists from the Global Sumud Gaza flotilla returned to Spain after being released from Israeli custo. Article summary: When members of the Global Sumud Gaza flotilla got back to Bilbao Airport after being released from Israeli custody, their homecoming turned into a confrontation with the Basque police force, the Ertzaintza. Supporters h. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "4 people detained after scuffles during arrival of Gaza-bound aid flotilla activists who had been illegally intercepted by Israeli forces. Spanish police clashed with members and s" source context "Spanish police clash with Global Sumud Flotilla activists at Bilbao airport" Reference image 2: visual subject "Span
Kepulangan anggota Spanyol dari Global Sumud Gaza flotilla ke Bandara Bilbao pada Mei 2026 berubah menjadi situasi tegang yang melibatkan aktivis, para pendukung, dan polisi regional Basque. Insiden ini berujung pada penangkapan, tuduhan penggunaan kekuatan berlebihan, serta saling kritik antara pemerintah Spanyol dan Israel.
Enam aktivis Spanyol tiba di Bilbao dari Turki setelah dibebaskan dari tahanan Israel. Para pendukung berkumpul di area kedatangan bandara untuk menyambut mereka, tetapi situasi dengan cepat berubah menjadi bentrokan dengan polisi Basque yang dikenal sebagai Ertzaintza.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan petugas memukul orang dengan pentungan dan menyeret beberapa individu di lantai terminal selama kericuhan berlangsung.
Dalam insiden tersebut, empat orang ditahan. Laporan menyebutkan tiga di antaranya adalah aktivis yang baru saja tiba. Mereka dituduh melakukan pembangkangan serius, melawan petugas, dan menyerang aparat.
Menurut versi polisi, keributan bermula ketika seorang kerabat mencoba mendekati para aktivis di area kedatangan dan seorang petugas berusaha menghentikannya, yang kemudian memicu dorong‑dorongan antara polisi dan orang-orang yang berkumpul di sana.
Rekaman bentrokan itu dengan cepat menyebar di media sosial dan media Spanyol, memicu kritik dari aktivis serta sejumlah kelompok politik, terutama di wilayah Basque dan organisasi pro‑Palestina.
Organisasi hak asasi manusia Amnesty International juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai “penggunaan kekuatan berlebihan” oleh polisi Basque dan meminta pertanggungjawaban atas tindakan tersebut.
Insiden di bandara ini terjadi di tengah kontroversi yang lebih luas di Spanyol terkait misi flotilla dan tindakan Israel terhadapnya.
Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares sebelumnya mengecam perlakuan Israel terhadap para aktivis yang ditahan, menyebutnya sebagai tindakan “mengerikan”, “tidak manusiawi”, dan “memalukan”.
Sementara itu, menteri Spanyol lainnya, Ernest Urtasun, meminta jaksa menyelidiki tuduhan dari para aktivis yang mengklaim mengalami perlakuan buruk selama penahanan oleh otoritas Israel.
Kementerian Luar Negeri Israel menanggapi rekaman bentrokan di Bilbao dengan menuntut penjelasan dari pemerintah Spanyol terkait tindakan polisi Basque.
Pejabat Israel juga menggunakan insiden tersebut untuk menyatakan bahwa para aktivis sering memicu konflik, dengan mengatakan bahwa kejadian di bandara tersebut melemahkan kritik Spanyol terhadap cara Israel menangani flotilla.
Pertukaran pernyataan ini menambah ketegangan diplomatik antara Madrid dan Yerusalem pada saat hubungan kedua negara sudah sensitif karena konflik Gaza.
Para aktivis yang terlibat dalam insiden Bilbao sebelumnya ikut dalam Global Sumud flotilla, kampanye sipil internasional yang bertujuan menantang blokade laut Israel terhadap Gaza dan mengirim bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Pada Mei 2026, angkatan laut Israel mencegat konvoi flotilla di perairan internasional dekat Siprus saat kapal‑kapal itu berlayar menuju Gaza.
Laporan menyebutkan konvoi tersebut melibatkan puluhan kapal dan lebih dari 100 aktivis. Pasukan Israel kemudian menaiki kapal-kapal tersebut dan menghentikan misi sebelum mencapai Gaza.
Banyak dari mereka yang ditahan kemudian dipindahkan ke Pulau Kreta di Yunani sebelum akhirnya dipulangkan ke negara asal masing‑masing.
Bentrok di Bandara Bilbao menunjukkan bagaimana konflik yang bermula di laut Mediterania timur dapat dengan cepat memicu ketegangan politik hingga ke Eropa.
Bagi para pendukung flotilla, kepulangan para aktivis seharusnya menjadi momen solidaritas. Namun konfrontasi dengan polisi justru menjadikan bandara tersebut titik panas terbaru dalam sengketa yang kini melibatkan aktivis, otoritas regional, pemerintah nasional, dan diplomasi internasional.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Enam aktivis Spanyol dari Global Sumud flotilla kembali ke Bandara Bilbao pada Mei 2026 dan bentrok dengan polisi Basque (Ertzaintza), dengan video menunjukkan penggunaan pentungan dan penyeretan orang di terminal.
Enam aktivis Spanyol dari Global Sumud flotilla kembali ke Bandara Bilbao pada Mei 2026 dan bentrok dengan polisi Basque (Ertzaintza), dengan video menunjukkan penggunaan pentungan dan penyeretan orang di terminal. Empat orang ditangkap—tiga di antaranya aktivis yang baru tiba—dengan tuduhan pembangkangan serius, melawan petugas, dan menyerang aparat.
Insiden ini menambah ketegangan setelah Israel sebelumnya mencegat flotilla bantuan Gaza di perairan internasional dekat Siprus dan menahan para aktivis.