Kartel Vishing UNC6671: Meraup Rp160 Miliar dari Wall Street dengan Panggilan Palsu IT Helpdesk
Google Threat Intelligence Group (GTIG) melacak sindikat kejahatan siber bermotif finansial bernama UNC6671. Awalnya beroperasi dengan nama BlackFile, sindikat ini 'pensiun' pada Mei 2026, lalu bermetamorfosis menjadi empat merek pemerasan publik: Redact, Pink, Helix, dan Falcon.
Google Threat Intelligence Group (GTIG) melacak sindikat kejahatan siber bermotif finansial bernama UNC6671.
Awalnya beroperasi dengan nama BlackFile, sindikat ini 'pensiun' pada Mei 2026, lalu bermetamorfosis menjadi empat merek pemerasan publik: Redact, Pink, Helix, dan Falcon.
Target yang terkonfirmasi meliputi Apollo Global Management, Bain Capital, Blackstone, Bridgewater Associates, CME Group, KKR, Moody's, TPG, Point72, Millennium Management, Two Sigma, dan Citadel.
What hacking groups tracked by Google under the names Falcon, Helix, Pink, and Redact — possibly part of a larger collective called UNC6671UNC6671 operates under at least four extortion brands — Falcon, Helix, Pink, and Redact — which Google's Threat Intelligence Group assesses share common infrastructure and phishing kits.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What hacking groups tracked by Google under the names Falcon, Helix, Pink, and Redact — possibly part of a larger collective called UNC6671. Article summary: Let me also check Google's own report for the most authoritative. Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
openai.com
Sebuah sindikat kejahatan siber, yang dilacak oleh Google Threat Intelligence Group (GTIG) dengan kode UNC6671, telah mengumpulkan lebih dari US$10 juta dalam Bitcoin sejak Januari 2026 . Caranya: menelepon pegawai di perusahaan finansial besar Amerika Serikat, berpura-pura sebagai staf IT helpdesk, dan menipu mereka untuk menyerahkan kredensial—termasuk kode autentikasi multi-faktor (MFA) secara langsung . Operasi yang awalnya berjalan di bawah bendera pemerasan BlackFile ini kemudian 'pensiun' pada pertengahan 2026 dan kini hadir dengan setidaknya empat merek pemerasan publik: Redact, Pink, Helix, dan Falcon.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Kartel Vishing UNC6671: Meraup Rp160 Miliar dari Wall Street dengan Panggilan Palsu IT Helpdesk"?
Google Threat Intelligence Group (GTIG) melacak sindikat kejahatan siber bermotif finansial bernama UNC6671.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Google Threat Intelligence Group (GTIG) melacak sindikat kejahatan siber bermotif finansial bernama UNC6671. Awalnya beroperasi dengan nama BlackFile, sindikat ini 'pensiun' pada Mei 2026, lalu bermetamorfosis menjadi empat merek pemerasan publik: Redact, Pink, Helix, dan Falcon.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Target yang terkonfirmasi meliputi Apollo Global Management, Bain Capital, Blackstone, Bridgewater Associates, CME Group, KKR, Moody's, TPG, Point72, Millennium Management, Two Sigma, dan Citadel.
Laporan Google dan pemberitaan dari media keamanan siber kredibel secara eksplisit menyebut perusahaan-perusahaan finansial dan investasi besar AS berikut sebagai target UNC6671: Apollo Global Management, Bain Capital, Blackstone, Bridgewater Associates, CME Group, KKR, Moody's, dan TPG.
Reuters dan Bloomberg juga melaporkan bahwa Point72 Asset Management, Millennium Management, Two Sigma, dan Citadel turut menjadi sasaran .
Bagaimana Serangan Bekerja
Rantai serangan ini mengandalkan kombinasi yang tampak sederhana antara rekayasa sosial (social engineering) dan infrastruktur phishing adversary-in-the-middle (AiTM), bukan malware canggih.
1. Panggilan Vishing ke Ponsel Pribadi. Pelaku menelepon pegawai di ponsel pribadi mereka, dengan memalsukan ID penelepon agar tampak seperti helpdesk perusahaan. Mereka mengaku ada migrasi passkey atau pembaruan MFA yang mendesak . Menargetkan ponsel pribadi membantu mereka melewati pemantauan telepon dan alat keamanan perusahaan.
