"Kita berada dalam situasi abnormal," kata Tangen dalam pidato di sebuah konferensi politik di Arendal, Norwegia selatan. "Pasar keuangan terus naik meskipun ada tantangan."
Tangen dan timnya di NBIM telah memodelkan beberapa skenario bencana. Berikut adalah risiko-risiko spesifik dan perkiraan dampaknya.
Konvergensi gelembung kecerdasan buatan dengan risiko geopolitik adalah ancaman terbesar bagi pasar global, menurut Tangen . Dana tersebut secara resmi telah mengidentifikasi gelembung AI sebagai skenario risiko utama, di mana valuasi aset terkait AI yang sangat tinggi bisa mengalami koreksi tajam. Jika gelembung itu meledak, nilainya bisa berkurang sekitar 35% .
Tangen berulang kali menyebut pemisahan atau fragmentasi ekonomi global sebagai risiko jangka pendek utama . Skenario ini, yang dipicu oleh tarif tinggi dan pembatasan investasi global, akan menghasilkan pertumbuhan yang lamban dan inflasi yang lebih tinggi. Dalam skenario terburuk, hal ini bisa menghapus hingga 37% nilai dana .
Blokade de facto di Selat Hormuz, yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, adalah salah satu dari dua skenario negatif dominan yang disorot Tangen . Penutupan semacam itu bisa mendorong harga minyak melewati US$100 per barel, memicu kembali inflasi, dan mengganggu rantai pasokan global secara parah .
Dalam sebuah wawancara, Tangen mengidentifikasi serangan bioterorisme skala besar sebagai peristiwa masuk akal yang bisa membuat dana tersebut menjadi "cukup tidak berharga" . Skenario ini, bersama dengan potensi perang nuklir, mewakili ujung paling ekstrem dari spektrum risikonya.
Tangen juga menyebut perang nuklir sebagai peristiwa bencana yang akan membuat nilai dana menjadi tidak relevan .
Dana Pensiun Pemerintah Global Norwegia, demikian nama resminya, memiliki aset di lebih dari 9.000 perusahaan di 70 negara. Ukurannya yang sangat besar—lebih dari US$2 triliun—membuatnya menjadi cermin dari ekonomi global. Tangen menunjukkan bahwa pasar terus naik meskipun ada tantangan signifikan, yang ia lihat sebagai tanda rasa puas diri . Kuartal pertama tahun 2026 saja, dana ini sudah mencatat kerugian sebesar 636 miliar kroner Norwegia (sekitar US$68,61 miliar), atau return negatif sebesar 1,9%, sebagian besar disebabkan oleh konflik Timur Tengah .
Tugas Tangen bukan hanya berinvestasi, tetapi juga memperingatkan publik Norwegia. "Kami hanya ingin memperingatkan lagi bahwa ini tidak akan bertahan selamanya," katanya kepada media pada awal 2025 .
| Skenario | Perkiraan Dampak pada Dana |
|---|---|
| Gelembung AI meledak | ~35% kehilangan nilai |
| Fragmentasi geopolitik / stagflasi | Hingga 37% kehilangan |
| Penutupan Selat Hormuz / guncangan minyak | Inflasi berkelanjutan, gangguan rantai pasok |
| Bioterorisme atau perang nuklir | Dana bisa menjadi "cukup tidak berharga" |
| Skenario uji stres ekstrem | Seluruh nilai US$2 triliun bisa lenyap |
Peringatan Tangen menggarisbawahi kebenaran mendasar bagi investor terbesar di dunia: kinerja masa lalu bukan jaminan hasil di masa depan. Di dunia yang terfragmentasi, jaring pengaman senilai US$2 triliun pun ada batasnya.