Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengatakan 1.096 Bitcoin—setara sekitar Rp1,1 triliun hari ini—telah sah digunakan untuk membayar audit crowdsale ADA di tahun 2016, namun investigator Thomas Braziel menuntut bukti... Total aset Cardano Foundation anjlok 45% dari tahun ke tahun menjadi sekitar Rp5,8 triliun, teru...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What explains the 1,096 BTC spent during Cardano's early days, including Charles Hoskinson's June 14 attribution of the funds to a 2016 audi. Article summary: Here is the answer structured around the three layers you asked about.. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Cardano founder pressed over 1,090 missing Bitcoin as ADA weekly losses top 25%. Thomas Braziel has asked Cardano founder Charles Hoskinson to clarify the status of about 1,090 B" source context "Cardano founder pressed over 1,090 missing Bitcoin as ADA weekly ..." Reference image 2: visual subject "# After accusations that Charles Hoskinson had stolen hundreds of millions in ADA, A forensic investigation cleared both Charles Hoskinson and IOG of any wrongdoing : r/CryptoCu
Di awal Juni 2026, sebuah pertanyaan berusia satu dekade soal keuangan paling awal proyek Cardano kembali mencuat dengan urgensi baru. Di pusat perhatian: sekitar 1.096 Bitcoin yang merupakan bagian dari penawaran koin perdana (ICO) proyek tersebut pada 2015–2017. Jika dikonversi hari ini, nilainya menembus lebih dari Rp1,1 triliun. Charles Hoskinson, pendiri Cardano, menegaskan bahwa dana itu telah digunakan untuk sebuah audit yang sah. Di sisi lain, Thomas Braziel, seorang litigator kepailitan kripto, bersikeras bahwa publik berhak mendapatkan bukti—dan ia telah menyewa firma forensik untuk menemukannya. Berikut klaim dari masing-masing pihak, dan mengapa taruhannya melonjak tajam.
Pada 14 Juni 2026, Hoskinson memberikan penjelasan publik paling terperincinya soal 1.096 BTC ini. Dalam sebuah siaran langsung dan pernyataan-pernyataan selanjutnya, ia mengatakan Bitcoin itu digunakan untuk membayar audit independen atas crowdsale ADA awal, yang dilakukan pada tahun 2016 . Audit itu, jelasnya, ditugaskan untuk memverifikasi integritas hasil crowdsale di masa ketika struktur hukum proyek ini masih dalam tahap pembentukan.
Hoskinson mengidentifikasi tiga peninjau eksternal yang melakukan pekerjaan tersebut dan mengontekstualisasikan pembayaran itu dengan merujuk pada harga Bitcoin yang jauh lebih rendah pada saat itu . Ia menggambarkan pengeluaran ini sebagai biaya operasional yang sah dari proyek tahap awal dan membingkai pernyataannya sebagai kata akhir untuk pertanyaan yang telah mengendap bertahun-tahun
.
Tanggapannya ini merupakan balasan langsung terhadap tuntutan publik Thomas Braziel, namun tidak menyertakan kuitansi terperinci atau catatan transaksi on-chain yang diminta oleh Braziel .
Thomas Braziel, CEO 117 Partners, membawa sorotan baru ke masalah ini pada awal Juni 2026 dengan menerbitkan dokumen perusahaan dari Isle of Man. Dokumen-dokumen ini menunjukkan bahwa yayasan hukum paling awal Cardano—yang terdaftar di Isle of Man—memegang sekitar 1.090 BTC dari ICO 2015 .
Temuan kunci dari peninjauannya meliputi:
ICO 2015 berhasil mengumpulkan total 108.844,5 BTC dalam empat putaran pendanaan, dengan sekitar 1.090 BTC dialokasikan ke entitas Isle of Man dan 7.168 BTC ke Cardano Foundation Swiss, menurut catatan genesis yang dikutip oleh Braziel .
Penjelasan Hoskinson pada 14 Juni dan investigasi Braziel tidak sepenuhnya sejalan. Hoskinson menggambarkan dana itu sebagai sudah dibelanjakan; pertanyaan Braziel adalah apakah sebagian darinya seharusnya masih bisa dilacak ke Yayasan saat ini.
Perdebatan soal 1.096 BTC ini terjadi di tengah gambaran keuangan yang penuh tantangan bagi Cardano Foundation sendiri. Pada 2 April 2026, Yayasan menerbitkan Laporan Aktivitas dan Wawasan Keuangan 2025, mengungkapkan bahwa total asetnya telah jatuh menjadi 287,5 juta franc Swiss—sekitar Rp5,8 triliun . Itu menandai penurunan 45% dari Rp10,6 triliun di akhir tahun 2024
.
Data kunci dari laporan itu:
Menyusutnya kas ini membuat transparansi seputar 1.090 BTC bersejarah itu menjadi semakin krusial. Dengan total aset saat ini sebesar Rp5,8 triliun, bahkan sebagian kecil dari kepemilikan Bitcoin awal itu—jika masih ada—akan mewakili porsi material dari neraca Yayasan hari ini.
Cardano memang pernah menjalani upaya transparansi sebelumnya, tetapi belum ada yang menyentuh tentang BTC yang dipertanyakan ini. Pada September 2025, sebuah audit forensik independen oleh BDO dan firma hukum McDermott Will & Emery memeriksa program penukaran voucher ADA dan menemukan bahwa 99,2%–99,7% voucher telah ditebus dengan benar, tanpa terdeteksi adanya penipuan . Hoskinson menyebut audit itu sebagai bukti bahwa kontroversi terkait telah terselesaikan
.
Namun, audit itu berfokus pada penukaran voucher ADA dan token yang tidak ditebus—bukan pada jejak 1.090 BTC dari entitas Isle of Man. Kedua isu ini berbeda, dan permintaan Braziel adalah dokumentasi yang secara spesifik terkait dengan Bitcoin ini, bukan voucher ADA.
Per pertengahan Juni 2026, investigasi forensik ke dalam 1.090 BTC masih berlangsung, dan belum ada pihak ketiga independen yang mengonfirmasi atau membantah penjelasan audit dari Hoskinson . Tiga elemen masih belum terselesaikan:
Kesenjangan antara penjelasan lisan dan jejak yang terdokumentasi inilah yang membuat pertanyaan ini tetap terbuka—dan mengapa hasil forensik, kapan pun itu tiba, akan sangat berarti bagi salah satu proyek kripto paling terkemuka.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengatakan 1.096 Bitcoin—setara sekitar Rp1,1 triliun hari ini—telah sah digunakan untuk membayar audit crowdsale ADA di tahun 2016, namun investigator Thomas Braziel menuntut bukti...
Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengatakan 1.096 Bitcoin—setara sekitar Rp1,1 triliun hari ini—telah sah digunakan untuk membayar audit crowdsale ADA di tahun 2016, namun investigator Thomas Braziel menuntut bukti... Total aset Cardano Foundation anjlok 45% dari tahun ke tahun menjadi sekitar Rp5,8 triliun, terutama akibat merosotnya harga ADA, membuat pertanyaan soal 1.090 BTC yang hilang ini semakin pelik karena nilainya sendiri...
Braziel telah menyewa firma forensik kripto untuk melacak pergerakan on chain 1.090 BTC dari 2015 ke 2017, sementara Hoskinson bersikeras bahwa masalah ini sudah selesai dengan adanya audit program voucher ADA sebelum...