Hak yang akan dikelola FFE mencakup:
FFE diperkirakan memiliki valuasi US$20 miliar. Investor eksternal ditawari kepemilikan minoritas hingga 20 persen, sementara FIFA tetap memegang kendali mayoritas . FIFA mengatakan langkah itu dapat menghimpun hingga US$4,2 miliar untuk program pengembangan sepak bola di seluruh dunia .
Salah satu investor utama yang dikaitkan dengan rencana tersebut adalah Thrive Eternal, kendaraan investasi yang didirikan Joshua Kushner. Ia merupakan adik Jared Kushner, menantu mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump . J.P. Morgan juga disebut terlibat dalam transaksi tersebut .
Infantino mempromosikan proposal ini sebagai peluang pendanaan yang "tunggal dan unik" bagi 211 asosiasi anggota FIFA. Setiap asosiasi dijanjikan pembayaran satu kali sebesar US$20 juta apabila rencana disetujui . Dalam surat kepada federasi anggota, ia menetapkan tenggat persetujuan pada 19 September dan memperingatkan bahwa penolakan dapat membuat mereka kehilangan paket pendanaan senilai US$10 miliar .
Penolakan datang segera dari UEFA, badan sepak bola Eropa yang menaungi 55 asosiasi nasional. Pada hari yang sama ketika rencana itu diumumkan, UEFA menyatakan: “Ini bukan milik FIFA untuk dijual. Tidak ada satu pun dari kita yang merupakan pemilik sepak bola.”
UEFA kemudian menggelar pertemuan darurat pada 30 Juli untuk menyusun respons bersama. Salah satu opsi yang dibahas adalah boikot terhadap seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia .
Dalam pertemuan daring tersebut, 55 asosiasi anggota UEFA mengambil keputusan bulat untuk memboikot semua kompetisi FIFA—baik Piala Dunia putra dan putri, Piala Dunia Antarklub, maupun turnamen FIFA lainnya—jika rencana investasi swasta itu tetap dilanjutkan .
UEFA menegaskan bahwa asosiasi dan tim nasional Eropa tidak akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA. Pesan politiknya jelas: selama Eropa masih memiliki suara, Piala Dunia tidak akan dijadikan barang dagangan .
Pada hari yang sama, CONCACAF, konfederasi yang menaungi sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia, juga menggelar pertemuan darurat. Organisasi yang memiliki 41 asosiasi anggota itu secara resmi menolak proposal FIFA .
Dalam pernyataannya, CONCACAF menyebut para anggotanya mulai kehilangan—atau bahkan telah sepenuhnya kehilangan—kepercayaan terhadap Infantino sebagai presiden FIFA .
Penolakan UEFA dan CONCACAF berarti sedikitnya 96 dari 211 asosiasi anggota FIFA secara terbuka menentang rencana tersebut .
Tekanan bertambah pada 31 Juli ketika AFC menyatakan menolak proposal FFE dan mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap proses konsultasi serta pengambilan keputusan FIFA . AFC juga meminta FIFA segera meninjau gaya manajemennya dan memperbaiki kelemahan mendasar dalam tata kelola organisasi .
Krisis itu kemudian masuk ke lingkaran terdekat Infantino. Carlos Cordeiro, penasihat senior Infantino, mantan bankir Goldman Sachs, dan perwakilan FIFA dalam White House Task Force untuk Piala Dunia 2026, mengundurkan diri pada 31 Juli .
Cordeiro menyebut rencana perusahaan komersial senilai US$20 miliar yang didukung Joshua Kushner sebagai “kesepakatan yang buruk bagi sepak bola” . Pengunduran diri dari orang dalam lingkaran kepemimpinan Infantino tersebut memperkuat kesan bahwa proposal itu tidak hanya ditentang dari luar, tetapi juga memicu perpecahan di tubuh FIFA .
Pada awalnya, FIFA tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah. Pada 31 Juli, organisasi itu menyatakan tetap akan melanjutkan proses konsultasi dan menyalahkan “laporan media yang tidak benar” atas kekacauan yang terjadi .
Namun, sikap tersebut hanya bertahan beberapa jam. Pada malam 31 Juli, Infantino mengumumkan bahwa proposal FFE tidak akan dilanjutkan . FIFA mengatakan proyek itu telah menciptakan perpecahan yang—terlepas dari tingkat dukungannya—tidak lagi sejalan dengan tujuan awal proposal .
Dengan demikian, rencana untuk membuka sebagian bisnis komersial Piala Dunia kepada investor swasta resmi dihentikan.
Pembatalan proposal tidak langsung mengakhiri krisis. Pada 1 Agustus, UEFA mengeluarkan pernyataan keras yang menuduh Infantino mengatur kesepakatan yang “ceroboh, berlangsung di balik layar, dan tidak jelas” .
UEFA juga menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino dan menilai tindakannya telah membuatnya kehilangan kepercayaan dunia sepak bola . Sikap ini jauh melampaui sekadar penolakan terhadap satu proposal bisnis: UEFA kini secara terbuka mempertanyakan kelayakan Infantino untuk tetap memimpin FIFA.
Hingga awal Agustus 2026, Infantino belum mengundurkan diri dan belum dicopot secara resmi. Namun, posisinya berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Beberapa faktor yang membuat masa depannya tidak pasti antara lain:
UEFA juga mempertahankan ancaman boikot apabila proposal privatisasi serupa kembali muncul .
Bagi FIFA, FFE dimaksudkan sebagai cara untuk membuka sumber pendanaan baru tanpa menghilangkan status nirlaba organisasi. FIFA akan tetap menjadi pemilik mayoritas, sementara investasi swasta digunakan untuk memperbesar dana pengembangan sepak bola .
Namun, para penentang melihatnya secara berbeda. Mereka khawatir rencana itu akan mengubah hak komersial Piala Dunia—kompetisi olahraga paling besar di dunia—menjadi aset investasi yang dapat menghasilkan keuntungan bagi pemodal swasta .
Masalah lainnya adalah proses konsultasi. UEFA menilai proposal tersebut diajukan tanpa dialog yang memadai dengan asosiasi-asosiasi anggota FIFA. Pemberian tenggat 19 September serta janji pembayaran satu kali US$20 juta juga memperbesar kesan bahwa federasi anggota didorong untuk mengambil keputusan dengan cepat .
Proposal FIFA Forward Enterprise kini telah dihentikan. Akan tetapi, kerusakan politik yang ditimbulkannya belum selesai.
Dalam waktu kurang dari satu pekan, sebuah proposal yang semula dipasarkan sebagai terobosan pendanaan berubah menjadi pemberontakan lintas konfederasi. Rencana itu memang gagal dijalankan, tetapi pertarungan mengenai arah, tata kelola, dan siapa yang berhak mengendalikan bisnis Piala Dunia baru saja dimulai.