Kinerja yang melampaui ekspektasi memicu serangkaian revisi bullish dari analis Wall Street.
Serangkaian upgrade ini memperkuat keyakinan investor bahwa pertumbuhan pendapatan Arm dapat semakin cepat seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI di cloud dan pusat data global.
Salah satu pendorong struktural terbesar di balik reli saham Arm adalah ekspansi ke pasar data center.
Royalti dari chip data center meningkat lebih dari dua kali lipat secara tahunan, mencerminkan meningkatnya penggunaan prosesor berbasis Arm untuk beban kerja AI dan infrastruktur cloud.
Perusahaan teknologi besar—sering disebut hyperscalers seperti Google, Microsoft, dan Meta—semakin sering merancang chip mereka sendiri dengan arsitektur Arm untuk melatih dan menjalankan model AI.
Karena model bisnis Arm berbasis lisensi dan royalti untuk setiap chip yang menggunakan arsitekturnya, peningkatan volume server AI berpotensi menghasilkan lonjakan pendapatan jangka panjang.
Arm juga mengungkapkan sinyal permintaan besar untuk CPU data center baru yang ditujukan untuk beban kerja AI generasi berikutnya (AGI‑focused CPU).
Komitmen pelanggan terhadap chip tersebut meningkat dari sekitar $1 miliar menjadi lebih dari $2 miliar untuk periode fiskal 2027–2028 hanya dalam beberapa minggu.
Pipeline ini menunjukkan bahwa strategi Arm untuk masuk lebih dalam ke rantai nilai komputasi—termasuk menawarkan desain CPU servernya sendiri—dapat membuka pasar yang jauh lebih besar dibanding bisnis smartphone tradisionalnya.
Faktor penting lain di balik lonjakan saham adalah perubahan persepsi investor.
Selama bertahun‑tahun, Arm dikenal terutama sebagai perusahaan lisensi chip smartphone. Kini semakin banyak investor melihat Arm sebagai fondasi infrastruktur AI dan komputasi cloud.
Perubahan narasi ini membuat Arm sering dibandingkan dengan perusahaan semikonduktor lain yang mendapat manfaat dari ledakan AI, membantu mendorong kenaikan saham lebih dari 100% sepanjang 2026.
Selain faktor fundamental, dinamika pasar juga memperkuat kenaikan harga.
Pada 20 Mei 2026, saham Arm melonjak sekitar 15,38% ke sekitar $257 dalam perdagangan pagi, menembus level $250 dan mencapai rekor intraday mendekati $259.
Lonjakan ini terjadi dengan volume perdagangan tinggi dan pola dip‑buying yang kuat, menandakan investor terus membeli setiap kali harga turun.
Meski prospeknya cerah, sebagian analis memperingatkan bahwa valuasi Arm sudah sangat mahal.
Pada beberapa titik di 2026, saham perusahaan diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (P/E) lebih dari 300×, mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang sangat tinggi di masa depan.
Artinya, kinerja saham ke depan sangat bergantung pada apakah Arm benar‑benar mampu memperluas perannya di infrastruktur AI dan mempertahankan pertumbuhan pendapatan dari chip data center.
Lonjakan saham Arm ke rekor tertinggi bukan disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan kombinasi dari beberapa katalis besar:
Gabungan faktor-faktor tersebut secara drastis meningkatkan ekspektasi pasar terhadap masa depan Arm—dan mendorong sahamnya mencapai level tertinggi baru pada 2026.
Comments
0 comments