2. Pencurian Kredensial dan MFA Waktu Nyata. Korban diarahkan ke portal single sign-on palsu yang tampak identik dengan halaman perusahaan asli. Proxy AiTM menyadap username dan password, lalu menangkap token MFA langsung—baik itu push, SMS, atau TOTP—secara real-time. Pelaku kemudian segera mendaftarkan perangkat MFA baru yang mereka kuasai untuk mempertahankan akses .
3. Eksfiltrasi Data Otomatis. Setelah masuk, kelompok ini menggunakan skrip Python dan PowerShell otomatis untuk mengumpulkan data dari layanan cloud yang terhubung—Microsoft 365, SharePoint, OneDrive, Okta, Zendesk, dan Salesforce. Skrip-skrip ini mencari kata kunci seperti "confidential" dan "SSN" untuk memprioritaskan data bernilai tinggi .
4. Pemerasan dan Situs Bocoran Data. Data yang dicuri—termasuk kekayaan intelektual, kode sumber, dan informasi klien sensitif—dipublikasikan di situs khusus (data leak sites/DLS) di bawah masing-masing merek, kecuali korban membayar tebusan .
Tuntutan Tebusan dan Pembayaran Bitcoin
Tuntutan tebusan awal dilaporkan berkisar antara US$750.000 hingga US$3 juta per korban .
Dalam satu kasus, seorang korban membayar sekitar US$10,6 juta dalam Bitcoin kepada kelompok ini selama lima bulan pada awal 2026 .
GTIG Google secara langsung mengonfirmasi bahwa kelompok ini mengumpulkan lebih dari US$10 juta dalam pembayaran tebusan sejak Januari 2026 .
Target Sektor Sebelumnya
Sebelum beralih fokus ke jasa keuangan, ekuitas swasta, dan jasa profesional pada pertengahan 2026, UNC6671 (yang beroperasi sebagai BlackFile) menargetkan berbagai sektor termasuk manufaktur, real estate, perawatan kesehatan, asuransi, teknologi, transportasi, dan perhotelan .
Keyakinan Atribusi dan Catatan
Google mengaitkan keempat merek pemerasan dengan kolektif UNC6671 yang lebih luas berdasarkan pola pendaftaran domain yang sama, template phishing yang tumpang tindih, perangkat phishing AiTM bersama, dan organisasi korban yang tumpang tindih .
Namun, Google mencatat bahwa skenario alternatif—seperti afiliasi yang terpecah atau beberapa kelompok yang berbagi infrastruktur Phishing-as-a-Service—"mungkin juga masuk akal" . Merek-merek ini belum tentu geng kriminal yang terpisah; kemungkinan besar operator yang sama menjalankan beberapa merek situs bocoran secara bersamaan setelah berganti nama dari BlackFile.
Rekomendasi Pertahanan
Pakar keamanan dan GTIG Google merekomendasikan mitigasi berikut terhadap ancaman spesifik ini :
Wajibkan MFA tahan phishing. Passkey FIDO2/WebAuthn terikat pada domain asli yang sah, yang tidak dapat dipalsukan oleh proxy AiTM, tidak peduli seberapa meyakinkan URL tiruan tersebut.
Edukasi pegawai tentang vishing. Staf harus diberi tahu bahwa helpdesk IT tidak akan pernah menelepon ponsel pribadi dan menuntut pembaruan kredensial secara mendesak, terutama dalam konteks tekanan tinggi.
Tetapkan verifikasi di luar saluran utama. Permintaan helpdesk yang tidak diminta harus diverifikasi melalui saluran komunikasi perusahaan yang diketahui sebelum tindakan diambil.
Pantau perilaku sesi yang anomali. Tim keamanan harus mewaspadai pendaftaran perangkat MFA baru, lokasi geografis login yang tidak biasa, dan unduhan data massal dari SharePoint dan OneDrive.
bleepingcomputer.comHedge fund cyberattacks tied to BlackFile-linked UNC6671 extortion ...